Cara Mengatasi Si Kecil yang Takut Binatang

Oleh KlikDokter pada 12 Dec 2018, 13:45 WIB
Apakah Si Kecil terlihat panik ketika berhadapan dengan binatang tertentu? Jangan khawatir berlebihan. Bunda bisa melakukan ini untuk mengatasinya.
Cara Mengatasi Si Kecil yang Takut Binatang (Odua Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Si Kecil takut ketika melihat anjing, kucing, kelinci, ayam, atau binatang jinak lainnya? Tenang, Bunda tak perlu langsung panik. Perasaan takut binatang pada Si Kecil adalah hal yang umumnya terjadi secara normal, dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembangnya.

Faktanya, sebagian kasus takut binatang pada Si Kecil disebabkan oleh tampilan binatang yang terlihat asing. Hal ini bisa terjadi pada pandangan Si Kecil, khususnya jika Bunda tidak mengenalkan binatang tersebut padanya.

Adapun beberapa tips yang bisa Bunda terapkan untuk membantu mengusir rasa takut Si Kecil pada binatang. Berikut beberapa di antaranya:

  • Perkenalkan kepada binatang

Perkenalkan beberapa binatang yang sering hadir di sekitar lingkungan, seperti anjing, ayam, kelinci, dan lainnya. Bunda bisa melakukan itu dengan menggunakan bantuan buku, film, dongeng atau mainan. Dengan ini, diharapkan Si Kecil memiliki imajinasi positif terhadap binatang-binatang terkait.

Sambil menunjukkan gambar atau mainan, Bunda juga dapat mencoba meniru suara binatang yang bersangkutan. Hal ini dapat membuat suasana lebih tenang dan menyenangkan, sehingga Si Kecil juga merasa senang.

  • Ajak Si Kecil beraktivitas dengan binatang

Ajak Si Kecil bertamasya ke kebun binatang. Selain untuk tujuan bersenang-senang, berwisata ke kebun binatang juga bisa menjadi media untuk mengenalkan binatang secara langsung pada Si Kecil.

Bunda dapat mengajaknya ke bagian baby zoo, agar Si Kecil bisa berinteraksi langsung dengan bayi-bayi binatang. Hal ini bisa menumbuhkan rasa percaya diri, sehingga akan menganggap bahwa tidak semua binatang berbahaya.

Selain ke kebun binatang, Bunda juga bisa mengajak Si Kecil ke komunitas pencinta binatang. Di situ, Si Kecil bisa melihat orang-orang memperlakukan binatang dengan ramah dan penuh kasih sayang. Dengan begitu, bukan tak mungkin Si Kecil juga akan bersikap seperti itu kepada binatang.

  • Hindari menakut-nakuti Si Kecil

Bunda mungkin pernah mengatakan larangan yang berhubungan dengan binatang secara tidak sengaja. Misalnya, “Awas nanti digigit ular kalau main ke sana.”  “Nanti kalau tidak patuh akan digigit sama anjing,” dan sebagainya.

Secara tidak langsung, kalimat larangan seperti itu bisa membuat Si Kecil berpikir bahwa binatang sepenuhnya berbahaya bagi dirinya. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

  • Berikan rasa nyaman

Bunda wajib memberikan rasa nyaman dan aman saat Si Kecil berinteraksi dengan binatang. Jangan memarahinya ketika ia tak berani menyentuh binatang, atau menertawakannya karena ia merasa jijik untuk menyentuh binatang.

Sebaliknya, Bunda harus menunjukkan sikap bersimpati; berikan penjelasan bahwa semua akan baik-baik saja dan tidak membahayakan Si Kecil. Jangan lupa untuk memberikan pujian yang sewajarnya kepada Si Kecil ketika ia berani berinteraksi dengan binatang. Tindakan ini akan membuat Si Kecil merasakan bahwa Bunda selalu mendukung dan siap membantunya kapan saja dibutuhkan.

Dengan mengajarkan untuk tak takut binatang, Bunda secara tidak langsung turut mengasah kecerdasan naturalis Si Kecil. Kecerdasan naturalis merupakan kemampuan berpikir dan belajar yang berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan sekitar. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan mengenali bentuk benda hidup dan mati, seperti tumbuhan dan binatang, cuaca, maupun ruang angkasa.

Kecerdasan naturalis yang terus terasah pada Si Kecil akan memberikannya kemampuan untuk mengenali lingkungan sekitar dan perubahannya. Hal ini akan membuat si Kecil lebih mudah menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan di mana pun berada. Ingin tahu lebih lanjut mengenai kecerdasan naturalis? Bunda dapat mengakses https://www.morinagamiplayplan.com!

(NB/ RH)