Ajarkan Kebiasaan Ini agar Anak Terhindar dari Kuman

Oleh dr. Melyarna Putri pada 26 Dec 2018, 14:12 WIB
Berikanlah anak bekal kebiasaan sehat agar ia terhindar dari kuman dan tidak mudah sakit.
Ajarkan Kebiasaan Ini agar Anak Terhindar dari Kuman (Dean Drobot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai orang tua, rasanya selalu waswas menjaga anak sehari-hari. Baru selesai mandi, si anak langsung turun lagi main pasir di belakang rumah. Bagus, sih, untuk proses belajar, tapi bagaimana jika kegiatan tersebut justru menjadi sarang kuman penyakit?

Memberitahu anak tentang kebersihan memang kadang sulit. Orang tua kadang bingung harus bersikap seperti apa. Melarangnya bermain ini itu tentunya akan meredupkan kreativitasnya, namun dalam hati cemas juga ketika seluruh tubuh anak kotor karena bermain lumpur. Kuncinya adalah membiarkan anak bermain apa yang diinginkannya, namun tetap membekalinya mengenai tips kebersihan.

Awali dengan pengenalan kuman

Pertama-tama, orang tua dapat membiasakan anak untuk mencuci tangan rutin. Ini mungkin tidak mudah. Anda perlu menjelaskan kepadanya mengapa cuci tangan itu penting, salah satunya dengan mengajarkan anak mengenai kuman. Tentunya mereka akan bertanya-tanya benda seperti apakah kuman itu.

Bahaya dari tidak mencuci tangan adalah kuman penyakit bisa bersarang di tubuh. Lalu, bagaimana menjelaskan hal ini kepadanya? Membuat aktivitas seru untuk menjelaskan kuman tampaknya lebih mudah dimengerti oleh anak. Berikut caranya:

  1. Permainan akan lebih asyik bila dimainkan ramai-ramai, semakin banyak anak semakin baik.
  2. Kumpulkan anak-anak di dalam ruangan lengkap dengan perabotnya.
  3. Siapkan hand sanitizer dan serbuk glitter beberapa warna.
  4. Teteskan hand sanitizer ke tangan satu orang anak sebanyak dua tetes, usap usap ke seluruh telapak tangan.
  5. Sebelum mengering, ambil serbuk glitter secukupnya dan letakkan di telapak tangan anak.
  6. Gosok kedua tangan supaya glitter merata di seluruh telapak tangan
  7. Jelaskan kepada anak, serbuk glitter diibaratkan sebagai kuman yang berada di telapak tangan. Perlu juga dijelaskan bahwa pada kenyataannya kuman tidak dapat dilihat dengan mata.
  8. Lalu ajak anak tersebut untuk menjabat tangan anak lainnya.
  9. Ajak pula anak tersebut untuk menyentuh benda-benda di sekitarnya.
  10. Lakukan secara bergantian. Bila berbeda anak, bedakan warna glitter yang digunakan.
  11. Setelah setiap anak mencoba, maka ajak mereka untuk memperhatikan glitter di telapak tangan dan benda-benda sekeliling.

Telapak tangan anak akan memiliki glitter dengan warna berbeda-beda, begitu juga dengan benda-benda di dalam ruangan yang tadi disentuhnya. Melalui cara yang sama penyebaran kuman terjadi melalui tangan. Melalui tangan, kuman berpindah ke tangan lain, benda-benda yang disentuh, bahkan bisa masuk ke dalam makanan dan mulut bila tidak mencuci tangan ketika sebelum makan.

Untuk menghilangkan glitter  ‘kuman’ di tangan anak, maka hal yang harus dilakukan adalah mencuci tangan. Katakan kepada bahwa mencuci tangan yang benar akan menghilangkan kuman di tangan sehingga mencegah penyebaran kuman berpindah dari ke tempat lain.

Cara mencuci tangan yang benar

Ajak anak untuk mencuci tangan dengan tepat. Seperti apa itu? Cuci tangan dianjurkan dengan menggunakan sabun antikuman. Teteskan sabun di telapak tangan, alirkan air mengalir di atasnya sambil digosok-gosok ke seluruh telapak tangan dan jari. Bila sudah bersih, tutup keran dengan menggunakan siku. Keringkan tangan dengan menggunakan lap, handuk, atau kain sekali pakai.

Cuci tangan dapat dilakukan sebelum dan setelah makan, setelah bermain, setelah menggunakan toilet, setelah bersin, setelah bermain dengan hewan peliharaan, dan setelah berkontak dengan sampah.

Selain itu, ajak anak untuk memperhatikan bahwa glitter ‘kuman’ yang tadinya berada di tangan mereka, akan hilang setelah mencuci tangan dengan baik. Begitu pula kuman yang sebenarnya. Walau kasatmata, kuman akan hilang dengan sendirinya bila anak mencuci tangan dengan benar.

Membiasakan anak mencuci tangan dengan benar adalah tantangan tersendiri. Tapi jangan putus asa, karena itu artinya orang tua harus lebih kreatif. Cobalah mengenalkan kuman dengan cara asyik dan menyenangkan sehingga dapat lebih diterima dan dijalankan di kehidupan sehari-hari anak. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir ketika anak bermain kotor setiap hari karena sudah mencuci tangan.

[RS/ RH]