Jarang Liburan, Buruk bagi Kesehatan Jantung?

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 07 Jan 2019, 11:30 WIB
Penelitian telah membuktikan bahwa jarang liburan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Tidak percaya?
Jarang Liburan, Buruk bagi Kesehatan Jantung? (PR Image Factory/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jika Anda termasuk orang yang memiliki jadwal padat, meluangkan waktu untuk pergi berlibur bisa jadi terasa sangat merepotkan. Membayangkan pekerjaan yang justru kian menumpuk sepulang liburan, tak jarang membuat banyak orang akhirnya enggan berlibur. Padahal, jarang liburan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, salah satunya bagi kesehatan jantung.

Sebuah studi bertajuk Framingham Heart Study menemukan bahwa perempuan yang lebih sedikit pergi berlibur, memiliki risiko hingga delapan kali lebih tinggi mengalami serangan jantung dibandingkan dengan perempuan yang lebih sering berlibur. Temuan ini didukung oleh berbagai studi lain yang menyatakan bahwa liburan merupakan suatu aktivitas yang baik untuk kesehatan, tentunya jika diisi dengan kegiatan yang positif dan juga menyehatkan.

Menumpuknya stres dapat berujung pada berbagai kebiasaan yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Mulai dari kebiasaan makan yang buruk, istirahat tidak teratur, dan terbengkalainya rutinitas olahraga. Oleh karena itu, liburan dapat menjadi titik balik untuk mengembalikan kebiasaan-kebiasaan hidup sehat yang tentunya membantu memelihara fungsi jantung.

Liburan untuk jantung yang sehat

Liburan bukanlah suatu kemewahan yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Kegiatan ini dapat menjadi sebuah kebutuhan untuk mengembalikan fungsi fisik dan psikis yang mulai kelelahan dalam menghadapi rutinitas, termasuk membina kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Liburan yang diisi dengan aktivitas yang tepat, akan membuat Anda menjadi orang yang lebih produktif saat kembali menjalani rutinitas. Untuk itu, jangan remehkan pentingnya liburan bagi kesehatan Anda.

Mengatur waktu berlibur sering kali dianggap sebagai sesuatu yang sulit. Hal ini karena adanya anggapan bahwa berlibur sama dengan pergi ke sebuah tempat yang jauh, dan memerlukan biaya yang besar. Padahal, sekadar berlibur sederhana untuk mengembalikan tubuh dan pikiran yang penat kembali segar tidaklah sulit.

Tujuan utama berlibur adalah melepaskan diri dari berbagai stresor akibat rutinitas sehari-hari. Beberapa tips untuk berlibur sederhana di antaranya:

  • Staycation: tidak perlu menginap di luar kota, Anda dapat menginap selama semalam atau dua malam di tujuan yang tidak jauh dari tempat tinggal Anda.

Selain itu, Anda bisa tetap tidur di rumah, tapi merencanakan berbagai kunjungan ke objek wisata atau tempat yang digemari saat mengambil jatah libur. Anda juga bisa mengisi staycation dengan aktivitas yang melepas penat, seperti meditasi, yoga, atau berjalan santai bersama keluarga.

  • Mengunjungi teman atau sanak saudara: siapa bilang bertamu tidak bisa menjadi ajang untuk berlibur? Melepas penat dengan berbincang santai dan tertawa lepas dengan kerabat akrab dapat mengembalikan mood sekaligus menjadi ajang melepas stres.
  • Berlibur di luar musim liburan: pergi berlibur saat musim liburan sekolah atau hari raya biasanya membutuhkan biaya yang lebih besar. Belum lagi objek- objek wisata yang penuh saat high season, justru bisa membuat Anda semakin stres. Cobalah untuk mengambil waktu berlibur di luar musim liburan, sehingga Anda dapat bersantai dan menikmati objek wisata dengan tenang.

Masalah kesehatan jantung juga kerap dikaitkan dengan kadar kolesterol yang tinggi. Untuk mencegah tingginya kadar kolesterol, Anda bisa menerapkan kiat TANGKAL dalam pola hidup Anda. TANGKAL adalah singkatan dari:

  • Teratur periksa kolesterol 2 tahun sekali sejak usia 25 tahun;
  • Awasi asupan dan pola makan;
  • Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol;
  • Giat olahraga;
  • Kendalikan berat badan dan hindari stres;
  • Awasi tekanan darah; dan
  • Lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester.

Selain dapat memengaruhi kesehatan mental, jarang liburan juga ternyata dapat mengganggu kesehatan jantung. Oleh karena itu, pergilah liburan ketika ada kesempatan dan waktu. Isi waktu liburan Anda dengan berbagai kegiatan yang Anda gemari dan dapat menenangkan diri Anda. Hal ini tentu akan berdampak positif bagi tubuh, termasuk kesehatan jantung.

[HNS/RH]