Makan Biskuit Bisa Stimulasi Pertumbuhan Gigi Bayi

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 07 Jan 2019, 15:25 WIB
Selain teether, biskuit juga dapat diberikan kepada bayi untuk merangsang pertumbuhan giginya.
Makan Biskuit Bisa Stimulasi Pertumbuhan Gigi Bayi (Goodluz/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki masa MPASI, bayi sudah boleh diberikan makanan selain ASI. Selain makanan dalam menu harian, camilan seperti biskuit juga dapat disajikan sebagai asupan tambahan. Tak hanya enak, biskuit dengan nutrisi lengkap juga baik untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi sekaligus membantu menstimulasi pertumbuhan giginya.

Normalnya, pertumbuhan gigi susu bayi dimulai pada usia enam bulan. Diawali dengan gigi seri bawah yang rata-rata tumbuh sekitar usia 6–10 bulan, sedangkan gigi seri atas tumbuh sekitar usia 8–12 bulan.

Meski demikian, kecepatan pertumbuhan gigi antara bayi yang satu dengan bayi lainnya belum tentu sama. Tak sedikit anak yang baru tumbuh gigi pertama saat usianya 1 tahun, dan saat gigi tersebut keluar, bisa jadi lebih dari satu gigi yang tumbuh dalam waktu bersamaan. Hal tersebut normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Akan tetapi, Bunda dapat membantu merangsang pertumbuhan gigi bayi dengan makanan yang lebih keras seperti biskuit –dengan catatan, jika bayi sudah berusia 8–9 bulan.

Untuk mendapatkan manfaat dari biskuit sebagai salah satu faktor pendukung pertumbuhan gigi bayi, Bunda perlu memberikan biskuit dengan cara yang tepat. Berikut beberapa tips dalam memberikan biskuit kepada si Kecil:

  1. Sebelum memberi makanan bertekstur keras atau padat, mulailah dengan yang lunak terlebih dulu. Pada awal pemberian MPASI, camilan biskuit yang dilunakkan bisa dikombinasikan dengan ASI (sebanyak 30–50 ml).
  1. Setelah anak terbiasa mengunyah dan memasuki usia 8–9 bulan, Bunda dapat memberikan biskuit dalam bentuk yang tidak dilumatkan. Misalnya, disajikan dengan potongan kecil atau pilih biskuit dengan ukuran yang mudah digenggam oleh bayi sehingga bayi dapat menggigit sendiri biskuitnya.
  1. Usahakan untuk tidak memberikan biskuit mendekati jam makan, karena nanti bayi akan kenyang dan memengaruhi nafsu makannya.
  1. Tetap dampingi bayi saat sedang makan biskuit untuk menghindari bahaya tersedak.
  1. Jangan biasakan bayi untuk mengemut makanan karena mudah meningkatkan risiko karies gigi.

Selain itu, Bunda juga harus teliti dalam memilih jenis biskuit yang akan diberikan kepada bayi. Ini panduan dalam memilih biskuit untuk si Kecil:

  • Pilih biskuit yang memiliki kandungan nutrisi yang mendukung tumbuh kembang si Kecil, seperti zat besi, AA, DHA, vitamin C, dan vitamin E.
  • Jika bayi sudah dapat memegang makanannya sendiri, pilihlah biskuit yang bertekstur keras dan berpori tetapi gampang larut saat terkena air liur. Hal ini agar menstimulasi pengunyahan dan mencegah anak tersedak.
  • Pastikan biskuit mengandung zat gizi yang mendukung pertumbuhan gigi seperti kalsium dan vitamin D.
  • Perhatikan kandungan gula di dalam biskuit bayi tersebut. Hindari biskuit yang mengandung gula berlebihan karena dapat meningkatkan risiko obesitas saat si Kecil mulai bertambah usianya.
  • Apabila bayi mengalami alergi susu sapi, pilihlah biskuit yang tidak memiliki kandungan susu sapi.
  • Waspada jika bayi memiliki riwayat intoleransi laktosa. Hindari biskuit yang mengandung gluten dan gandum.
  • Usahakan untuk memilih biskuit yang terbuat dari bahan alami tanpa pengawet dan pemanis buatan.

Sebagai kesimpulan, biskuit dapat merangsang pertumbuhan gigi bayi asal diberikan dengan tepat. Penting juga untuk memilih biskuit dengan kandungan nutrisi yang dapat menstimulasi gigi si Kecil, seperti kalsium dan vitamin D.

[RS/ RH]