Tambahkan Gula dan Garam pada MPASI, Amankah?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 07 Jan 2019, 15:30 WIB
Pemberian gula dan garam pada MPASI yang tidak sesuai anjuran dapat berdampak negatif.
Tambahkan Gula dan Garam pada MPASI, Amankah? (Syda Productions and Juhamatti Vahdersalo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki usia 6 bulan, si Kecil sudah mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Hal ini menjadi tantangan baru bagi Ayah dan Bunda saat menyiapkan menu makanan. Berbagai cara dilakukan agar si Kecil mau mengonsumsi makanan yang telah dibuat. Salah satu cara yang kerap menjadi pilihan adalah dengan menambahkan garam dan gula sebagai penyedap rasa.

Perlu diketahui bahwa bayi di bawah 1 tahun memiliki langit-langit mulut yang belum berkembang sempurna. Ini membuat rasa hambar dalam makanan MPASI tidak terasa hambar oleh bayi itu sendiri. Oleh karena itu, pada usia tersebut, berikan kesempatan pada si Kecil untuk mencicipi rasa murni dari makanan yang berasal dari sumber alami.

Menurut World Action on Salt & Health, bayi sebenarnya hanya membutuhkan sedikit asupan garam pada makanannya, yakni sekitar 5–10 persen dari total kebutuhan energi harian anak (0,4 gram natrium). Hal ini disebabkan ginjal anak yang berperan dalam mengolah dan mencerna garam belum berkembang sempurna.

Sementara, pemberian gula pada MPASI menurut American Heart Association Guideliners adalah sebagai berikut:

  • Bayi usia 6-8 bulan hanya boleh mendapatkan ½–1 sdt gula per hari.
  • Bayi usia 8-12 bulan hanya boleh mendapatkan ½–1 ½ sdt gula per hari.

Aturan tersebut berlaku untuk gula tambahan (gula pasir), bukan gula alami yang terdapat dalam makanan seperti buah-buahan. Meski pada dasarnya anak-anak membutuhkan gula sebagai energi, tetapi berikanlah dalam jumlah yang sesuai rekomendasi.

Jika pemberian gula dan garam di luar takaran yang dianjurkan, ada beberapa dampak negatif yang bisa terjadi, seperti:

  1. Kerusakan gigi

Pemberian gula yang berlebihan pada menu MPASI dapat meningkatkan risiko gigi berlubang nantinya.

  1. Daya tahan tubuh menurun

Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan tingginya kadar gula di dalam darah. Hasilnya, sistem kekebalan tubuh anak dapat menurun alias mudah sakit.

  1. Gangguan pada organ ginjal

Ketika ginjal bayi belum berkembang sempurna tetapi sudah dibebani asupan garam dalam jumlah tinggi, maka semakin lama ginjal tidak dapat memproses dan membuang garam keluar dari tubuh. Kemudian, hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, penyakit jantung, maupun gagal ginjal.

  1. Risiko obesitas

Waspada jika si Kecil sering diberikan asupan MPASI dengan kadar gula berlebih. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya overweight (kelebihan berat badan) atau obesitas pada anak.

  1. Risiko diabetes

Selain gangguan obesitas, pemberian gula yang berlebihan pada anak kurang dari 1 tahun dapat meningkatkan terjadinya penyakit kencang manis (diabetes).

Sebenarnya garam dan gula bisa didapatkan dari sumber makanan alami. ASI, misalnya, mengandung 0,4 gram sodium yang sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian si Kecil.

Perhatikan juga bahwa pada awal pemberian MPASI, kenalkan si Kecil dengan sumber makanan alami yang berbahan sayur dan buah. Jika memang ingin menambahkan asupan gula dan garam, pastikan untuk memberikannya dalam jumlah yang direkomendasikan untuk menghindari kerusakan gigi hingga risiko diabetes.

[RS/ RH]