Apakah MPASI Berbahan Organik Lebih Baik?

Oleh dr. Atika pada 22 Mar 2019, 08:29 WIB
Kepopuleran MPASI berbahan organik kian meningkat belakangan ini. Apakah MPASI berbahan organik lebih baik dibandingkan bahan non-organik?
Apakah MPASI Berbahan Organik Lebih Baik? (Lithiumphoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat pemberian MPASI tiba, biasanya para Bunda akan mulai kerepotan. Terutama karena ini merupakan pengalaman pertama sang buah hati mengonsumsi makanan padat. Pastinya Bunda juga akan berusaha untuk memberikan MPASI yang terbaik bagi si Kecil. Apalagi saat ini, banyak sekali pilihan bahan makanan yang ditawarkan, mulai dari yang organik sampai non-organik.

Memperkenalkan MPASI

Usia 6 bulan merupakan masa yang penting bagi bayi. Sebab, pada usia tersebut si Kecil mulai diperkenalkan kepada makanan padat pertama atau makanan pendamping ASI (MPASI).

Kecukupan nutrisi bayi tidak lagi dapat terpenuhi hanya dengan pemberian ASI (air susu ibu). Kandungan mikronutrien dan makronutrien yang ada pada ASI sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi, terutama kandungan zat besi. Karena itu, asupan si Kecil sudah harus dibarengi dengan makanan tambahan lain.

Seperti apa tanda-tanda fisik bayi yang siap menerima makanan selain ASI? Tanda-tanda fisik yang diperlihatkan si Kecil antara lain refleks menjulurkan lidahnya sudah sangat berkurang, sudah bisa duduk tanpa/hanya dengan sedikit bantuan, serta sudah mampu menahan kepala tetap tegak.

Sementara itu, kesiapan psikologis si Kecil untuk menerima makanan padat juga dapat terlihat dari perilaku bayi. Si Kecil biasanya akan menunjukkan rasa ketertarikan pada makanan ketika melihat anggota keluarga lain, seperti ibu atau kakaknya makan.

MPASI organik atau non-organik?

Ketika telah tiba saatnya untuk memulai MPASI, orang tua perlu mengedepankan higienitas dalam proses pengolahannya. Selain itu, orang tua juga harus memilih bahan makanan yang baik dan sehat untuk sang buah hati. Salah satu bentuk bahan makanan yang bisa dipilih orang tua adalah yang bersifat organik.

Bahan makanan organik ditumbuhkan atau diproses tanpa penyubur sintetis maupun pestisida. Disinilah keunggulan makanan organik, sebab dapat membatasi paparan bayi terhadap zat-zat tersebut.

Penanaman tradisional seringkali menggunakan pestisida untuk melindungi tanamannya dari jamur, serangga, maupun berbagai penyakit. Sayangnya, pestisida tersebut kadang masih tersisa pada makanan. Residu pestisida ini berisiko menimbulkan bahaya kesehatan, terutama pada bayi yang masih rentan.

Namun dalam hal kandungan nutrisi, tidak ada perbedaan antara bahan makanan organik dengan yang non-organik. Penelitian dari Departemen Pertanian Amerika Serikat menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kandungan nutrisi keduanya.

Jadi, pilih organik atau non-organik?

Sesuai peraturan, bahan makanan yang diperdagangkan di pasaran telah melalui uji keamanan oleh badan pemerintahan yang bersangkutan. Oleh karena itu, meski tidak bersifat organik, bahan makanan yang dijual di pasaran aman dari kadar residu pestisida yang tinggi.

Meski demikian, memang tidak ada salahnya bila ada orang tua lebih memilih bahan makanan organik dalam membuat MPASI untuk si Kecil. Salah satu kelebihannya adalah sifat makanan organik yang lebih ramah lingkungan.

Bahan makanan organik juga diklaim memiliki rasa yang lebih nikmat. Bila dapat membantu si Kecil lebih menikmati makanannya, tentu boleh saja memberikan bahan makanan organik.

Bila Anda memilih membuat sendiri makanan bayi dari bahan organik, Anda bisa memilih sumber karbohidrat berupa beras putih dan beras merah organik. Kacang hijau organik bisa dipilih sebagai sumber protein yang baik. Beragam sayuran seperti bayam, sawi, kailan, tomat, juga telah tersedia di pasaran dalam yang bersifat organik.

Apapun itu, baik organik maupun non-organik, yang paling penting adalah memberikan MPASI yang bergizi dan sehat untuk si Kecil. Misalnya, MPASI instan organik yang bisa dijadikan salah satu pilihan. MPASI instan organik telah melalui pemrosesan alami tanpa pestisida, pengawet, dan kandungan kimia lainnya di dalamnya jadi tetap aman sekaligus sehat. Yang paling penting, Bunda juga harus tetap menjaga higienitas sebelum mengolah makanan. Meski makanan organik, mencuci dan mengupas buah dan sayuran tetap penting dilakukan.

[HNS/ RH]

wheni ekawheni eka

Deleniti ea repudiandae ut porro amet nisi. Pariatur vel harum et totam voluptatem. Iusto unde exercitationem aut doloremque consequatur quaerat. Omnis et quia impedit.

Angelia ThongAngelia Thong

In earum inventore ullam non. Aut magni minus fugit iure. Id qui numquam molestiae. Velit necessitatibus est placeat sint.

Angelia ThongAngelia Thong

Voluptatibus quibusdam quas totam quas quas. Aspernatur libero inventore neque quis.

Lihat Lainnya