Apakah Pisang Kerok Aman untuk si Kecil?

Oleh dr. Atika pada 22 Mar 2019, 09:20 WIB
Pisang kerok menjadi salah satu menu pilihan ketika si Kecil memulai MPASI. Kenali lebih dalam seputar pisang kerok sebagai MPASI di sini.
Apakah Pisang Kerok Aman untuk si Kecil? (Bigacis & Yevhenii Popov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pisang kerok menjadi salah satu menu primadona bagi para Bunda yang mulai memberikan MPASI untuk si Kecil. Wajar saja mengingat buah berwarna kuning ini sarat akan kandungan nutrisi yang baik bagi sang buah hati. Ditambah lagi, buah pisang sangat mudah didapat di Indonesia.

Pemberian MPASI umumnya diberikan pada bayi berusia 6 bulan. Sebab, kebutuhan nutrisi bayi, baik dalam aspek makronutrien maupun mikronutrien, sudah tidak dapat dicukupi hanya oleh ASI. Oleh sebab itu, pemberian MPASI yang tepat bermanfaat untuk menunjang tumbuh dan kembang bayi.

Jangan pernah remehkan fase pemberian MPASI untuk bayi. Sebab, pemberian MPASI yang tepat dan bergizi sangat berpengaruh terhadap pencegahan terjadinya stunting. Stunting adalah kondisi dimana anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari usianya. Tidak hanya berpengaruh terhadap perawakan, stunting juga berujung pada risiko pertumbuhan otak yang tidak optimal, sehingga dapat terjadi gangguan proses belajar di kemudian hari.

Pisang Kerok sebagai MPASI

Perlu Bunda ingat, pemberian MPASI harus dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil. Pastikan juga MPASI yang diberikan memiliki tekstur yang mudah dicerna, seperti buah pisang.

Pisang yang dikerok dapat memberikan tekstur lembek, sehingga pas sekali untuk diberikan pada bayi yang baru belajar makan. Rasanya yang manis tentu disukai si Kecil yang terbiasa dengan rasa ASI. Pisang juga bersifat hipoalergenik, atau jarang menyebabkan alergi.

Selain itu, pisang merupakan jenis buah yang kaya akan karbohidrat, zat gizi yang berfungsi untuk memberikan tenaga. Dalam 100 gram pisang, terkandung 23 gram karbohidrat dan 1 gram protein. Kandungan mineral kalium pisang juga sangat tinggi.  Dilansir dari Medicalnewstoday, kandungan kalium dalam pisang sebanyak 422 milligram, jauh bila dibandingkan dengan pepaya sebanyak 265 milligram.

Pisang juga mengandung vitamin C, vitamin B6, vitamin A, folat, magnesium, dan zat besi. Kekayaan serat dalam pisang dapat membantu mencegah konstipasi (buang air besar) keras pada bayi.

Sebagai makanan pertama bayi, pisang bisa dibentuk dalam puree. Anda hanya cukup mengerok buah pisang dengan halus kemudian mencampurkannya dengan sedikit ASI. Dengan begitu, tekstur semi-cair akan diperoleh. Bayi juga tidak terkejut dengan rasa makanan barunya karena terdapat sedikit campuran ASI.

Ketika bayi sudah semakin besar, pisang bisa dibuat menjadi bermacam-macam menu MPASI. Misalnya biskuit pisang home-made, bolu pisang, dan puding pisang.

Anda tertarik untuk memberikan pisang sebagai menu pertama buah hati Anda? Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

  1. Perhatikan Kesiapan Bayi Menerima MPASI

Ini adalah salah satu hal penting untuk Bunda perhatikan ketika si Kecil sudah berusia 6 bulan. Secara umum, bayi yang berusia 6 bulan ke atas sudah siap untuk menerima makanan pertamanya. Tanda-tanda yang dapat Bunda lihat, antara lain si Kecil sudah bisa duduk tanpa/hanya dengan sedikit bantuan, refleks bayi menjulurkan lidah sudah jauh berkurang, serta bayi bisa menahan kepalanya tetap tegak.

Hal lain yang bisa Bunda perhatikan adalah kadang kala si Kecil mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap makanan. Biasanya si Kecil akan menggenggam, mengambil, atau menarik apa yang Bunda makan.

Pemberian MPASI di bawah usia 6 bulan secara umum tidak disarankan, kecuali terdapat anjuran dokter spesialis anak. Pemberian pisang maupun MPASI apapun terlalu dini, akan membahayakan kesehatan sang bayi.

Risiko alergi dan gangguan pencernaan akan menjadi lebih besar. Gangguan pencernaan yang terjadi bisa bermacam-macam, mulai dari kembung, kolik, buang air besar keras, hingga sumbatan usus. Oleh karena itu, pemberian MPASI di bawah 6 bulan (kecuali atas petunjuk dokter) harus dihindari.

  1. Pilih Jenis Pisang yang Tepat

Jenis pisang yang sebaiknya diberikan pada bayi adalah jenis pisang Ambon, Cavendish, dan pisang barangan. Jenis pisang tersebut memiliki cita rasa manis yang umumnya disukai bayi.

Ketika matang, tekstur jenis pisang tersebutterasa lembut dan creamy. Hindari pemberian jenis pisang yang mengandung biji maupun yang belum terlalu matang.

  1. Pengolahan yang Tepat

Pastikan buah pisang dihancurkan dengan baik dan merata sebelum diberikan pada bayi yang baru mulai belajar makan. Salah satu poin penting dalam pemberian MPASI adalah tepat dalam hal tekstur.

Untuk bayi yang baru pertama kali makan, makanan harus dibuat semi-likuid atau agak sedikit cair untuk mencegahnya tersedak. Tersedak dapat berbahaya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk membatukkan diri dengan keras demi mengeluarkan makanan yang menyumbat saluran napasnya.

Selain hal-hal tersebut, Bunda juga harus menjaga kebersihan makanan dan peralatan makan karena bayi memiliki imunitas yang terbilang rendah. Cuci tangan Anda dengan baik sebelum mulai memegang pisang dan membuat pisang kerok sebagai MPASI. Selain itu, Anda dapat memberikan MPASI instan dengan varian rasa pisang. Selain rasanya enak dan bernutrisi, tekstur MPASI instan ini juga sesuai dengan kemampuan makan si Kecil.

[HNS/ RH]

IPAH similikitiIPAH similikiti

Voluptas qui quaerat pariatur quisquam ut vel amet necessitatibus. Aliquid voluptatibus harum omnis facere et exercitationem nisi incidunt.

IPAH similikitiIPAH similikiti

Exercitationem saepe illum et iure. Eligendi officiis ut vitae veritatis veniam. Expedita eos nihil facilis. Cumque quas sunt quasi doloribus.

IPAH similikitiIPAH similikiti

Accusantium fugiat a ut veniam. Ex vel dolorum voluptatibus id harum. Eum quisquam non debitis. Vero animi quis aperiam quasi cupiditate.

Lihat Lainnya