5 Anggapan Keliru Soal Masa Kehamilan

Oleh dr. Grace Valentine pada 11 Feb 2019, 16:15 WIB
Banyak anggapan keliru seputar masa kehamilan yang beredar di masyarakat. Jangan tertipu, cari tahu fakta medisnya di sini!
5 Anggapan Keliru Soal Masa Kehamilan (YAKOBCHUK VIACHESLAV/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berita hoaks tak henti-hentinya beredar di masyarakat. Salah satu yang mungkin sering Anda temukan adalah mengenai masa kehamilan. Hoaks yang seperti itu biasanya berasal dari sumber yang tidak jelas, dibagikan melalui jejaring sosial, dan ditelan mentah-mentah oleh orang yang membacanya.

Nah, supaya Anda tidak terjerumus dan terjerat hal yang merugikan, berikut lima anggapan keliru soal masa kehamilan beserta fakta medis di baliknya:

  1. Ibu hamil wajib makan lebih banyak

Ini adalah mitos belaka. Faktanya, ibu hamil tidak memerlukan tambahan kalori hingga dua kali lipat daripada kebutuhannya sebelum hamil.

Selama trimester pertama, ibu hamil sebenarnya tidak membutuhkan tambahan kalori. Dengan kata lain, ibu hamil trimester awal hanya perlu makan dan mendapatkan asupan kalori seperti biasanya, yaitu sekitar 1.800–2.200 kalori per hari.

Pada trimester kedua, barulah ibu hamil membutuhkan tambahan 350 kalori per hari. Sedangkan pada trimester ketiga, ibu hamil membutuhkan tambahan 450 kalori per hari. Bila hamil anak kembar, sang ibu membutuhkan tambahan 300 kalori per hari untuk masing-masing janin.

Selama kehamilan, pastikan Anda menerapkan diet bergizi seimbang, tinggi protein, tinggi serat, dan kaya lemak sehat.

  1. Tidur siang akan mengganggu pertumbuhan janin

Bagi ibu hamil, istirahat cukup adalah hal penting yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan dan pertumbuhan janin. Ibu hamil sebaiknya menyempatkan tidur siang, terutama ketika menginjak usia kehamilan di trimester pertama dan terakhir. Tidur siang akan memberi manfaat, khususnya untuk mempertajam konsentrasi dan memperkuat memori.

Kendati demikian, keseimbangan durasi tidur siang dan malam bagi ibu hamil haruslah diperhatikan. Seperti disadari bahwa seseorang yang tidur siang terlalu lama umumnya akan susah tidur pada malam hari. Padahal, tidur di malam hari adalah prioritas dan jauh lebih penting bagi ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak melakukan tidur siang lebih dari 3 jam.

  1. Hubungan seks saat hamil bisa sebabkan kelahiran prematur

Apabila terdapat komplikasi atau penyulit seperti riwayat keguguran, kontraksi prematur, plasenta previa, inkompetensia serviks, hubungan seks menjadi suatu aktivitas yang dilarang untuk dilakukan selama kehamilan. Namun, jika kehamilan sehat dan tidak bermasalah, hubungan seks selama hamil tidaklah dilarang.

Kendati begitu, hubungan seksual selama hamil wajib dilakukan dengan posisi yang nyaman. Komunikasi yang baik dengan pasangan mengenai perasaan dan kekhawatiran Anda mengenai hubungan seksual sangat disarankan, agar tetap merasa nyaman selama kehamilan.

  1. Ibu hamil tidak boleh berolahraga

Olahraga aman dilakukan selama kehamilan bila Anda sehat dan kehamilan normal. Olahraga rutin selama kehamilan justru membuat Anda tetap sehat dan merasa lebih segar selama hamil.

Berolahraga teratur selama kehamilan bahkan dapat memperbaiki postur tubuh dan menurunkan rasa tidak nyaman. Penelitian juga mengungkap bahwa berolahraga selama kehamilan mampu mencegah diabetes gestasional, menurunkan stres, dan menyiapkan stamina yang dibutuhkan saat persalinan nanti.

Namun, sebelum berolahraga, ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jenis olahraga yang paling sesuai dengan kondisi ibu hamil.

  1. Es atau minuman dingin bikin ibu hamil punya janin besar

Konsumsi es atau minuman dingin saat hamil tidak membuat janin bertambah besar. Hal yang perlu diwaspadai bukan es atau airnya, melainkan campuran yang digunakan.

Anda wajib memerhatikan kandungan gula dan kalori pada minuman dingin yang dikonsumsi. Kandungan gula itulah yang bisa membuat janin di dalam kandungan membesar dan memiliki berat di atas normal.

Itu dia fakta medis di balik anggapan keliru soal masa kehamilan. Setelah tahu yang sebenarnya, diharapkan Anda tak lagi menelan mentah-mentah segala informasi yang didapatkan di mana saja, apalagi bila itu menyangkut masalah kesehatan.

(NB/ RH)