Bisa Menikmati Makanan Manis Tanpa Rasa Khawatir

Oleh KlikDokter pada 12 Jun 2019, 13:00 WIB
Makanan dan minuman manis selalu dikaitkan dengan berbagai penyakit. Padahal, Anda bisa menikmati rasa manis tanpa khawatir.
Bisa Menikmati Makanan Manis Tanpa Rasa  Khawatir (Ismed_Photography_SS/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang mengaitkan makanan dan minuman manis dengan berbagai penyakit. Mulai dari diabetes, obesitas, hingga kerusakan gigi. Ini pula alasan sebagian orang akhirnya membatasi diri untuk mengonsumsinya. Padahal, ada cara untuk menikmati rasa manis tanpa dibayang-bayangi kekhawatiran.

Rasa manis pada makanan dan minuman pada umumnya diperoleh dari gula atau karbohidrat sederhana. Selain itu, rasa manis juga didapatkan dari pemanis buatan, seperti sukralosa, sakarin, aspartame, dan xylitol.

Manfaat makanan manis bagi tubuh

Tak melulu soal penyakit, rasa manis dalam makanan dan minuman dapat memberikan manfaat bagi tubuh bila dikonsumsi tidak berlebihan. Apa saja?

  • Sumber energi

Karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh. Agar dapat digunakan tubuh, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa yang nantinya akan mengalir melalui pembuluh darah ke sel-sel tubuh untuk diolah menjadi energi.

Namun, tidak semua sel tubuh akan menggunakan glukosa sebagai energi. Contohnya, otot dan hati akan menyimpannya sebagai cadangan. Glukosa cadangan tersebut akan digunakan jika tidak ada glukosa yang masuk ke dalam tubuh atau ketika tubuh mengalami defisit energi.

  • Meningkatkan kemampuan berpikir

Glukosa merupakan ‘bahan bakar’ untuk kerja otak. Tak heran jika mengonsumsi makanan atau minuman manis dapat meningkatkan proses berpikir, konsentrasi, dan daya ingat seseorang.

Bagaimana bila kandungan glukosa cadangan di hati dan otot habis? Tubuh secara otomatis akan menggunakan lemak dan protein untuk memperoleh energi.

Ketika lemak dan protein habis, tubuh akan memaksa otot untuk tetap bekerja menggunakan energi yang tersisa. Inilah yang membuat seseorang merasa lemas, mudah lelah, dan kehilangan konsentrasi berpikir.

  • Menjaga kestabilan mood

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terjadi reaksi kimia di otak setelah seseorang mengonsumsi makanan manis. Makanan manis dapat melepaskan hormon serotonin yang dapat membantu menstabilkan suasana hati dan mencegah depresi.

Makanan manis bisa mengaktifkan pusat kesenangan di otak. Selain itu juga dapat meningkatkan produksi hormon dopamin yang bisa membuat seseorang merasa bahagia setelah mengonsumsinya.

  • Pemanis buatan pun aman

Pemanis alami memang dipercaya lebih sehat dari gula. Namun faktanya, tidak ada perbedaan signifikan dari kandungan vitamin dan mineralnya. Ketika dicerna oleh tubuh, keduanya akan menjadi glukosa dan fruktosa.

Untuk itu, mengganti pemanis alami dengan pemanis buatan yang aman tidak akan berpengaruh buruk pada kesehatan Anda. Nulife Sweetener adalah salah satu yang bisa Anda coba.

Produk pemanis buatan yang terbuat dari sukralosa ini diolah dari tebu dan bebas kalori. Nulife Sweetener juga memiliki sejumlah keunggulan, yakni tidak pahit dan tahan panas meskipun digunakan untuk memasak, hemat takaran saji karena satu sachet sama dengan dua sendok gula pasir, serta enak dan tidak menimbulkan efek samping.

Produk ini digolongkan sebagai pemanis yang tidak meningkatkan gula darah, tidak diserap, dan tahan panas. Saat diaplikasikan ke minuman atau makanan, kalorinya pun lebih rendah dibandingkan menggunakan gula pasir biasa. Anda pun dapat terhindar dari risiko diabetes.

Karena dikemas dalam bentuk sachet, Nulife Sweetener dapat dengan praktis dibawa ke mana pun Anda pergi. Jadi, produk ini sangat pas dijadikan teman saat mudik ke kampung halaman atau ketika liburan.

Jadi, Anda tak perlu lagi khawatir akan urusan menikmati makanan dan minuman. Bahkan, pemanis buatan pun aman untuk dikonsumsi. Nulife Sweetener dapat menjadi salah satu pilihan untuk Anda coba. Campurkan sesuai selera ke dalam bahan makanan dan minuman.

[HNS/ RH]