Perbedaan Kebutuhan Gizi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 08 Jul 2019, 12:40 WIB
Ibu hamil dan ibu menyusui memerlukan gizi lebih banyak dibandingkan wanita biasa. Kenali perbedaannya!
Perbedaan Kebutuhan Gizi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui (Evgeny Atamanenko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memenuhi kebutuhan gizi harian selama hamil dan menyusui adalah hal wajib yang harus selalu diperhatikan. Pasalnya, gizi memegang peranan penting untuk menunjang kesehatan dan kelangsungan kehamilan maupun masa menyusui.

Ibu hamil membutuhkan gizi untuk menjaga segala perubahan yang terjadi selama kehamilan, serta untuk memastikan bahwa janin dalam kandungan selalu sehat. Sedangkan, Ibu menyusui membutuhkan gizi yang selalu tercukupi guna menjaga produksi ASI agar tetap lancar sehingga kebutuhan si buah hati senantiasa terpenuhi.

Kecukupan gizi ibu hamil dan ibu menyusui

Ibu hamil dan ibu menyusui memiliki kebutuhan gizi yang lebih tinggi daripada wanita pada umumnya. Selain itu, ibu hamil dan menyusui memiliki kebutuhan yang berbeda satu sama lain.

Berikut perbedaan kebutuhan gizi pada ibu hamil dan ibu menyusui yang bisa Anda jadikan sebagai panduan:

  • Karbohidrat (kalori)

Pada saat tidak hamil, wanita membutuhkan sekitar 2000 kalori per hari. Namun saat hamil, kebutuhan kalori mengalami peningkatan.

Kebutuhan tersebut meningkat menjadi 2200 kalori untuk trimester pertama dan 2500 kalori untuk trimester kedua maupun ketiga. Ini artinya, kebutuhan kalori tambahan untuk ibu hamil adalah 200–500 kalori sesuai dengan trimester kehamilan.

Sementara itu, ibu menyusui membutuhkan 2500–2700 kalori selama 6 bulan pertama bayi. Ibu hamil membutuhkan jumlah kalori yang lebih banyak karena membutuhkan ‘bahan bakar’ untuk menunjang produksi ASI agar tetap lancar.

Sumber karbohidrat (kalori) yang bisa dijadikan pilihan untuk ibu hamil dan menyusui, meliputi nasi, singkong, jagung, ubi, dan kentang.

  • Protein

Ibu hamil membutuhkan protein untuk menunjang proses pertumbuhan jaringan tubuh janin. Sedangkan ibu menyusui butuh zat gizi ini untuk menjaga keoptimalan daya tahan tubuh.

Pasokan protein yang dibutuhkan ibu hamil dalam sehari sebanyak 60 gram. Sementara itu, ibu menyusui membutuhkan asupan protein sebanyak 70 gram dalam sehari.

Protein yang baik untuk ibu hamil dan menyusui bisa didapatkan dari daging, ayam, telur, susu, tahu, tempe, kacang-kacangan dan sejenisnya.

  • Zat besi

Bagi ibu hamil, zat besi diperlukan untuk membantu pertumbuhan janin di dalam kandungan agar dapat memperoleh asupan oksigen yang memadai. Kebutuhan zat besi semasa hamil adalah sebanyak 35 miligram per hari saat trimester kedua dan 39 miligram per hari saat trimester ketiga.

Sementara itu, pada 6 bulan pertama setelah bayi dilahirkan ke dunia, ibu menyusui membutuhkan 32 miligram zat besi per hari. Fungsi pemenuhan kebutuhan zat besi pada ibu menyusui adalah untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi, yang bisa menyebabkan produksi ASI menurun secara kualitas maupun kuantitas.

Zat besi dapat ditemukan pada sayuran hijau brokoli dan bayam. Selain itu, daging, ikan, ayam, dan kuning telur juga merupakan sumber zat besi yang baik untuk ibu hamil maupun ibu menyusui.

1 of 2

Selanjutnya

  • Asam folat

Asam folat dibutuhkan selama kehamilan untuk mencegah terjadinya cacat saat lahir. Pada masa menyusui, asam folat dibutuhkan untuk mengisi cadangan asam folat dan mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung.

Pada saat hamil, kebutuhan asam folat harian adalah 400–600 mikrogram dalam sehari. Sedangkan pada saat menyusui, kebutuhan asam folat adalah 500 mikrogram dalam sehari. Anda bisa mendapatkan adam folat dari sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, dan jeruk.

  • Kalsium

Kalsium dibutuhkan untuk membentuk tulang janin dan menjaga massa tulang ibu hamil maupun menyusui. Kebutuhan kalsium dan vitamin D untuk ibu hamil dan menyusui adalah sama, yaitu 1000 miligram per hari.

Kalsium bisa didapatkan dari sayur-sayuran hijau, kentang, susu dan produk olahannya.

  • Vitamin

Vitamin D diperlukan untuk membantu proses penyerapan kalsium ke dalam tubuh dan menurunkan risiko infeksi serta kelahiran prematur. Dosis vitamin D yang dibutuhkan ibu hamil adalah sebanyak 4.000 IU per hari, sedangkan pada ibu menyusui adalah 5.000–6.000 IU per hari.

Sementara itu vitamin C sangat diperlukan untuk proses metabolisme dan perkembangan janin di dalam kandungan. Saat masa kehamilan dibutuhkan asupan vitamin C sebanyak 85 miligram per hari. Sedangkan saat masa menyusui, asupan vitamin C yang direkomendasikan adalah 100 miligram per hari.

Vitamin ini dapat dengan mudah Anda temukan pada sayuran dan buah-buahan sitrus, seperti jeruk, stroberi, bluberi dan lainnya.

Selanjutnya dibutuhkan vitamin A yang selama masa kehamilan dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan penglihatan janin. Pada ibu menyusui, vitamin A dibutuhkan untuk menunjang sistem kekebalan tubuh ibu maupun janin dan membantu pertumbuhan jaringan yang sehat pada bayi.

Kebutuhan vitamin A pada masa kehamilan sebanyak 800 mikrogram. Sedangkan pada masa menyusui, kebutuhan vitamin A yang dianjurkan adalah 1300 mikrogram dalam sehari.

Vitamin A bisa didapatkan dari wortel, bayam, apel, anggur, hati ayam, hati sapi, susu telur, keju, dan ikan.

  • DHA

DHA dibutuhkan ibu hamil untuk menunjang proses pertumbuhan sistem saraf, otak, dan kesehatan mata janin. Untuk ibu menyusui, DHA dapat meningkatkan produksi ASI.

Asupan DHA saat hamil dan menyusui yang disarankan adalah sebanyak 200 miligram per hari. Zat gizi ini bisa didapatkan dari salmon, tuna, dan daging merah.

Segala kebutuhan gizi selama hamil maupun menyusui dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Selain itu, ibu hamil dan ibu menyusui juga bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan mengonsumsi susu khusus hamil atau menyusui sesuai dosis yang dianjurkan.

Selalu upayakan agar kebutuhan gizi selama hamil dan menyusui senantiasa terpenuhi. Dengan begini, kesehatan ibu hamil, ibu menyusui dan buah hati senantiasa terjaga dengan baik.

(NB/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓