Hati-hati, Polusi Udara Bisa Bikin Alergi Si Kecil Makin Parah

Oleh KlikDokter pada 09 Aug 2019, 17:00 WIB
Tingginya angka polusi udara di Jakarta dihubungkan dengan keparahan gejala alergi pada Si Kecil.
Hati-hati, Polusi Udara Bisa Bikin Alergi Si Kecil Makin Parah (MIA Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Belakangan ini warga Ibu Kota diresahkan fakta bahwa Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan polusi udara paling buruk di dunia. Menurut pengamatan AirVisual, tingkat polusi di Jakarta adalah yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Tingkat polusi udara yang tinggi di Jakarta sejalan dengan peningkatan risiko terjadinya beragam masalah kesehatan. Salah satu yang dituding paling rentan terjadi adalah perburukan kondisi alergi, khususnya pada Si Kecil.

Angka alergi pada Si Kecil meningkat

Dunia mencatat adanya peningkatan angka kejadian alergi pada Si Kecil dari tahun ke tahun. Hal itu tidak lepas dari teori higienitas yang mengatakan bahwa paparan ringan terhadap kuman dapat ‘melatih’ sistem imun Si Kecil untuk menangkal hal bahaya. Ini artinya Si Kecil yang lebih sering berada pada kondisi bersih dan higienis lebih mungkin untuk terkena suatu penyakit, termasuk alergi.

Pasalnya, rendahnya paparan kuman pada tubuh Si Kecil membuat sistem imun ‘kebingungan’ untuk mengenali kawan dan lawan. Akibatnya, sistem imun malah mengenali zat yang sebenarnya tidak berbahaya sebagai musuh yang harus dibasmi.

Contohnya, alergi susu sapi. Pada kasus ini, sistem imun Si Kecil mengenali protein susu sapi sebagai musuh yang harus diberantas. Oleh karena itu, paparan susu sapi pada Si Kecil yang alergi akan menyebabkan timbulnya reaksi yang merugikan seperti munculnya ruam, kulit terasa gatal, mata dan bibir bengkak hingga sesak napas.

Tak hanya akibat hal tersebut, penggunaan antibiotik yang semakin marak pada Si Kecil juga dapat mengubah keseimbangan flora normal dalam tubuh. Akibatnya, tubuh akan kehilangan sarana pembelajaran untuk melatih sistem imun dalam mengenali kawan atau lawan.

Bagaimana dengan faktor keturunan? Ya, ini juga tidak lepas dari salah satu alasan mengapa angka kejadian alergi terus meningkat dari waktu ke waktu. Penelitian menyebut bahwa Si Kecil yang lahir dari Bunda dan Ayah pengidap alergi lebih berisiko untuk mengalami kondisi yang sama.

Perjalanan penyakit alergi

Alergi dapat mengenai tiga sistem tubuh, yaitu pencernaan (alergi makanan), kulit (alergi iritan atau alergen), dan pernapasan (alergi inhalan). Dalam medis dikenal adanya allergic march, yaitu perjalanan penyakit alergi seseorang sejak ia masih bayi hingga dewasa.

Biasanya, Si Kecil yang memiliki bakat alergi dapat terkena alergi susu sapi (alergi makanan). Beranjak ke usia prasekolah, Si Kecil dapat terkena dermatitis (alergi kulit). Saat memasuki usia sekolah, Si Kecil dapat menderita asma (alergi pernapasan), dan ketika menginjak usia remaja hingga dewasa ia mungkin mengalami rinitis alergi (alergi pernapasan).

Gejala alergi terdiri dari derajat ringan, sedang, dan berat. Pada umumnya, sebagian besar Si Kecil memiliki gejala alergi yang ringan hingga sedang. Hanya sebagian kecil saja yang menderita alergi derajat berat.

Secara garis besar, hanya Si Kecil dengan gejala alergi berat saja yang dapat ‘memborong’ seluruh perjalanan allergic march tersebut. Kebanyakan anak hanya memiliki alergi makanan tanpa adanya jenis alergi lain, begitu pula sebaliknya. Namun, meski begitu, tak menutup kemungkinan bahwa Si Kecil mengalami beberapa jenis alergi sekaligus.

Polusi udara dan risiko alergi pernapasan

Menurut penelitian, hubungan polusi udara dengan alergi pernapasan masih belum dapat dijelaskan secara gamblang. Kendati begitu, penelitian besar di Tasmania menemukan orang yang tinggal kurang 200 meter dari jalanan utama dan terpapar lebih banyak nitric dioxide (NO2) (polutan) memiliki risiko kekambuhan alergi dan asma yang lebih tinggi.

Sejalan dengan itu, penelitian lain mengungkap bahwa paparan asap rokok berkaitan erat dengan sensitivitas alergi dan asma, dengan cara meningkatkan kadar IgE. Ini adalah zat pada imun tubuh yang dapat meningkatkan frekuensi dan keparahan alergi.

Solusi lindungi Si Kecil dari alergi

Bunda dan Ayah memang harus bekerja ekstra jika memiliki si Kecil yang alergi, terutama di saat-saat polusi udara Jakarta sedang berada di level tertinggi. Frekuensi bermain atau berada di luar ruangan, di mana Si Kecil yang alergi bisa lebih sering terpapar polusi udara, harus dikurangi untuk sementara ini.

Apabila terpaksa harus berada di luar ruangan, terutama dalam jangka waktu lama, Si Kecil disarankan untuk mengenakan masker. Bunda dapat memberikan Si Kecil masker dengan motif yang lucu dan menarik, seperti karakter kartun favorit Si Kecil.

Selain itu, Si Kecil juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memodulasi sistem imun untuk menurunkan frekuensi dan keparahan alergi dengan minum Morinaga Chil-Kid P-HP secara rutin dan teratur.

Morinaga Chil Kid P-HP adalah susu pertumbuhan penuh gizi untuk Si Kecil yang berusia 1 hingga 3 tahun. Dengan formula MoriCare+ Prodiges, Morinaga Chil Kid P-HP dapat bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan multitalenta, pertahanan tubuh ganda, dan tumbuh kembang yang optimal.

Bunda dan Ayah, jangan lupa sediakan Morinaga Chil Kid P-HP di rumah agar Si Kecil yang alergi tidak mengalami kekambuhan gejala di tengah tingginya angka polusi udara di Jakarta.

(NB/ RH)