Susu Kedelai untuk Anak dan Dewasa, Apa Bedanya?

Oleh KlikDokter pada 02 Sep 2019, 15:10 WIB
Susu kedelai merupakan salah satu pilihan pengganti susu sapi. Namun, apakah ada perbedaan konsumsi susu kedelai untuk anak dan dewasa?
Susu Kedelai untuk Anak dan Dewasa, Apa Bedanya? (Szefei/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Di negara Asia seperti Indonesia, konsumsi kedelai sangat populer. Kacang ini sering kali diolah menjadi tahu, tempe, hingga menjadi susu kedelai.

Susu kedelai juga sering digunakan sebagai alternatif pengganti susu sapi sebagai asupan nutrisi Si Kecil, terutama bagi Si Kecil yang memiliki alergi dengan susu sapi. Namun, apakah susu kedelai yang biasa dikonsumsi orang dewasa seperti Anda sama dengan yang disarankan diberikan pada Si Kecil? Simak penjelasannya berikut ini.

Susu formula kedelai sebagai penunjang tumbuh kembang Si Kecil

Sebelum membahasnya lebih jauh, pertama-tama perlu diketahui terlebih dahulu bahwa susu kedelai berbeda dengan susu formula kedelai. Susu kedelai adalah susu yang dibuat dari kacang kedelai yang direbus dengan air, kemudian dihaluskan dan disaring.

Sementara, susu formula kedelai adalah susu berbahan kedelai yang kemudian ditambahkan zat-zat khusus untuk menunjang tumbuh kembang Si Kecil.

Susu formula kedelai umumnya difortifikasi dengan zat besi dan zink. AA (arachidonic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid) juga rutin ditambahkan. Sumber proteinnya sendiri berasal dari kedelai yang ditambahkan dengan L-methionine, L-carnitine dan taurine.

Lalu, kandungan lemaknya bersumber dari minyak tanaman; seperti minyak kedelai, kelapa, atau bunga matahari. Sementara kandungan karbohidratnya, diambil dari maltodextrin jagung, sirop jagung, dan sukrosa.

Walaupun susu (terutama susu sapi) terkenal akan kandungan kalsiumnya, mereka yang rutin mengonsumsi susu kedelai bisa jadi justru mengalami kekurangan kalsium. Padahal ini zat yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat.

Hal itu karena susu kedelai hanya memiliki sedikit kandungan kalsium, dan bahkan tidak mengandung vitamin D. Oleh sebab itu, produsen susu formula kedelai biasanya menambahkan kalsium dan vitamin D di dalam produknya.

Lebih lanjut lagi, susu kedelai dan susu dari tanaman lainnya (misalnya susu almon) memiliki kadar phytate dan oxalate yang cukup tinggi. Kedua zat ini diketahui dapat menghambat penyerapan kalsium, zat besi, dan zink dalam tubuh.

Namun, studi pada 2019 ini menemukan bahwa, meski susu kedelai mengandung phytate dan oxalate, jika susu kedelai difortifikasi dengan kalsium karbonat, maka penyerapan kalsiumnya akan menjadi sama seperti pada susu sapi.

Maka dari itu, walaupun sama-sama berasal dari kedelai, kandungan susu kedelai yang dibuat sendiri di rumah, susu kedelai pabrikan, dan susu formula kedelai akan berbeda-beda. Si Kecil yang mengonsumsi susu kedelai buatan sendiri mungkin lebih berisiko mengalami kekurangan kalsium, sehingga penting bagi Bunda untuk memberikan sumber makanan lain yang kaya kalsium.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), susu formula kedelai dapat diberikan pada Si Kecil dengan kondisi galaktosemia dan defisiensi laktase primer, serta dalam kondisi orang tua memilih memberikan pola makan vegetarian untuk anaknya. Sementara pada bayi yang lahir prematur, tidak disarankan untuk mengonsumsi susu formula kedelai.

Perbedaan susu kedelai bagi Si Kecil dan orang dewasa

Kebutuhan nutrisi tiap kelompok usia akan berbeda-beda. Pada Si Kecil misalnya, dibutuhkan makanan tinggi energi untuk menunjang pertumbuhan tubuh yang cepat. Konsumsi protein, vitamin, dan mineral juga dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Di sisi lain, orang dewasa tidak menjalani proses tumbuh kembang seperti anak-anak, sehingga kebutuhan nutrisinya pun sedikit berbeda.

Untuk itu, Bunda dapat memilih Morinaga Chil Kid Soya MoriCare+ Prodiges sebagai asupan nutrisi yang dapat mendukung kecerdasan multitalenta Si Kecil. Susu ini dilengkapi dengan kandungan 100 persen Protein Soya yang kebaikannya setara dengan susu sapi. Selain itu, juga diperkaya dengan L-Metionin, Karnitin, Asam Amino Esensial, serta Vitamin dan Mineral.

Selain itu, Morinaga Chil Kid Soya MoriCare+ Prodiges juga mengandung probiotik (bakteri baik) dan prebiotik FOS (makanan bakteri baik) sebagai pertahanan tubuh ganda Si Kecil. Juga mengandung kombinasi vitamin D dan kalsium untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil optimal dan tetap bisa berprestasi.

Mengingat beberapa faktor yang telah dijabarkan di atas, pemilihan jenis susu kedelai yang diberikan untuk Si Kecil dan dewasa akan berbeda. Khusus untuk Si Kecil, pemberian susu formula kedelai lebih menjamin kandungan nutrisi di dalamnya telah sesuai dengan yang dibutuhkannya untuk tumbuh kembang optimal. Jadi, Bunda jangan ragu lagi untuk memberikan Morinaga Chil Kid Soya MoriCare+ Prodiges pada Si Kecil secara rutin.

[MS/ RH]