Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Mi Instan?

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 17 Sep 2019, 13:30 WIB
Mi instan adalah makanan praktis dan lezat. Namun, bagaimana bila ibu hamil makan mi instan? Amankah bagi ibu dan janin yang dikandung?
Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Mi Instan? (Rachata Teyparsit/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bukan rahasia lagi kalau sebagian ibu hamil sering merasa lapar, meski sudah makan berat. Tak sedikit yang memilih mengganjal rasa lapar dengan mi instan karena praktis, rasanya enak, dan mengenyangkan. Tapi, amankah bagi ibu dan janin?

Kandungan gizi dalam mi instan

Sebungkus mi instan dengan berat 70 gram mengandung sekitar 400 kalori. Belum lagi jika mi instan digoreng bersama dengan telur dan keju. Total kalorinya bisa mencapai 700 kalori.

Bandingkan dengan kalori yang didapat dari nasi putih yang telah dimasak. Semangkuk nasi putih 70 gram hanya mengandung sekitar 90 kalori.

Lebih lanjut, jenis karbohidrat yang terkandung dalam mi instan merupakan karbohidrat sederhana. Dengan jenis karbohidrat tersebut, saat seseorang mengonsumsi mi instan, gula darahnya cepat melonjak naik dan rasa kenyang tak bertahan lama.

Selain itu, yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi mi instan adalah kandungan sodiumnya. Semangkuk mi instan mengandung sekitar 700 miligram natrium yang merupakan 30 persen dari batas maksimal dari asupan natrium harian.

Dampak mi instan bagi ibu hamil

Tak ada aturan medis yang resmi yang melarang ibu hamil mengonsumsi mi instan. Tapi, dengan kandungan gizi di dalamnya, mengonsumsi mi instan terlalu sering bisa menyebabkan risiko kenaikan gula darah terus-menerus. Hal ini dapat berujung pada diabetes saat kehamilan (diabetes gestasional).

Jika kondisi tersebut terjadi, dapat timbul komplikasi pada ibu dan bayi. Di antaranya adalah persalinan prematur, diabetes melitus tipe 2, kelebihan berat badan pada bayi, atau gula darah rendah pada bayi saat baru lahir.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi mi instan dapat menyebabkan terlalu banyak natrium yang masuk ke dalam tubuh. Natrium mengakibatkan penumpukan cairan di tubuh yang dapat ditandai dengan tungkai bawah yang membengkak dan tekanan darah yang cenderung tinggi.

Jika ibu hamil memiliki hipertensi dan sering mengonsumsi mi instan, tekanan darahnya menjadi lebih sulit untuk dikendalikan.

Tetap sehat saat makan mi instan

Meski demikian, bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali mengonsumsi mi instan. Jika tak ada makanan lain yang dapat dikonsumsi, berikut beberapa cara untuk membuat mi instan menjadi lebih sehat untuk ibu hamil:

  • Tambahkan sayuran

Seporsi mi instan hanya mengandung serat sekitar 3 gram. Menambahkan sayuran seperti wortel, tomat, timun, dan kol, dapat menambah asupan serat secara signifikan.

Asupan serat tersebut juga membantu menjaga gula darah tetap stabil dan tidak melonjak tinggi.

  • Hindari gunakan bumbu di dalam kemasan mi instan

Bumbu yang terdapat dalam kemasan mi instan mengandung natrium yang tinggi. Agar mi instan lebih aman untuk dikonsumsi, sebaiknya gunakan bumbu racikan sendiri yang tak mengandung garam yang tinggi.

Jika harus menggunakan bumbu dalam kemasan, sebaiknya gunakan setengah bagian saja.

  • Jangan tambahkan karbohidrat lain

Sebagian orang memiliki kebiasaan mengonsumsi mi instan dengan nasi dan kerupuk. Ini sebaiknya tidak dilakukan karena akan menyebabkan terlalu banyak asupan kabohidrat masuk ke dalam tubuh.

Dalam jangka pendek, ini berdampak pada meningkatnya gula darah. Dalam jangka panjang, menambahkan terlalu banyak karbohidrat bisa menyebabkan obesitas dan diabetes.

Pada dasarnya, ibu hamil boleh-boleh saja makan mi instan. Akan tetapi, jangan terlalu sering dan batasi porsinya. Ingat juga bahwa asupan terbaik bagi ibu hamil adalah makanan sehat, seperti sayuran, buah, ikan, daging, serta mengonsumsi susu kehamilan.

[HNS/ RH]