Kondisi Ibu Hamil Mempengaruhi Janin dan Persalinan

Info Penanya, wanita 20 Tahun

dok, saya kan lagi hamil pertama.. terakhir berhubungan sekitar tanggal 27 januari 2014. prediksi kelahiran dari usg tanggal 31 oktober bisa mundur juga. jenis kelaminnya laki-laki. yang mau saya tanyakan, pertama, apakahkan kehamilan lebih dari 9 bulan normal dok? sedangkan posisi bayi masih diatas belum kebawah. dan posisi ari-arinya dibawah. tapi kemungkinan lahir normal masih bisa. kedua, saya punya riwayat anemia dan sering sulit bernafas bila kelelahan dari kecil. apakah berpengaruh keperkembangan janin dan proses melahirkan nanti? ketiga, dari taun 2008 saya cek dokter mata karna minus dan silinder ternyata dideteksi juga saya mengidap penyempitan saraf belakang. apakah berbahaya dok untuk melahirkan normal? keempat, apakah benar mitos jika melahirkan normal vagina akan berubah dan tidak bisa kembali lagi seperti semula seperti sebelum pernah melahirkan? kelima, saat proses melahirkan biasanya ada proses pengguntingan dibagian bawah. apakah itu akan meninggalkan bekas luka permanen? trimakasih dok,,

18 Dec 2015, 10:05 WIB
dr. Widi Asrining Puri
dijawab oleh: dr. Widi Asrining Puri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami akan berusaha menjawab pertanyaan Anda satu per satu.

1. Kehamilan lebih dari 9 bulan, posisi bayi belum masuk panggul dan ari-ari ada di bawah, apakah bisa lahir normal?

Usia kehamilan dihitung berdasarkan minggu. Perkiraan hari lahir bertepatan dengan usia kandungan 40 minggu (dihitung dari hari pertama haid terakhir). Namun usia kehamilan cukup bulan dan diperbolehkan dilakukan persalinan adalah usia 37-42 minggu. Kurang dari 37 minggu disebut kehamilan pre term (kurang bulan/prematur) dan lebih dari 42 minggu disebut kehamilan post term (lewat bulan).

Bila pada kehamilan sudah memasuki usia sesuai dengan perkiraan hari lahir (usia 40 minggu) namun bayi belum masuk pintu atas panggul dan belum ada tanda-tanda melahirkan, masih dapat ditunggu hingga usia kandungan 42 minggu sambil diobservasi. Apakah belum turunnya kepala bayi dikarenakan plasenta terletak di bawah dan menutupi jalan lahir atau tidak. Bila plasenta terletak dibawah dan menutupi atau hampir menutupi jalan lahir, maka tidak disarankan untuk dilakukan persalinan normal. Karena resiko perdarahan sangat tinggi dan dapat membahayakan ibu dan janin.

2. Riwayat anemia apakah mempengaruhi janin dan proses melahirkan?

Iya. Riwayat anemia sebelum dan saat hamil dapat mengakibatkan aliran oksigen ke janin dapat terganggu sehingga dapat mengganggu pertumbuhan janin, air ketuban berkurang dan bahkan hingga kematian janin. Ibu yang mengalami anemia juga berisiko untuk mengalami persalinan preterm (sebelum waktunya), persalinan tidak maju serta risiko perdarahan saat melahirkan. Sebaiknya Anda rutin kontrol ke dokter untuk mengetahui kadar Hb dan mengonsumsi suplemen penambah darah selama hamil yang diberikan dokter/bidan.

3. Mata minus dan silindris serta penyempitan saraf belakang bisa melahirkan normal?

Mata minus dan silindris sebenarnya tidak ada batasan secara tegas pada minus berapa masih dibolehkan melahirkan normal artinya resiko komplikasi pada mata tidak ada jika melahirkan normal. Tetapi umumnya dipakai batasan minus 5 atau lebih sebaiknya dilakukan opersasi caesar atau melahirkan dengan bantuan alat. Sedangkan dibawah minus 5 masih cukup aman untuk melahirkan normal. Hal ini dengan pertimbangan adanya resiko terjadi ablasio retina (lepasnya retina yg dapat menyebabkan kebutaan) lebih besar pada kondisi mata minus 5 atau lebih.

Untuk penyempitan saraf belakang yang Anda maksud bagaimana? Sulit bagi kami menyimpulkannya hal ini berkaitan dengan pemeriksaan dan kami tidak melakukan pemeriksaan langsung. Anda dapat berkonsultasi langsung ke dokter spesialis mata.

4. Melahirkan normal akan merubah vagina dan tidak dapat kembali lagi.

Tubuh memiliki elastisitas dan daya regenasi sendiri di tiap selselnya. Organ reproduksi wanita telah dipersiapkan oleh Sang Pencipta untuk mengandung dan melahirkan. Oleh Karena itu tidak perlu khawatir karena vagina akan kembali lagi ke bentuk semula seperti sebelum hamil. Perawatan dan peremajaan vagina juga diperlukan untuk menjaga daerah vagina setelah melahirkan.

Sebelum Anda melahirkan, kami sarankan untuk mendiskusikan berbagai hal yang ingin Anda ketahui kepada dokter spesialis kandungan dan kebidanan yang menangani Anda untuk mendapatkan penanganan dan hasil yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

18 Dec 2015, 10:05 WIB