Haid Terlambat dan Keluhan Nyeri

Info Penanya, wanita 24 Tahun

Dok saya mau tanya saya haid sudah terlambat terakhir haid tanggal 5 desember tapi sampai sekarang belum mengalami haid kembali tapi seminggu ini perut bagian bawah saya terasa nyeri dan punggung saya nyeri serta bagian dada saya nyeri itu kenapa ya dok?

02 Feb 2015, 12:21 WIB
dr. Citra Roseno
dijawab oleh: dr. Citra Roseno

Saudari yang terhormat. Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah pada siklus haid sebelumnya terdapat keluhan nyeri ketika haid? Berapa lamakah siklus haid Anda sebelumnya? Siklus menstruasi normal berlangsung antara 21-35 hari, dengan keluarnya darah menstruasi selama 2-8 hari, volume berkisar 20-60 ml per hari, atau sekitar 2-3 kali ganti pembalut. 

Sementara itu, siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama. 
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Kegemukan atau indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Malnutrisi (kurang gizi)
  • Stres psikologis
  • Atlet, atau aktivitas fisik berat
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid

Selain gangguan hormonal, dapat juga terjadi gangguan organ kandungan. Untuk memastikannya, dapat dilakukan pemeriksaan USG kandungan. 

Selanjutnya mengenai nyeri perut yang Anda alami. Keluhan tersebut dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon estrogen yang meningkat pada siklus menstruasi, dan cukup sering dialami oleh wanita. Dismenorea atau nyeri haid diakibatkan karena adanya kontraksi dinding uterus yang biasanya didominasi di area perut bagian bawah yang menjalar hingga ke pinggang, punggung bagian belakang, sampai ke area paha. Rasa nyeri yang dialami oleh setiap wanita berbeda-beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari. Terdapat dua jenis dismenorea, yaitu :

  • Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh. Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin
  • Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Berlangsung lebih dari 3 hingga 4 hari dan disertai mual, muntah atau bahkan diare. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa panyakit/kelainan penyebab, antara lain : kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, dan lainnya

Beberapa penyakit lain yang juga dapat menimbulkan keluhan nyeri haid antara lain:

  • Endometriosis: Endometriosis adalah pertumbuhan  kelenjar endometrium dan stroma yang berasal dari rahim.  Pada endometriosis, lapisan yang menyerupai endometrium tumbuh dan ditemukan di luar rahim, berespon terhadap siklus menstruasi, namun lapisan endometrium yang berada di luar rahim tidak memiliki jalan keluar untuk perdarahan yang dialaminya setiap bulan sehingga lapisan disekitarnya akan meradang dan membengkak sehingga menimbulkan nyeri haid yang hebat.
  • Penyakit Radang Panggul: infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dimulai dari uterus dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya
  • Stenosis Serviks: penyempitan leher rahim. Gangguan ini sering disebabkan oleh adanya jaringan parut
  • Tumor (fibroids): pertumbuhan abnormal dari dinding dalam uterus

Apabila nyeri haid tersebut masih tidak diikuti oleh keluarnya darah haid dan terasa sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perlu ditelusuri penyebab lainnya. Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar Anda memperoleh penanganan yang optimal.

 

Sebagai tambahan informasi, Anda dapat mencoba tips berikut untuk menghindari gangguan haid yang tidak teratur:

1. Hindari Aktifitas Fisik yang Berat

Terlalu lelah adalah salah satu penyebab utama terlambatnya proses siklus haid. Hal ini karena tubuh membutuhkan sejumlah energi untuk meneruskan proses menstruasi secara teratur. Ketika jumlah energi habis karena adanya aktifitas yang berat, maka haid tidak datang tepat pada waktunya. Dan ketika siklus tidak lancar, maka sindrom pra-menstruasi juga dapat dirasakan. Untuk itu jagalah kondisi tubuh agar tetap fit dan tidak kelelahan.

Tubuh setiap manusia memiliki ambang lelah yang berbeda-beda, tergantung dari ketahanan stamina tubuh seseorang. Stamina dapat dilatih dengan berolahraga secara teratur Untuk memulai, cobalah jogging selama 15 menit dahulu, kemudian dilatih untuk menambah waktu minimal hingga 30 menit sehari.

2. Hindari Stres

Di atas batang otak manusia, terdapat satu struktur yang disebut hipotalamus. Hipotalamus memiliki beberapa fungsi dan yang terpenting adalah menghubungkan sistem saraf dengan kelenjar endokrin melalui kelenjar hipofisis atau pituitasi. Hipotalamus mengatur berbagai tingkatan hormon, termasuk hormon-hormon reproduksi wanita, yaitu esterogen dan progesteron.

Bila seorang wanita berada pada tekanan mental ekstrim seperti stres, maka produksi esterogen dan progesteronnya akan terganggu. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur. Sama dengan stamina, ambang stres setiap orang juga berbeda- beda tergantung dari ketahanan jiwanya. Ketahanan jiwa berhubungan dengan tubuh yang sehat. Oleh karena itu, dengan melatih tubuh berolahraga teratur, tubuh akan menjadi lebih segar dan memiliki stamina yang baik sehingga tidak mudah terserang stres.

3. Asupan Gizi

Asupan nutrisi tepat untuk kebutuhan gizi tubuh sangat diperlukan. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kelenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada.

Hindari minuman bersoda, minuman keras apalagi rokok. Mulailah dengan menjaga pola makan yang berkualitas. Yang penting bukan kuantitasnya, tapi kualitas nutrisi yang ada di setiap makanan atau minuman. Mulailah mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan segar, sayur, gandum dan tinggalkan junk food dan makanan berlemak.

Berikut ini beberapa artikel terkait pertanyaan Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,
Tim Redaksi KlikDokter

02 Feb 2015, 12:21 WIB