Penyebab Anak Sering Bangun Malam Hari

Info Penanya, wanita 29 Tahun

Anak saya umurnya baru masuk 8 bulan. Sehari-harinya dia sangat aktif bermain. Setiap pagi jam setengah 6, dia ikut saya berangkat ke rumah orang tua untuk dititipkan. Malamnya setelah saya pulang kerja baru dia saya jemput (sekitar jm 7). Pola makan dia : pagi makan nasi dan sayuran, siang makan snack biskuit/buah, sore makan nasi + sayur, malam makan snack/buah. Giginya sudah numbuh 2 buah yg diabwah. Dia sudah bisa merangkak, berdiri pegangan, merambat, memegang barang dengan 1 tangan dan diangkat. Belakangan ini dia kalau malam bangun2 terus. Bisa 3-5 kali atau 1 jam setengah sekali bangun,, kenapa ya dok? - Kalau karena cape, kemarin saya sudah pijat dia tp masih tetep rewel kalau malam. - lapar? sy pikir dia sudah cukup kenyang karena makannya banyak, dan biasnaya sy stop kalau dia sudah ga mau saja. Mohon infonya.. Thx

14 Apr 2016, 08:48 WIB
dr. Citra Roseno
dijawab oleh: dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Penyebab bayi rewel di malam hari memang sulit ditebak, terutama pada awal masa kehidupan. Berdasarkan keterangan Anda, masih perlu ditelusuri satu persatu kemungkinan yang melatarbelakangi keluhan buah hati Anda:

1. Lapar

Sebab paling umum kenapa bayi bangun atau menangis. Berikut bahasa tubuh yang kerap digunakan si kecil untuk memberikan tanda bahwa ia kelaparan: rewel, memukul bibir, kepala berputar ke arah Anda segera setelah Anda membelai pipi mereka, memasukkan tangan ke dalam mulut.

2. Popok Basah

Periksa apakah ada ruam dan pastikan popok tidak tercemar dengan kotoran. Beberapa bayi sangat sensitif dan tidak dapat mentoleransi popok kotor walaupun hanya sedikit.

3. Lelah dan Mengantuk

Bayi terkadang menangis untuk memberikan tanda bahwa ia lelah dan mengantuk. Kondisikan lingkungan di sekitar sedimikian rupa agar bayi dapat istirahat dengan tenang, seperti matikan lampu, tidak ada suara berisik, dan lain-lain.

4. Manja

Bayi membutuhkan banyak sentuhan. Mereka merasa nyaman bila melihat, mendengar, mencium dan dekat dengan Bunda, Ayah serta orang lain yang dekat secara psikologis dengannya. Menangis bisa merupakan tanda bahwa ia ingin bermanja-manja ingin digendong atau dipeluk.

Jangan khawatir Anda memanjakan si kecil berlebihan hanya dengan memeluknya, karena pada awal masa kehidupan bayi benar-benar butuh serta merasa nyaman di dalam pelukan Anda. Gunakan alat bantu gendong bila Anda merasa lelah.

5. Masalah Pencernaan (nyeri atau gas)

Apabila sang buah hati menangis setidaknya 3 jam sehari, 3 hari seminggu selama 3 minggu tanpa henti, waspadalah. Kemungkinan ada masalah di pencernaan yang membuatnya merasa tidak nyaman. Biasanya bayi akan mulai menangis sesaat setelah makan atau menyusui dan menghentak-hentakkan kakinya atau menekuknya ke arah perut. Gendong si bayi dalam posisi perut menghadap dada Anda, gerakkan lembut kakinya seperti sedang bersepeda. Perlu diperhatikan kapan terakhir bayi Anda buang air besar? Periksakan si kecil ke Dokter bila perut terlihat kembung, banyak membuang gas atau terdapat gangguan buang air besar.

6. Terlalu Dingin atau Panas

Bila Anda melepas pakaian si kecil, terkadang ia menangis secara spontan karena kedinginan. Bayi yang baru lahir butuh kehangatan lebih namun tidak terlalu panas juga. Sebagai patokan, Anda bisa menambah jumlah lapisan baju untuk si kecil, selapis dari yang Anda kenakan untuk membuatnya merasa nyaman.

7. Sesuatu yang Mengganjal

Pastikan tidak ada satu helai rambut pun yang mengganggu si kecil. Terkadang tanpa sadar, sehelai rambut kita terjatuh di dalam popok atau terikat di jari bayi yang tentu membuatnya tidak nyaman. Sebab lain adalah bahan pakaian atau popok yang berubah, dan ia merasa kurang nyaman dengan perubahan tersebut.

8. Gigi Tumbuh

Proses keluarnya gigi dari gusi membuat si kecil merasa tersiksa. Benar, proses ini mencetuskan sensasi nyeri. Periksalah gusi sang buah hati dengan jari Anda untuk memastikan ada tidaknya sesuatu yang mengeras muncul dari deretan gusi. Pada umumnya gigi pertama akan muncul pada usia 4 hingga 7 bulan, setelah itu perhatikan apakah terdapat gigi lain yang akan tumbuh, umumnya anak akan lebih menjadi lebih sering diam, nafsu makan berkurang, gusi bengkak/kemerahan.

9. Rangsangan Berlebih

Bayi sangat peka dengan lingkungan di sekitar mereka. Pencahayaan, suara, terlalu banyak disentuh orang asing, membuatnya menangis untuk memberikan tanda bahwa ia lelah.

10. Bosan

Terkadang si kecil bosan dengan suasana di sekitar dan ingin jalan-jalan untuk melihat suasana yang berbeda. Bawalah bayi Anda ke taman atau sekedar berjalan santai ke luar rumah dalam pelukan Anda.

11. Sakit

Bila segala kebutuhan si kecil sudah terpenuhi dan ia tetap menangis kencang, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa tubuhnya kurang fit. Periksa suhu tubuh buah hati Anda, dan pastikan ada atau tidaknya demam, terutama bila ia menangis sangat kencang. Bawa bayi Anda ke Dokter bila suhu tubuh meningkat / turun, terdapat perubahan pola buang air kecil / besar, batuk-pilek atau keluhan lainnya.

Kolik pada bayi merupakan keadaan dimana bayi sering menangis selama sekitar 2 jam saat malam tiba atau 15 menit setelah menyusui, dengan wajah memerah, tangan mengepal dan kaki ditarik yang seakan menunjukkan sikap merasa sakit di perut. Hampir 40% bayi akan mengalaminya saat usia 2 minggu hingga 3 bulan. Untuk beberapa kasus bisa terjadi hingga usia 6 bulan atau lebih. Hingga saat ini kolik pada bayi belum diketahui penyebabnya dan kolik pada bayi akan hilang dengan sendirinya dengan beberapa teknik menenangkan bayi mampu menghentikan tangisan bayi. 

Ibu tidak perlu panik, dan harus tetap sabar mengurus kerewelan sang buah hati. Namun apabila tangisan bayi menunjukkan kesakitan berlebihan, sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga keluhan buah hati Anda lekas teratasi.

Salam,

14 Apr 2016, 08:48 WIB