Anak Menangis Saat Tidur Malam dan Epilepsi

Info Penanya, wanita 25 Tahun

Selamat Pagi dok,.. dok anak saya usia 1 th kenapa yah dok,. kalau tidur malam pasti nangis terus, tidurnya tidak nyenyak, sebentar2 bangun sering nangis kenceng tiba-tiba,. padahal sebelum tdr sdh minum susu sma mkn juga,. menurut saya sudah rasa ckp kenyang,. apa ada hubungannya dengan kondisinya dok, anak saya di diagnosa epilepsi normal,.. tolong solusi dan sarannya dok,. terima kasih Salam NAFIDA

14 Apr 2016, 08:36 WIB
dr. Citra Roseno
dijawab oleh: dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Penyebab bayi rewel di malam hari memang sulit ditebak, terutama pada awal masa kehidupan. Kondisi epilepsi juga dapat berkaitan dengan tidur. Pada beberapa individu, tidur dapat mengaktivasi perubahan listrik otak yang memicu terjadinya kejang, sehingga kejang muncul ketika tidur. Kejang yang terjadi dapat melibatkan wajah dan kejang sekunder umum. Umumnya tipe ini merupakan tipe epilepsi fokal jinak kanak kanak. Namun untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan EEG dan evaluasi langsung oleh dokter spesialis saraf anak. Epilepsi memerlukan penanganan secara konsisten dan kerja sama yang baik antara dokter dengan pasien agar dapat terkontrol dan dicapai kesembuhan.

Selain itu, masih terdapat kemungkinan lain yang melatarbelakangi keluhan buah hati Anda:

1. Lapar

Sebab paling umum kenapa bayi menangis. Berikut bahasa tubuh yang kerap digunakan si kecil untuk memberikan tanda bahwa ia kelaparan: rewel, memukul bibir, kepala berputar ke arah Anda segera setelah Anda membelai pipi mereka, memasukkan tangan ke dalam mulut.

2. Popok Basah

Pastikan popok tidak tercemar dengan kotoran. Beberapa bayi sangat sensitif dan tidak dapat mentoleransi popok kotor walaupun hanya sedikit.

3. Lelah dan Mengantuk

Bayi terkadang menangis untuk memberikan tanda bahwa ia lelah dan mengantuk. Kondisikan lingkungan di sekitar sedimikian rupa agar bayi dapat istirahat dengan tenang, seperti matikan lampu, tidak ada suara berisik, dan lain-lain.

4. Manja

Bayi membutuhkan banyak sentuhan. Mereka merasa nyaman bila melihat, mendengar, mencium dan dekat dengan Bunda, Ayah serta orang lain yang dekat secara psikologis dengannya. Menangis bisa merupakan tanda bahwa ia ingin bermanja-manja ingin digendong atau dipeluk.

Jangan khawatir Anda memanjakan si kecil berlebihan hanya dengan memeluknya, karena pada awal masa kehidupan bayi benar-benar butuh serta merasa nyaman di dalam pelukan Anda. Gunakan alat bantu gendong bila Anda merasa lelah.

5. Masalah Pencernaan (nyeri atau gas)

Apabila sang buah hati menangis setidaknya 3 jam sehari, 3 hari seminggu selama 3 minggu tanpa henti, waspadalah. Kemungkinan ada masalah di pencernaan yang membuatnya merasa tidak nyaman. Biasanya bayi akan mulai menangis sesaat setelah makan atau menyusui dan menghentak-hentakkan kakinya atau menekuknya ke arah perut. Gendong si bayi dalam posisi perut menghadap dada Anda, gerakkan lembut kakinya seperti sedang bersepeda. Periksakan si kecil ke Dokter bila perut terlihat kembung, banyak membuang gas atau terdapat gangguan buang air besar.

6. Ingin Bersendawa

Waspadalah bila bayi menangis setelah menyusu. Kemungkinan besar si kecil menelan udara, dan terjebaknya udara dalam pencernaan ini membuatnya tentu merasa kurang nyaman. Gendong sang buah hati dengan dada menghadap ke arah dada Anda, tepuk ringan bagian punggungnya hingga ia bersendawa segera setelah menyusu.

7. Terlalu Dingin atau Panas

Bila Anda melepas pakaian si kecil, terkadang ia menangis secara spontan karena kedinginan. Bayi yang baru lahir butuh kehangatan lebih namun tidak terlalu panas juga. Sebagai patokan, Anda bisa menambah jumlah lapisan baju untuk si kecil, selapis dari yang Anda kenakan untuk membuatnya merasa nyaman.

8. Sesuatu yang Mengganjal

Pastikan tidak ada satu helai rambut pun yang mengganggu si kecil. Terkadang tanpa sadar, sehelai rambut kita terjatuh di dalam popok atau terikat di jari bayi yang tentu membuatnya tidak nyaman. Sebab lain adalah bahan pakaian atau popok yang berubah, dan ia merasa kurang nyaman dengan perubahan tersebut.

9. Gigi Tumbuh

Proses keluarnya gigi dari gusi membuat si kecil merasa tersiksa. Benar, proses ini mencetuskan sensasi nyeri. Periksalah gusi sang buah hati dengan jari Anda untuk memastikan ada tidaknya sesuatu yang mengeras muncul dari deretan gusi. Pada umumnya gigi pertama akan muncul pada usia 4 hingga 7 bulan, namun bukan tidak mungkin peristiwa ini terjadi lebih awal.

10. Rangsangan Berlebih

Bayi sangat peka dengan lingkungan di sekitar mereka. Pencahayaan, suara, terlalu banyak disentuh orang asing, membuatnya menangis untuk memberikan tanda bahwa ia lelah.

11. Bosan

Terkadang si kecil bosan dengan suasana di sekitar dan ingin jalan-jalan untuk melihat suasana yang berbeda. Bawalah bayi Anda ke taman atau sekedar berjalan santai ke luar rumah dalam pelukan Anda.

12. Sakit

Bila segala kebutuhan si kecil sudah terpenuhi dan ia tetap menangis kencang, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa tubuhnya kurang fit. Periksa suhu tubuh buah hati Anda, dan pastikan ada atau tidaknya demam, terutama bila ia menangis sangat kencang. Bawa bayi Anda ke Dokter bila suhu tubuh meningkat / turun, terdapat perubahan pola buang air kecil / besar, batuk-pilek atau keluhan lainnya.

Kolik pada bayi merupakan keadaan dimana bayi sering menangis selama sekitar 2 jam saat malam tiba atau 15 menit setelah menyusui, dengan wajah memerah, tangan mengepal dan kaki ditarik yang seakan menunjukkan sikap merasa sakit di perut. Hampir 40% bayi akan mengalaminya saat usia 2 minggu hingga 3 bulan. Untuk beberapa kasus bisa terjadi hingga usia 6 bulan. Hingga saat ini kolik pada bayi belum diketahui penyebabnya dan kolik pada bayi akan hilang dengan sendirinya dengan beberapa teknik menenangkan bayi mampu menghentikan tangisan bayi. 

Ibu tidak perlu panik, dan harus tetap sabar mengurus kerewelan sang buah hati. Namun apabila tangisan bayi menunjukkan kesakitan berlebihan, sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga keluhan buah hati Anda lekas teratasi.

Salam,

14 Apr 2016, 08:36 WIB