Intoleransi Laktosa Pada Anak

Info Penanya, wanita 1 Tahun

Dok, saya mau tanya, usia anak saya sekarang 18 bulan. Dari usia 0-8 bulan pake sufor MP, nah waktu usia 8 bulan anak saya diare dan muntah". Setelah konsultasi, kata dokter anak saya intoleransi laktosa. Kemudian saya ganti k sufor rendah laktosa. Sekarang saya ingin kembali ke sufor MP lagi. Bagaimana cara mengetahui anak saya sudah tidak intoleransi laktosa lagi dok??

14 Apr 2016, 22:06 WIB
dr. Citra Roseno
dijawab oleh: dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Intoleransi laktosa disebabkan oleh kurangnya enzim laktase yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna laktosa (gula susu) yang terkandung di dalam susu. Laktosa yang tak tercerna akan bertahan di usus dan mengalami fermentasi, sehingga usus anda merasa tidak nyaman, termasuk sakit perut, kembung dan diare. 

Penyebab dari kurangnya enzim laktase ini terbagi 2, yaitu primer dan sekunder. Defisiensi / kekurangan laktase primer umumnya muncul sejak usia anak-anak, sekitar 2 tahun. Defisiensi / kekurangan laktase sekunder terjadi karena terdapat perlukaan pada usus kecil atau terdapat penyakit gangguan pencernaan lain yang dapat mengurangi produksi laktase dalam tubuh. Penyakit-penyakit ini antara lain adalah Celiac Disease, Inflammatory Bowel Disease, dan Crohn’s Disease.

Intoleransi laktosa tidak dapat disembuhkan dalam artian tidak ada obat yang dapat menambah produksi enzim laktase dalam tubuh namun gejalanya dapat dikontrol melalui diet. Apabila anda mengganti dengan susu formula biasa maka diare (gejala intoleransi laktosa) anak anda dapat kambuh lagi. Namun ibu tidak perlu khawatir, karena masih terdapat beberapa cara menjaga nutrisi bagi mereka yang mengalami intoleransi laktosa:

  • Minumlah susu dalam jumlah kecil sekali minum
  • Gunakan produk susu yang mencantumkan label "lactose-reduced" atau "lactose-free" dimana mereka mengurangi kandungan laktosa-nya hingga 99% 
  • Konsumsi susu kedelai yang diperkaya dengan kalsium, supaya asupan kalsium anak anda tetap terjaga
  • Jangan menggunakan produk susu dengan kadar laktosa tinggi seperti susu sapi, susu kambing
  • Waspadai produk non-susu yang mungkin mengandung laktosa. Jika yang tercantum pada label produk tersebut memuat bahan-bahan ini, maka produk tersebut mengandung laktosa: whey, curds, milk by-products, dry milk solids dan nonfat dry milk powder

Berikut kami sertakan artikel untuk melengkapi informasi Anda: 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

14 Apr 2016, 22:06 WIB