Jumlah ASI dan Cara Meningkatkannya

Info Penanya, wanita 25 Tahun

dok,mw tanya saya kalau mompa selalu daptnya 100-150ml per hari,itu wajar apa masih kurang banyak? denger orang" kalau meras mereka bisa sampai dapat 2 botol sekali peras. mw tau cara supaya bisa dapt banyak dong dok? soalnya asi jg gk pernah mbangkai cuma kenceng biasa itupun gk mesti.

15 Apr 2016, 06:55 WIB
dr. Citra Roseno
dijawab oleh: dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Berapakah usia bayi Anda? Bagaimana dengan frekuensi minumnya? Jumlah ASI yang normal diproduksi pada akhir minggu pertama setelah melahirkan adalah 550 ml per hari. Dalam 2-3 minggu, produksi ASI meningkat sampai 800 ml per hari. Jumlah produksi ASI dapat mencapai 1,5-2 L per harinya. Jumlah produksi ASI tergantung dari berapa banyak bayi menyusu. Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak hormon prolaktin dilepaskan, dan semakin banyak produksi ASI. Sebaliknya, produksi ASI akan berkurang secara bertahap jika frekuensi menyusui juga berkurang. Bayi baru lahir butuh sekitar 5-7 ml ASI sekali minum. Sementara bayi usia 2-6 bulan membutuhkan sekitar 570-900 ml/hari.

Bagi Anda ibu yang bekerja dan hanya bisa memberikan ASIP, dan untuk memperkirakan kebutuhan ASI bayi Anda, berikut perhitungan kasar asupan jumlah ASI yang dibutuhkan anak dalam sekali sesi minum. Sebelum melakukan perhitungan, terlebih dahulu kita harus mengetahui frekuensi anak untuk minum ASI dalam sehari.

Perhitungannya adalah sebagai berikut: 

  • Asupan rata-rata bayi minum ASI dalam sehari (750 ml) menurut usia : frekuensi anak minum dalam sehari
  • Contoh: Anak minum ASI sebanyak 10 kali dalam sehari, berapa rata-rata asupan ASI yang diminum anak sekali minum?
  • Rumusnya: 
  • 750 ml / (frekuensi minum)  
  • Jadi, 750mL / 10x = 75mL

Jadi rata-rata asupan ASIP adalah 75 mL dalam sekali minum, jika frekuensi minum anak 10x dalam sehari.

Berikut kami sertakan tanda-tanda bayi ASI yang telah minum cukup:

  • Payudara ibu tidak terasa penuh
  • Bayi menghentikan hisapan dengan sendirinya
  • Bayi tenang dan lelap tidur
  • Tinja berwarna gelap, hijau kehitaman – kuning
  • Frekuensi buang air kecilnya sering.  BAK > 6 kali sehari
  • Berat badan bayi meningkat. Berat badan bayi naik 500 gram dalam 2 minggu

Jika memang ASI semakin berkurang cobalah untuk meningkatkan frekuensi memompanya menjadi setiap 2-3 jam sekali, Anda dapat memerah ASI saat masih di kantor dan membawa pulang ASI untuk dijadikan stock kembali. Karena pada dasarnya jika produksi ASI masih ada maka kemungkinan ASI untuk keluar banyak pun masih ada. Berikut artikel yang terkait dengan penyimpanan ASI perah "Cara Menyimpan ASI Botolan yang Baik dan Benar"

Kualitas ASI dipengaruhi oleh kesehatan ibu secara menyeluruh, termasuk juga mutu dari asupan makanan dan kecukupan istirahat. ASI bukan langsung berasal dari bahan yang ada di perut, namun diolah terlebih dahulu sehingga merupakan bahan yang bergizi (nutrien) yang dihantarkan melalui darah. Selain makanan yang bergizi, Anda juga dapat mengkonsumsi produk susu seperti yoghurt, keju dan susu untuk meningkatkan kualitas ASI. Produk susu ini kaya akan kalsium dan sumber terbaik untuk vitamin B, D dan protein. Ibu menyusui yang mendapatkan kalsium dari susu menjamin pengembangan dari tulang bayi yang baru lahir. 

Perlu diketahui bahwa prinsip dari ASI adalah supply and demand, semakin banyak Anda menyusui (memerah) ASI maka produksi ASI pun akan semakin bertambah. Tetap semangat untuk memberikan yang terbaik untuk anak Anda.

Berikut kami sertakan artikel untuk melengkapi informasi Anda:

15 Apr 2016, 06:55 WIB