KB Untuk Ibu Menyusui

Info Penanya, pria 29 Tahun

saat ini isteri ingin ikut progran KB dan atas saran bidan istri saya menggunakan kb suntik per 3 bulan dan kami meiliki bayi laki-laki berusia 5 bulan dan masih diberikan ASI eksklusif, apakah kb suntik tricloperon tersebut tidak berpengaruh bagi pertumbuhan anak kami yang masih menyusui?

10 Feb 2017, 06:58 WIB
Klikdokter
dijawab oleh: Klikdokter

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. KB suntik 1 bulan mengandung hormon estrogen dan progesteron, yang dapat mengganggu produksi ASI.

Untuk Ibu menyusui, dianjurkan untuk menggunakan KB yang hanya berisi progesteron saja. Untuk itu ada beberapa pilihan jenis KB untuk Ibu menyusui, yaitu: KB suntik, implan, mini pil atau AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim). Kontrasepsi suntikan KB 3 bulan mengandung long-acting progestin, yaitu Norestiteron enantat (NETEN) dengan nama dagang depomedroksi progesterone acetat (DPMA), 150 mg yang diberikan setiap 3 bulan. Hormonal ini akan berfungsi sebagai alat pencegah kehamilan dengan cara kerja mempengaruhi sistim hormon di dalam tubuh. Sehingga pilihan KB suntik 3 bulan lebih tepat untuk Ibu.

Salah satu efek samping dari hormon tersebut adalah perdarahan yang tidak teratur, mulai dari perdarahan bercak atau flek hingga perdarahan yang berkepanjangan, bahkan 70% pengguna KB suntik bisa tidak mens. Setiap individu memiliki respon yang berbeda-beda dalam penerimaan hormon ini. Darah tersebut berasal dari peluruhan lapisan dinding rahim seperti darah haid yang mengalami ketidakteraturan akibat pengaruh hormon.

Pada pemakaian KB suntik 3 bulan (KB suntikan progestin), siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun setelah pemakaian suntikan KB dihentikan. Selama dalam waktu 6 bulan-1 tahun maka siklus menstruasi dapat mengalami ketidakteraturan yang disebabkan karena proses pengembalian keseimbangan hormonal beberapa waktu.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan atau bidan yang menangani Anda sebelum melakukan pemilihan metode kontrasepsi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

10 Feb 2017, 06:58 WIB