nafas serasa berat setelah berjalan

Info Penanya, pria 36 Tahun

permisi dok,saya ingin bertanya tentang rasa sakit yg saat ini saya alami. saya sudah merasakan keanehan ini sejak 1thn yg lalu,dan makin lama makin berrambah parah.sekarang setiap saya berjalan 30 m,saya berasa nafas saya berat,dari bawa pusar seakan ada yg mendorong sampai ke ulu hati,kemudain tangan saya merasa dingin dan tiba2 ingin buang air kecil,perut juga menjadi seperti tegang. sebenarnya saya menderita sakit apa dok??? dada saya selama ini tidak pernah merasa sakit atau cenat cenut. tapi memang sebelum saya sakit seperti ini,sekotar darrah perut samping saya dan perut tengah saya suka kram parah. saya mohon penjelasan dan bantuan nya dari para dokter terhormat sekalian. sebelum nya saya ucapkan banyak terima kasih atas info dan nasihat nya

10 Feb 2017, 07:04 WIB
dr. Karunia Ramadhan
dijawab oleh: dr. Karunia Ramadhan

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Perasaan yang dirasakan oleh seseorang mengenai ketidaknyamanan atau kesulitan dalam bernapas dapat disebabkan oleh banyak hal. Untuk itu dibutuhkan pemeriksaan lengkap secara langsung oleh Dokter. Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru) atau gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung).

Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)
Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari
Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi.
Bagaimana dengan keluhan ayah Anda dan sudah berapa lama terjadi?

Penyebab kegawatdaruratan karena sesak napas dapat berupa :

Asma : batuk, mengi
Infeksi paru (pneumonia) : batuk, panas, sesak napas
Alergi (pembengkakan pada tenggorok yang menyebabkan terjadinya sumbatan) : riwayat makan makanan yang menyebabkan alergi (seafood, kacang, telur, dan lain sebagainya)
Sakit jantung (disertai nyeri dada)
Trauma dada (kecelakaan yang mengenai dada) : riwayat benturan keras di daerah dada, sesak napas, nyeri dada, ada kerusakan pada dada (patah tulang), pendarahan.
Selain dari kelainan organik juga perlu dicari ada tidaknya gangguan psikologis, karena sesak napas juga dapat disebabkan oleh rasa cemas, panik, stres, depresi dan berbagai emosi negatif lainnya. Jika memang tidak ada masalah organik maka masalah psikologis harus dipikirkan, dan bukan tidak mungkin jika sesak napas merupakan akibat dari kombinasi keduanya.

Penanganan sesak nafas dilakukan berdasarkan penyebab dasar terjadinya sesak nafas tersebut. Berikut kami jabarkan sedikit mengenai keluhan seputar penyakit jantung untuk menambah pengetahuan Anda.

Keluhan Untuk Penyakit Jantung

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina.

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan obat jantung yang diletakkan dibawah lidah (nitrogliserin sublingual).

Selain gejala, tentunya dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan rekam jantung (EKG) untuk memastikan apakah keluhan yang Anda alami disebabkan karena penyakit jantung. Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti :

Merokok, berapapun jumlahnya
Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
Hipertensi
Kadar kolesterol HDL yang rendah
Diabetes Mellitus
Usia lanjut
Obesitas (IMT > 25 mg/m2)
Kebiasan kurang bergerak/aktivitas fisik
Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita).
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner yang disebabkan oleh penumpukan plak-plak lemak sehingga menyebabkan aliran darah dan nutrisi ke jantung berkurang. Pencegahan penyakit jantung koroner antara lain adalah perubahan gaya hidup yang meliputi:
Olahraga teratur, tidak perlu olahraga intensitas tinggi, oleharaga intensitas sedang 20 menit per hari seperti berjalan dan bersepeda
Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kontrol tekanan darah Anda dengan obat yang diberikan dokter, selain itu hindari konsumsi garam berlebih. Konsumsi garam dibatasi 2 sendok teh per hari untuk orang dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung
Kontrol gula darah
Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan
Hindari konsumsi lemak berlebih seperti goreng-gorengan dan makanan bersantan
Hindari stress
Hindari rokok dan asap rokok.
Apabila keluhan tersebut terus berlanjut, kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam atau jantung untuk mengetahui penyebab dan penanganan dari kondisi Anda saat ini.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

10 Feb 2017, 07:04 WIB