Dua Tahun Menikah Belum Dikarunia Anak

Info Penanya, pria 25 Tahun

Tidak dapat menstruasi setelah sembuhnya sakit bronkhitis,selama 2 tahun lamanya menikah,sulit untuk mentruasi dan sulit mempunyai anak

18 Mar 2017, 09:04 WIB
dr. Anita Amalia Sari
dijawab oleh: dr. Anita Amalia Sari

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter 

Halo, kami sangat mengerti kekhawatiran Anda, dan keinginan Anda, dalam memiliki buah hati. 

Kapankah terakhir Anda haid?

Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea <jumlah darah menstruasi sedikit>), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa. Angka kejadian berkisar antara 1 – 5%.

Penyebab terbanyak dari amenorea sekunder adalah kehamilan, setelah kehamilan, menyusui, dan penggunaan metode kontrasepsi disingkirkan, maka penyebab lainnya adalah:

  • Stress dan depresi
  • Nutrisi yang kurang
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Olahraga berlebihan
  • Obesitas
  • Gangguan hipotalamus dan hipofisis
  • Gangguan indung telur
  • Obat-obatan
  • Penyakit kronik dan Sindrom Asherman

 Terapi untuk amenorea sekunder sangat bergantung pada penyebabnya. Saran kami sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk evaluasi lebih lanjut.

Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu: belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi.

Apabila telah memenuhi kriteria infertilitas primer di atas, maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya, baik dari pihak suami maupun istri. Dari pihak istri, kami sarankan untuk melakukan pemeriksaan USG rahim, HSG ataupun kadar hormon. Kondisi tubuh yang terlalu gemuk atau terlalu kurus juga dapat mengganggu kesuburan.

Analisis semen diperlukan untuk menilai kualitas serta kuantitas sperma pada kasus infertilitas (ketidaksuburan) pria. Selain usia, kualitas sperma juga dipengaruhi oleh beberapa faktor pada pria seperti makanan dengan gizi kurang adekuat, stress, obesitas, obat-obat, merokok, pestisida yang terdapat dalam makanan.

Yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Selain itu, perlu juga diperhatikan:

  • hentikan segala bentuk kegiatan yang kurang baik seperti merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol.
  • sebisa mungkin hindari konsumsi obat-obatan, terutama yang dijual bebas
  • ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim terutama sekitar masa subur
  • menjaga gaya hidup sehat dan memakan makanan bergizi. Hindari diet berlebihan selama merencakan kehamilan.
  • menurut the Center for Disease Control (CDC), perempuan yang merencanakan kehamilan dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio
  • Hindari stres psikologis dan beban pikiran, terutama beban pikiran ingin memperoleh keturunan secepatnya. Jalani hidup dengan santai dan bahagia

Periksakan kondisi Anda berdua, istri dapat berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan sedangkan suami dapat berkonsultasi ke dokter spesialis andrologi, agar diketahui sumber permasalahanya dan Anda berdua dapat cepat memiliki buah hati. Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dan suami dapat segera dianugerahi buah hati.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat. 

Salam,

18 Mar 2017, 09:04 WIB