Berpergian Dengan Pesawat Saat Hamil Muda

Info Penanya, pria 29 Tahun

Dok, saya sedang hamil dengan usia kandungan 1 bulan 1. Boleh tidak berpergian keluar kota ? ( pesawat dan speedboat ) 2. Apakah boleh melakukan hubungan seks dgn suami? 3. Bagaimana mengatasi pusing yg seharian? Terima kasih dokter

30 Jun 2017, 00:22 WIB
dr. Theresia Rina Yunita
dijawab oleh: dr. Theresia Rina Yunita

Sebelumnya, kami ucapkan selamat atas kehamilan Anda. Semoga kesehatan Ibu dan Bayi selalu baik sampai saat persalinan.

1. Selama kondisi Anda sehat saat hamil dan tidak terdapat komplikasi dalam kehamilan, tidak menjadi masalah jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat terbang. Namun biasanya bepergian dengan menggunakan pesawat terbang akan memperburuk keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil terutama di trimester ketiga, seperti mual-mual, muntah, sakit pinggang akibat duduk terlalu lama, dll. Karena itu sebaiknya Anda sudah mempersiapkan diri dengan obat-obatan dari dokter anda untuk menangani hal-hal tersebut.

Selama kondisi kehamilannya baik, ibu hamil tetap dapat bepergian melalui jalan udara. Namun terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

Secara umum, usia 4-7 bulan merupakan usia kehamilan yang ideal untuk melakukan penerbangan, tentunya dengan kondisi kehamilan yang sehat dan tidak bermasalah. Usia kehamilan terbaik untuk melakukan perjalanan udara adalah selama kehamilan trimester kedua sebelum usia kehamilan 35 minggu (untuk penerbangan internasional) atau sebelum usia kehamilan 36 minggu (untuk penerbangan domestik). Hal ini dilakukan mengingat terdapat peningkatan risiko terjadinya keguguran pada ibu hamil trimester pertama dan risiko kelahiran dalam pesawat pada ibu hamil trimester ketiga.
Hindari perjalanan udara yang lama dan terlalu sering terkait peningkatan risiko keguguran pada ibu hamil dengan jam penerbangan rata-rata 74 jam selama satu bulannya.
Hindari bepergian ke daerah-daerah endemis yang memerlukan tindakan imunisasi.
Usahakanlah untuk membawa makanan dan minuman Anda sendiri untuk menjaga kecukupan kebutuhan nutrisi Anda.
Banyak mengonsumsi air putih sebelum, selama, dan setelah perjalanan untuk menghindari dehidrasi.
Cobalah menempatkan diri Anda dalam posisi yang nyaman di mana Anda dapat meluruskan kedua kaki Anda, serta keluar-masuk pesawat atau toilet dengan mudah.
Gunakanlah alas kaki yang nyaman dan terbuka. Tinggikan tungkai Anda dan berjalan sesering mungkin selama perjalanan untuk mengurangi risiko pembengkakan.
Yang terpenting adalah Anda sebaiknya mendiskusikan penerbangan Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda untuk memastikan kondisi Anda dan mendiskusikan kapan sebaiknya Anda melakukan penerbangan.

2. Pasalnya, berhubungan seks saat hamil dituding dapat memengaruhi kondisi janin yang ada di dalam kandungan. Padahal dari sisi medis, berhubungan seks saat hamil adalah aktivitas yang diperbolehkan, lho. Dengan catatan tidak terdapat kondisi-kondisi di bawah ini:

Sakit saat Berhubungan Seks
Perdarahan atau flek.
Air ketuban yang merembes.
Plasenta menutupi serviks (plasenta previa).
Riwayat kelahiran prematur.
Riwayat keguguran.
Selain kondisi di atas, Anda juga disarankan untuk tidak berhubungan seks pada:

Trimester pertama kehamilan
Pada trimester pertama kehamilan, ibu hamil mengalami gejala mual dan muntah. Ini tentunya bisa mengganggu kenyamanan Anda ketika berhubungan.

Di samping itu, bayi juga masih sangat kecil dan masih dalam pembentukan/perkembangan organ. Rahim wanita pun masih belum terlalu kuat untuk menahan kontraksi saat orgasme akibat berhubungan seks.

Menjelang kelahiran
Anda dilarang untuk berhubungan seks mendekati hari kelahiran sang jabang bayi. Ini karena hubungan seks yang Anda lakukan akan terhalang ukuran perut calon ibu yang sudah sangat besar.

Tak hanya itu, sperma suami Anda juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur. Karena, sperma adalah zat yang dapat menimbulkan kontraksi pada rahim dan membuat mulut rahim tersebut melebar.

3. Perubahan kadar hormon dalam tubuh wanita hamil, stres atau asupan makanan yang kurang dalam kehamilan memang menyebabkan 90% wanita hamil sering mengalami sakit kepala atau pusing . Coba atasi dengan jalan kaki pagi hari atau sore hari dengan udara segar, istirahat yang cukup dan rileks serta pemijatan (selain perut) serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Jika tidak teratasi juga, konsumsi obat yang mengandung parasetamol tergolong aman untuk wanita hamil.

Namun, bila pusing berlangsung lama dan disertai keluhan lain seperti lemas, letih, gangguan konsentrasi, sesak napas kami sarankan Anda memeriksakan kondisi Anda ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk mencari penyebab lain pusing saat hamil. anemia. Semoga bermanfaat.

Demikian informasi tentang mual dan pusing saat hamil yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan semoga anda lekas sembuh.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

30 Jun 2017, 00:22 WIB