Keputihan Berwarna Coklat

Dokter saya ingin bertanya, bila keputihan yang berwarna coklat itu berbahaya? Dan apa penyebabnya dok? Saya takut saat saya searching di google jawabanya selalu tanda tanda hamil. Padahal saya tidak pernah berhubungan suami istri dok, saya sangat takut sekali, jika ini gejala haid. Sebelumnya sekitar 10 hari yang lalu saya haid dok, tolong jawabanya ya

Lihat Selengkapnya
wanita, 17 Tahun01 Jul 2017, 07:28 WIB

dr. Jeannyfer Halim Jungestian

Dijawab oleh:

dr. Jeannyfer Halim Jungestian

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Sudah berapa lama Anda rasakan ? Bagaimana dengan konsistensinya, jumlah dan frekuensi Anda mengalami hal tersebut ? Apakah berbau ? Apakah Gatal ?

Izinkan kami menyampaikan tentang keputihan. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis/tidak normal adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:
Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.
Perlu diketahui bahwa keputihan dapat saja merupakan infeksi menular seksual. Bila disebabkan oleh infeksi menular seksual, maka baik Anda maupun pasangan (suami) perlu diobati juga agar pengobatan tuntas. Anda dapat ke dokter spesialis kandungan ataupun dokter spesialis kulit dan kelamin. Bila perlu, dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari cairan keputihan agar kuman penyebab diketahui secara pasti.

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi memerlukan pengobatan dengan antijamur / antibiotik / antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya.

Flek

Tidak dapat disingkirkan bahwa Anda mengalami flek. Flek coklat juga bisa menandakan darah haid. Darah haid yang berwarna kecoklatan dan kehitaman merupakan darah haid yang mengandung sel darah yang lebih lama (bukan sel darah merah segar) karena tertahan di dalam rahim dan tidak segera dikeluarkan. Bila tidak ada keluhan lain (siklus haid memanjang, nyeri perut/ pinggang hebat, dll) maka Anda tidak perlu khawatir. Apakah Anda memiliki keluhan lain ?

Penyebab lain flek coklat misalnya sebagai berikut:

1. Kehamilan atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan)

2. Penggunaan kontrasepsi oral

3. Ketidakseimbangan hormon

4. Infeksi pada alat kelamin

5. Pengobatan tertentu (misal: obat pengencer darah)

6. Polip serviks (benjolan pada mulut rahim)

7. Kanker serviks

8. Dysfunctional uterine bleeding (pendarahan akibat hormonal)

9. Endometriosis, adenomyosis (bentuk kelainan pada dinding rahim)

10. Hiperplasia endometrial

11. Pelvic inflammatory disease (penyakit infeksi pada saluran kewanitaan)

Sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan  untuk mengetahui penyebab keluhan Anda.


Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat
Salam Sehat

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk