Kehamilan dan Berpergian dengan Pesawat

Info Penanya, pria 30 Tahun

Dokter apakah boleh hamil trisemester pertama malakukan kunjungan ke luar daerah?menggunakan pesawat terbang

23 Sep 2017, 17:07 WIB
dr. Alvin Nursalim, SpPD
dijawab oleh: dr. Alvin Nursalim, SpPD

Terima kasih karena Anda telah bertanya tentang kehamilan dan berpergian menggunakan fasilitas  Tanya Dokter 

Kami mengerti kekhawatiran anda. Sebelumnya, kami ucapkan selamat atas kehamilan Anda. Semoga kesehatan Ibu dan Bayi selalu baik sampai saat persalinan. Selama kondisi Anda sehat saat hamil dan tidak terdapat komplikasi dalam kehamilan, tidak menjadi masalah jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat terbang. Namun biasanya bepergian dengan menggunakan pesawat terbang akan memperburuk keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil terutama di trimester ketiga, seperti mual-mual, muntah, sakit pinggang akibat duduk terlalu lama, dll. Karena itu sebaiknya Anda sudah mempersiapkan diri dengan obat-obatan dari dokter anda untuk menangani hal-hal tersebut.

Selanjutnya, selama kondisi kehamilannya baik, ibu hamil tetap dapat bepergian melalui jalan udara. Namun terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

Secara umum, usia 4-7 bulan merupakan usia kehamilan yang ideal untuk melakukan penerbangan, tentunya dengan kondisi kehamilan yang sehat dan tidak bermasalah. Usia kehamilan terbaik untuk melakukan perjalanan udara adalah selama kehamilan trimester kedua sebelum usia kehamilan 35 minggu (untuk penerbangan internasional) atau sebelum usia kehamilan 36 minggu (untuk penerbangan domestik). Hal ini dilakukan mengingat terdapat peningkatan risiko terjadinya keguguran pada ibu hamil trimester pertama dan risiko kelahiran dalam pesawat pada ibu hamil trimester ketiga.
Hindari perjalanan udara yang lama dan terlalu sering terkait peningkatan risiko keguguran pada ibu hamil dengan jam penerbangan rata-rata 74 jam selama satu bulannya.
Hindari bepergian ke daerah-daerah endemis yang memerlukan tindakan imunisasi.
Usahakanlah untuk membawa makanan dan minuman Anda sendiri untuk menjaga kecukupan kebutuhan nutrisi Anda.
Banyak mengonsumsi air putih sebelum, selama, dan setelah perjalanan untuk menghindari dehidrasi.
Cobalah menempatkan diri Anda dalam posisi yang nyaman di mana Anda dapat meluruskan kedua kaki Anda, serta keluar-masuk pesawat atau toilet dengan mudah.
Gunakanlah alas kaki yang nyaman dan terbuka. Tinggikan tungkai Anda dan berjalan sesering mungkin selama perjalanan untuk mengurangi risiko pembengkakan.
Yang terpenting adalah Anda sebaiknya mendiskusikan penerbangan Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda untuk memastikan kondisi Anda dan mendiskusikan kapan sebaiknya Anda melakukan penerbangan. Jika memang kondisi kehamilan anda cukup kuat, kemungkinan besar penerbangan masih diperbolehkan. Namun demikian, jika kondisi kehamilan anda lemah misalnya terdapat flek yang keluar, sebagiknya penerbangan tidak dilakukan.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, silakan kirimkan pertanyaan Anda melalui fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

23 Sep 2017, 17:07 WIB