Ejakulasi Dini dan Memperbesar Alat Vital

Dok,mau tanya tentang ejakulasi dini Apa bisa hilang dengan obat/terapi? Dan tentang ukuran alat vital, apa bisa lebih dari yg sekarang? Soalnya istri suka menyinggung dok Makasih

Lihat Selengkapnya
pria, 24 Tahun10 Mei 2018, 01:55 WIB

dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Dijawab oleh:

dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih telah bertanya mengenai cara mengatasi ejakulasi dini melalui fitur Tanya Dokter.

Ejakulasi dini merupakan gangguan seksual yang umum dialami pria. Kurang lebih 1 dari 3 pria mengalaminya pada satu titik dalam kehidupan mereka. Kondisi ini sesungguhnya bukan suatu penyakit dan dapat diatasi tanpa obat-obatan.

Rata-rata waktu normal dari mulainya penetrasi hingga ejakulasi adalah 5,5 menit, dengan rentang rata-rata 5-7 menit. Seseorang dianggap mengalami ejakulasi dini (ED) apabila ejakulasi terjadi <2 menit. Namun, prinsipnya ED adalah ketidakmampuan mengontrol ejakulasi secara seksual maupun emosional. Durasi ini tidak bersifat saklek, artinya tergantung dari Anda dan pasangan. Ada pria yang ejakulasi dalam waktu 1 menit tetap 'senang' saja karena pasangannya terpuaskan, sedangkan ada pria yang ejakulasi dalam 10 menit yang merasa mengalami ejakulasi dini karena tidak mampu memuaskan pasangannya.

Penyebab ejakulasi dini (ED) dapat dibagi menjadi dua, yaitu penyebab ED primer dan sekunder.

- Pada sebab yang primer, ED terjadi sejak pertama kali aktif secara seksual. Dengan kata lain, dari waktu pertama kali berhubungan seksual selalu mengalami ED. Penyebabnya seringkali bersifat psikologis, termasuk trauma seksual yang pernah dialami.

- Pada yang sekunder, ED terjadi setelah sebelumnya memiliki riwayat ejakulasi yang normal. Penyebabnya bersifat psikologis dan fisik. Penyebab fisik misalnya penyakit diabetes, darah tinggi, konsumsi alkohol berlebihdan dan merokok.

Secara fisik, ejakulasi dikendalikan oleh zat kimia dalam otak, yaitu serotonin. Apabila kadar serotonin Anda terganggu atau tidak bekerja dengan baik, dapat terjadi ejakulasi dini. Alasan lainnya adalah penis yang terlalu sensitif atau terdapat aktivitas refleks abnormal pada sistem ejakulasi Anda.

Kondisi medis lain juga dapat memicu ED, seperti disfungsi ereksi (DE), kelenjar tiroid yang terlalu aktif, gangguan terkait prostat, dan diabetes.

Sedangkan penyebab psikologis, dapat bervariasi antarindividu. Ini bisa dipicu oleh masalah dalam hubungan suami istri/dengan pasangan seksual, kecemasan, depresi dan stres. Hal ini juga dapat berhubungan dengan pilihan gaya hidup seperti alkoholik, menggunakan narkoba. Ejakulasi dini juga dapat terjadi akibat reaksi emosional dan frustasi personal karena ED yang dialami.

Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi ED adalah obat-obat golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors). Namun, penggunaan obat-obat ini sangat ketat dan harus dengan resep dokter. Obat-obat ini diberikan apabila cara-cara alami sudah tidak berhasil.

Banyak pakar merekemondasikan hal-hal berikut untuk membantu mengatasi ED:

- Metode stop-start. Penis distimulasi hingga akan ejakulasi kemudian berhenti. Setelah kembali ke kondisi semula, ulangi lagi beberapa kali bila perlu. Prinsipnya jangan sampai terjadi ejakulasi. 

- Metode squeeze, merupakan teknik di mana pria menstimulasi penis sampai merasa akan ejakulasi, kemudian segera berhenti dan tekan kepala penis hingga hasrat dan sensasi seksual menghilang.

Selain self-help di atas, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ED:

1. Komunikasikan dengan pasangan yang Anda alami. Ini akan membuat Anda tahu apa yang pasangan harapkan dari Anda sehingga meningkatkan rasa percaya diri Anda. Ini merupakan kondisi medis dan bukan salah siapapun. Karena itu bila dihadapi bersama-sama akan lebih baik.

2. Kelamin dikitari oleh otot-otot rongga panggul yang juga perlu dilatih. Lakukan latihan Kegel untuk menguatkan otot-otot ini sehingga ED dapat dihindari.

3. Tenang dan sabarlah. 

4. Kurang tidur dapat menurunkan kadar serotonin otak sehingga tubuh Anda ejakulasi lebih cepat. Karena itu, kecukupan waktu tidur sangat penting.

Apabila cara-cara di atas belum berhasil, konsultasikan dengan dokter spesialis urologi atau andrologi.

Untuk pertanyaan Anda mengenai ukuran penis. 

Tidak ada yang efektif sebagai cara memperbesar penis, termasuk tindakan operasi. Meskipun, memang satu-satunya cara memperbesar penis adalah melalui operasi, namun pembesaran penis dengan cara operasi tersebut  ternyata tidak efektif. Produk-produk yang memberi janji dapat memperbesar kemaluan justru dapat "merusak" kemaluan itu sendiri. Banyak produk yang ditawarkan dengan janji bahwa produk tersebut dapat memperbesar penis. Namun tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung penggunaan metode-metode non-operatif untuk memperbesar penis, dan secara medis tidak dianjurkan pembesaran penis dengan cara operasi hanya untuk alasan kosmetik. Sedangkan metode-metode yang ditawarkan justru dapat "merusak" penis dan beberapa menyebabkan impotensi. Karena itu, sebaiknya berpikir matang-matang sebelum mencoba produk apapun yang katanya dapat memperbesar penis. Bukannya mendapatkan hasil yang diinginkan, malahan mendapatkan efek samping menjadi impoten.

Panjang penis yang normal adalah 7,6 - 10,2 cm (saat lemas) dan 12,7 - 17,8 cm (saat ereksi). Penis dianggap kecil (abnormal) jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi (mikropenis). Jika ukuran penis Anda masih ada dalam kisaran ukuran tersebut maka tidak ada yang perlu Anda khawatirkan.

Berikut kami sertakan artikel untuk dibaca lebih lanjut:

Pentingkah Ukuran Penis?

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang cara mengatasi ejakulasi dini. Semoga bermanfaat.

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Ejakulasi Dini

Dijawab oleh:dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Ejakulasi Dini

Dijawab oleh:dr. Nadia Octavia

Ejakulasi Dini

Dijawab oleh:dr. Nadia Octavia

Pertanyaan Seputar Ejakulasi Dini

Dijawab oleh:dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc

1 KOMENTAR

Avatar
Sultan Rb
2 Tahun Lalu

gaya tahan diatas rAnjang

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk