Lendir Coklat Setelah Berhubungan Intim

Info Penanya, wanita 22 Tahun

Selamat malam dok Saya seminggu kemarin udah selesai haid, lalu saya berhubungan intim seperti biasanya, tapi setelah selesai ada lendir berwarna coklat dan banyak seperti orang haid. Lendir yang berwarna coklat itu apa dok, bau nya seperti keputihan biasa, berbau asam gitu dok Sebagai info tambahan, saya punya riwayat keputihan sejak remaja dan pernah terinfeksi jamur Terima kasih banyak atas jawabannya dok

11 May 2018, 16:49 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah bertanyamelalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter

Kami dapat memahami kekhawatiran Anda saat ini. Sebelum dapat menjawab pertanyaan Anda, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti bagaimana siklus haid anda selama ini, apakah teratur, maju atau mundur, apakah keluhan ini baru pertama kali dirasakan, dan apakah selama ini setelah anda berhubungan anda pernah mengalami keluhan yang serupa. 

Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Dapat juga berupa keputihan yang berbau. Lendir dari vagina yang berwarna kecoklatan merupakan suatu jenis keputihan yang patologis (tidak normal). Dalam keadaan normal, sebenarnya seorang wanita dapat mengalami keputihan yang biasanya timbul pada masa subur seorang wanita, sebelum dan sesudah menstruasi. Keputihan yang normal ini biasanya berwarna jernih, tidak berbau dan tidak terasa gatal. Namun ketika warna lendir yang keluar dari vagina berubah warna (menjadi seperti kepala susu, kuning kehijauan, abu-abu, kecoklatan atau bahkan keluar darah), menjadi berbau dan terasa gatal menunjukkan bahwa keputihan yang terjadi sudah patologis (tidak normal). Hal tersebut dapat terjadi akibat infeksi pada vagina (baik infeksi bakteri, jamur atau parasit), akibat adanya benda asing dalam vagina atau akibat adanya keganasan. Pada sebagian besar kasus, keputihan yang tidak normal ini terjadi akibat infeksi mikroorganisme pada saluran reproduksi.

Banyak hal yang dapat memicu terjadinya infeksi kuman pada vagina, diantaranya adalah pemakaian antiseptik untuk daerah vagina bagian dalam. Pemakaian antiseptik akan membunuh kuman-kuman normal dalam vagina yang berfungsi untuk melawan kuman jahat yang masuk ke dalam vagina, sehingga kuman jahat tersebut dapat tumbuh subur dalam vagina dan menimbulkan keputihan yang tidak normal.

Wanita yang sudah menikah juga berisiko tinggi untuk mengalami infeksi di daerah vagina yang menimbulkan keluhan berupa keputihan, karena saat wanita melakukan hubungan seks maka wanita tersebut sangat terbuka terhadap kuman-kuman jahat dari luar. Bahkan keputihan tersebut bisa juga didapat dari pasangan yang juga mengalami infeksi yang sama.

Selain itu kebiasaan bertukar celana dalam dengan orang lain, penggunaan handuk bersama, kurangnya menjaga kebersihan vagina dan cara cebok yang salah juga dapat memicu timbulnya keputihan.

Saran kami adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Semoga membantu.

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat. 

 

Salam,

11 May 2018, 16:49 WIB