Hepatitis B

Salam Dok, saya mau mananyakan soal hasil lab saya tentang Hepatitis B hasil lab menyatakan HBe Ag non reaktif/negatif dan anti HBe reaktif/positif, kalau saya baca ulasan sebelumnya artinya Menderita Hepatitis B tapi sudah tidak menular lagi, disebut dengan Hepatitis B carrier. pertanyaan pertama saya, apa itu berarti jika saya cek lab untuk HBsAG apakah hasilnya akan selalu reaktif? melihat saya terkena virus Hepa B walaupun tergolong carrier. pertanyaan kedua saya, jika hasil HBsAG selalu reaktif, apakah ada kemungkinan dok untuk menjadikannya non reaktif dalam artian menghilangkan jejak Hepa B? sebelum saya menanyakan ini, sebelumnya saya sudah konsul dengan dokter spesialis hati, dan saya tidak diberi obat sama sekali karena normal fungsi hatinya. saya jadi bingung kenapa saya tidak diobati, padahal saya terkena Hepa B.

Lihat Selengkapnya
pria, 30 Tahun21 Mei 2018, 12:23 WIB

dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Dijawab oleh:

dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terimakasih anda telah bertanya seputar Hepatitis B pada fitur Tanya Dokter

Hepatitis (radang pada hati) B  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah
  • Hubungan seksual yang tidak aman
  • Penggunaan jarum suntik tidak steril
  • Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing 
  • Pada saat kehamilan, penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Penggunaan pisau cukur bersama
  • Tranfusi darah

Kebanyakan hepatitis B carriers tidak merasa ataupun terlihat sakit, tetapi mereka dapat mentransmisikan virus tersebut dan membuat orang lain menderita hepatitis B. Bagaimanapun, carriers memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif akibat reaktivasi spontan hepatitis B berulang, sehingga memerlukan pengawasan dokter secara rutin.

5-10% dewasa yang terinfeksi hepatitis B akan 'membawa' atau menyimpan virus tersebut selama hidupnya, yang kemudian disebut hepatitis B carriers.  Hepatitis B memiliki 4 fase untuk menjadi Hepatitis B kronik yaitu:

Fase toleransi imunitas (immune tolerance phase)

Fase pembersihan imunitas (immune clearance phase)

Fase kontrol imunitas (immune control phase)

Fase penurunan imunitas (immune escape phase)

Selama fase satu dan tiga, umumnya pasien tidak memiliki keluhan dan disebut dengan 'inactive carriers'. Bagaimanapun juga, orang tersebut umumnya tidak dapat bertahan selamanya di dalam fase ini, mereka akan berpindah fase dan selalu memiliki risiko untuk terjadinya kerusakan hati progresif dan pembentukan sirosis hati (pengecilan hati).

Pasien pada fase 1 dan 3 umumnya tidak diberikan terapi karena berdasarkan penelitian, pemberian antivirus tidak ada bedanya dengan plasebo. Pasien dengan fase 2 dan 4 akan diberikan terapi antivirus. Yang diperlukan pada pasien carrier tanpa gejala adalah follow-up atau kunjungan ke dokter secara reguler untuk memastikan fase yang terjadi dan perlu tidaknya terapi. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

Menjaga kesehatan carriers

  • Mengunjungi dokter teratur (minimal 1x/tahun).
  • Diskusikan mengenai tes darah dan pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati.
  • Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain.
  • Vaksinasi hepatitis A.

Menjaga diri carriers dari menginfeksi orang lain

  • Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang  memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak  yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi carriers, bahwa  tidak masalah untuk berbagi makanan bersama.
  • Carrier yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama kelahiran).
  • Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual
  • Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dsb.Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma

Untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan carriers.

  • Memeriksakan diri ke dokter untuk tes hepatitis B
  • Vaksinasi hepatitis B
  • Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dsb
  • Tutup semua luka dengan bandage
  • Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah
  • Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatitis B.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B akut akan menghilangkan virus ini dengan sendirinya  dalam waktu 6 bulan dan akan meningkatkan  daya tahan tubuhnya sendiri untuk melawan virus ini  pada orang dewasa. Setelah mereka sembuh, mereka tidak dapat  terinfeksi oleh virus hepatitis B lagi dan tidak dapat menularkannya ke orang lain (sudah memiliki kekebalan terhadap hepatitis B). Namun, tetap berisiko terkena hepatitis jenis lain.

Demikian informasi yang dapat kami sampaika, semoga membantu.

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Pertanyaan Seputar Hepatitis B pada Ibu Hamil

Dijawab oleh:dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc

Anak Terlambat Imunisasi Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Sepriani Timurtini Limbong

Pengobatan Penyakit Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Theresia Rina Yunita

Mengidap Penyakit Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Muhammad Anwar Irzan

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk