Hamil Muda Belum Tampak KantungJanin

Info Penanya, wanita 32 Tahun

Dear Dokter, Saya Rini, 32 Thn. Saya mau nasihatnya. 1. Sewaktu saya hamil 5w, karena kurangnya ilmu, saya makan sate ayam 3 tusuk. Sekarang usia kehamilan saya 6w3d. Apakah hal tersebut berbahaya? 2. Ketika usia 5w, saya usg tapi kantong janin masih samar. Dokter resepkan penguat kandungan, asam folat, anti mual. Apakah sebaiknya jika saya cek lagi tgl. 31 mei, usg ulang? Jika tidak bagaimana ya? Demikian pertanyaan yang saya ajukan, Atas bantuan dan atensinya, saya ucapkan terima kasih Regards, Rini

23 May 2018, 23:30 WIB
dr. Sepriani Timurtini Limbong
dijawab oleh: dr. Sepriani Timurtini Limbong

Terimakasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda

Pada kehamilan 4 minggu kantung kehamilan (yolk sak) sudah dapat terlihat melalui USG transvaginal, pada usia 5 minggu janin sudah tampak pada kantung kehamilan dan semakin jelas pada bulan-bulan sebelumnya. Pada usia kehamilan minggu ke 7 seharusnya pada pemeriksaan USG didapatkan adanya kantung kehamilan dan janin di dalamnya. Jika pada kasus Anda belum ditemukan adanya janin, sebaiknya Anda lakukan pemeriksaan kembali. 

Dalam keadaan normal seorang wanita hanya perlu 3 kali melakukan pemeriksaan USG selama kehamilannya, yaitu : 

Pemeriksaan pertama pada usia kehamilan sekitar 7 minggu untuk mengkonfirmasi kehamilan, menyingkirkan kemungkinan hamil diluar kandungan, melihat denyut jantung janin dan mengukur panjang janin (crown-rump length)Pemeriksaan kedua saat usia kehamilan 18-20 minggu untuk mendeteksi adanya cacat janin. Pada usia ini, ukuran janin sudah cukup besar sehingga dokter dapat mendeteksi kelainan anatomi janin dengan lebih akurat. Disamping itu, pemeriksaan USG kedua ini juga bertujuan untuk memastikan diagnosis hamil kembar, mengevaluasi pertumbuhan janin dan letak plasentaPemeriksaan ketiga saat janin berusia sekitar 32 minggu atau lebih untuk mengevaluasi ukuran dan berat janin (pertumbuhan janin), mendeteksi lebih lanjut kelainan janin, posisi plasenta.Pemeriksaan USG perlu dilakukan lebih sering jika dokter mencurigai kemungkinan adanya cacat janin dalam kandungan sehingga diperlukan evaluasi berkala untuk melihat kelainan tersebut. Namun pada beberapa pasangan mereka menginginkan untuk mengabadikan momen perkembangan janin setiap bulannya melalui USG, dan itu tidaklah mengapa.

Belum terlihatnya janin pada usia 7 minggu merupakan indikasi adanya gangguan pada perkembangan janin, untuk itu sebaiknya Anda memeriksaan kandungan Anda setiap bulannya kepada dokter kandungan.

Jika dalam beberapa kali pemeriksaan janin belum tampak, kemungkinan dari keadaan yang Anda alami dalam dunia medis disebut dengan blighted ovum.

Blighted ovum atau kehamilan kosong terjadi ketika sel telur yang dibuahi tertanam dalam rahim, namun tidak berkembang menjadi embrio. Pada saat terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban, plasenta, namun telur yang telah dibuahi (konsepsi) tidak berkembang menjadi sebuah embrio, hal ini juga disebut sebagai kehamilan anembryonic dan merupakan penyebab utama kegagalan awal kehamilan atau keguguran.

Meski tidak ada janin, Blighted ovum bisa membuat ibu merasa hamil sungguhan, karena memang kantung kehamilan berkembang seperti biasa. Ibu memang mengalami beberapa gejala kehamilan, seperti menstruasi terhenti, mengalami mual dan muntah, perut makin membesar dan payudara mengeras. Bahkan hasil pemeriksaan air seni melalui test pack maupun laboratorium, bisa saja menunjukkan hasil positif, namun juga bisa negatif.

Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab Blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya. Jika penyebabnya infeksi maka dapat diobati agar tidak berulang. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak dapat hamil sungguhan – disarankan agar tidak hamil dulu selama 3 bulan pascakuret agar rahim benar-benar sehat.

Penyebab dari blighted ovum sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Penyebab Blighted ovum cukup beragam, di antaranya:

Hampir 60% blighted ovum (kehamilan kosong) disebabkan adanya kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sel sperma.Infeksi rubella, infeksi TORCH, kelainan imunologi, dan sakit kencing manis/diabetes melitus yang tidak terkontrol.Semakin tua usia istri dan suami serta semakin banyak jumlah anak yang dimiliki juga dapat memperbesar peluang terjadinya kehamilan kosong. Hal itu disebabkan karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.Rendahnya kadar hormon pembentuk placenta beta HCG (Human Chorionic Gonadotropin) serta faktor imunologis (terbentuknya antibodi terhadap janin)streptokokusPembelahan sel yang abnormalJika disebabkan kelainan kromosom, maka tidak banyak yang bisa dilakukan karena sudah merupakan kelainan bawaan. Namun jika karena infeksi TORCH atau streptokokus, masih dapat diobati agar kehamilan seperti ini tidak terulang kembali. Dengan kata lain, setelah menjalani pengobatan atau terapi dengan baik, tidak tertutup peluang bagi ibu untuk dapat hamil yang sebenarnya.

Untuk kehamilan berikutnya, Pencegahan secara dini dapat Anda lakukan,seperti:

Melakukan imunisasi Ibu untuk menghindari masuknya virus rubella ke dalam tubuhRencanakan kehamilan yang sehatTak hanya pada calon ibu, calon ayah pun disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok dan memulai hidup sehat saat prakonsepsi.Melakukan pemeriksaan kromosomPeriksakan kehamilan secara rutin. Sebab biasanya kehamilan kosong jarang terdekteksi saat usia kandungan masih muda.Selalu mengontrol kadar gula darah. Lakukan pemeriksaan kromosom, utamanya bagi pasutri di atas 35 tahunMembiasakan pola hidup sehatDemikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

23 May 2018, 23:30 WIB