Benjolan dipayudara- #246144

Info Penanya, wanita 18 Tahun

Assalamu alaikum Dokter, saya bulan ini merasakan nyeri pada benjolan payudara sebelah kiri , dan aneh nya saya juga belum menstruasi selama bulan ini , sakit apakah saya dok? Sedangkan bulan-bulan kemaren benjolan saya sudah diperiksa lalu udah ga ada karna udah menstruasi karna sudah minum obat dari puskesmas. Tolon

01 Jun 2018, 15:43 WIB
dr. Astrid Wulan Kusumoastuti
dijawab oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Perlu diketahui bahwa tidak semua benjolan pada payudara disebabkan oleh kanker. Dalam bahasa kedokteran, tumor merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan suatu benjolan. Benjolan(tumor) pada payudara dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab, mulai dari yang ringan seperti kumpulan lemak, infeksi , penyakit fibrokistik, dan tumor jinak(seperti Fibroadenoma Mammae) hingga yang berat atau ganas seperti kanker payudara.

Untuk membedakannya perlu diketahui sejak kapan benjolan tersebut muncul?, dimanakah tepatnya letak benjolan tersebut? apakah ukuran benjolan tersebut tetap atau makin membesar? apakah permukaannya licin atau berbenjol, bertepi rata atau tidak, dapat digerakkan atau melekat pada dasarnya, dan bagaimana konsistensinya apakah keras atau lunak? apakah keluhan tersebut terdapat pada salah satu payudara atau keduanya? apakah benjolan menetap atau hilang timbul? apakah ada pembesaran kelenjar getah bening di sekitarnya (termasuk ketiak)? bagaimana keadaan kulit di atasnya? apakah terdapat kemerahan pada kulit payudara?

Benjolan yang banyak terdapat pada wanita muda dan remaja adalah Fibroadenoma Mamma (FAM) dan penyakit fibrokistik(mammary displasia). FAM merupakan tumor jinak yang paling sering terjadi pada payudara wanita, tumor ini dibentuk baik itu oleh jaringan payudara glandular maupun stroma, dan biasanya terjadi pada wanita muda berusia 15-25 tahun. Etiologi dari fibroadenoma masih tidak diketahui pasti tetapi dikatakan bahwa hipersensitivitas terhadap estrogen pada lobul dianggap menjadi penyebabnya. Penyakit fibrokistik(Mammary dysplasia) merupakan kondisi yang ditandai penambahan jaringan fibrous(jaringan ikat) dan glandular(kelenjar). Mammary dysplasia dapat memberikan gejala berupa benjolan yang biasanya multipel, terdapat penebalan, dan rasa nyeri. dan pertumbuhan dipengaruhi oleh hormonal dan terjadi seiring dengan siklus menstruasi. Benjolan ini akan menghilang setelah wanita selesai menstruasi dan dapat kembali terjadi ketika menstruasi datang.

Kanker payudara biasanya mengenai wanita berusia > 35 tahun. Sampai saat ini penyebabnya belum diketahui dengan pasti, namun diyakini banyak faktor yang berperan dan saling mempengaruhi satu sama lain seperti faktor genetik, hormonal, virogen (belum terbukti pada manusia), makanan yang tinggi lemak dan bersifat karsinogen (pemicu kanker), serta radiasi. Seorang dengan kanker payudara dapat mengeluh adanya benjolan yang berbatas tidak tegas dengan pembesaran ukuran yang progresif, konsistensi keras, melekat pada dasarnya(tidak dapat digerakkan), lekukan atau penarikan kulit payudara ke dalam, keluarnya cairan nanah atau darah dari puting susu dan puting susu yang terlihat berubah posisi dan tidak simetris antara payudara kiri dan kanan. Tak jarang benjolan juga tampak di bagian lain, seperti ketiak. Pada usia muda jarang sekali didapatkan tumor ganas pada payudara kecuali Anda memiliki riwayat keluarga dengan keganasan pada payudara.

Sayangnya, karena minimnya data dan keterbatasan kami untuk melakukan pemeriksaan fisik secara llangsung, maka kami tidak dapat mengetahui secara pasti penyebab dari benjolan pada payudara Anda. Oleh karena itu kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah umum atau dokter spesialis bedah onkologi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan demikian Anda dapat segera mendapat penanganan yang optimal.

Berikut kami sertakan beberapa artikel beikut ini yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

Gejala Kanker Payudara Bukan Hanya Benjolan

Benjolan di Payudara Belum Tentu Kanker

Mastektomi Untuk Cegah Kanker Payudara

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi)

Perempuan, Waspadai Benjolan di Payudara Anda!

5 Langkah Periksa Payudara

Benjolan jinak payudara

Haid merupakan suatu periode terjadinya perubahan dalam organ reproduksi wanita. Setiap bulannya, kandung telur melepaskan satu telurnya. Bersamaan dengan itu, dinding rahim ikut menebal guna mempersiapkan tempat untuk penempelan sel telur yang telah dibuahi oleh sperma.

Kemudian, bila tidak ada pembuahan, lapisan rahim yang menebal tadi akan luruh melalui vagina dalam bentuk darah dan sel-sel yang rusak. Inilah yang dinamakan haid atau menstruasi.

Umumnya, sebuah siklus haid berjarak 21–35 hari dari bulan ke bulan dan berlangsung selama 2–8 hari. Pada beberapa bulan saat pertama kali haid, jarak antara siklus dapat memanjang atau bahkan memendek. Hal ini merupakan proses adaptasi tubuh yang tergolong normal.

Seiring pertambahan usia, siklus haid akan menetap dan lebih teratur. Namun mendekati masa menopause, siklus haid akan kembali tidak teratur akibat adanya perubahan hormon.

Saat pertama kali haid dan menjelang masa menopause, haid tidak teratur merupakan kejadian yang normal. Namun pada beberapa kasus, kondisi itu terjadi berulang dan berlangsung di luar periode tersebut.

Beberapa kondisi yang menjadi ciri haid tidak teratur, yakni:

1. Terjadi perdarahan di luar siklus haid

2. Jumlah darah lebih banyak, dan perlu mengganti pembalut tiap 1–2 jam atau harus mengenakan pembalut ganda

3. Lama haid lebih dari 7 hari

4. Haid terjadi lebih dari 1 kali dalam sebulan

5. Tidak haid dalam kurun waktu >90 hari

6. Adapun siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

Beberapa penyebab haid tidak teratur adalah:

1. MenyusuiProses menyusui pada 6 bulan pertama atau ASI eksklusif dapat menghambat produksi hormon pencetus haid.

2. Pemakaian KB hormonalKB hormonal dapat memengaruhi siklus haid, sehingga haid menjadi tidak teratur.

3. Olahraga berat dan kelainan pola makanPerubahan berat badan yang terlalu drastis, baik peningkatan maupun penurunan, dapat mengacaukan siklus haid seorang wanita.

4. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)Ini adalah kondisi dimana terjadi pembentukan kista berisi cairan di kandung telur, yang memengaruhi kerja hormon pengatur haid.

5. Gangguan hormon atau organ reproduksiRendahnya produksi hormon tiroid (hipotiroid), kelainan organ reproduksi seperti infeksi rongga panggul, abortus yang tidak diketahui atau sejenisnya dapat menyebabkan haid tidak teratur.

Untuk membedakan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter. Bila seorang wanita tidak sedang menyusui atau menggunakan KB hormonal, haid tidak teratur ini perlu ditelusuri lebih lanjut dengan pemeriksaan penunjang seperti USG.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

01 Jun 2018, 15:43 WIB