HIV Stadium 3

Info Penanya, wanita 25 Tahun

Slamat siang dok, Saya mau tanya HIV stadium 3 itu apa? Kenapa bisa kena hiv? Bisa kah hiv itu menjangkit kepada yang merawatnya? Terima kasih dok🙏

12 Jun 2018, 12:20 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda

Terdapat 3 stadium penyakit HIV  yang memiliki gejala yang berbeda-beda yaitu:

1. Tahap pertama (stadium infeksi primer akut)

Tahap awal adalah serokonversi, yaitu tahapan dimana antibodi HIV sudah mulai berkembang dalam tubuh penderita untuk melawan virus HIV dan berada dalam sirkulasi darah tubuh.

Pada awalnya orang yang baru terinfeksi atau tertular penyakit HIV akan mengalami gejala flu antara 1 sampai 4 minggu setelah infeksi. Hampir 80 persen orang yang terinfeksi HIV akan mengalami gejala flu tersebut. 

Gejala awal yang biasanya muncul adalah demam, sakit tenggorokan dan timbul ruam kemerahan pada tubuh. Gejala lain meliputi badan lemas, nyeri sendi, nyeri otot dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala tersebut dapat bertahan hingga 4 minggu yang menunjukkan adanya perlawanan sistem kekebalan tubuh Anda terhadap virus.

2. Tahap kedua (stadium HIV asimptomatik) 

Setelah tahap serokonversi selesai, penderita biasanya akan merasa lebih baik karena memasuki tahap kedua. Pada tahap ini tidak ada gejala yang muncul yang disebut sebagai HIV asimptomatik.

Penderita tidak mengalami keluhan apapun hingga beberapa tahun. Tahapan ini dapat berlangsung hingga 10 sampai 15 tahun tergantung usia dan status kesehatan secara umum. Walaupun tidak memberikan gejala, sebenarnya virus ini masih aktif dan menginfeksi sel baru, menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh Anda.

3. Tahap ketiga (stadium HIV simptomatik) 

Tahap ketiga adalah tahap terakhir dimana sudah terjadi banyak kerusakan pada sistem kekebalan tubuh penderita. Pada tahap ini penderita mudah sekali terserang infeksi serius dari bakteri, yakni virus maupun jamur yang seharusnya bisa dilawan. Infeksi ini disebut sebagai infeksi oportunistik.

Berbagai gejala yang dapat timbul pada stadium ini termasuk gejala infeksi serius meliputi:

  • Penurunan berat badan
  • Diare berkepanjangan
  • Keringat dingin pada malam har
  • iDemam
  • Batuk persisten
  • Masalah kulit dan mulut seperti infeksi jamur
  • Infeksi berulang dan sering
  • Terkena penyakit serius

Perlu diketahui bahwa HIV dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) itu tidak sama. AIDS bukanlah virus atau penyakit sendiri, namun istilah untuk kondisi atau sindrom dari serangkaian gejala tertentu. Penderita AIDS biasanya sudah mengalami kerusakan serius pada sistem kekebalan tubuh.

Untuk terinfeksi HIV tentunya ada penularan.

Berikut cara penularan HIV:

Lewat cairan darah:Melalui transfusi darah / produk darah yg sudah tercemar HIVLewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna Narkotika SuntikanMelalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah

Lewat cairan sperma dan cairan vagina :Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam Vagina/Anus), tanpa menggunakan kondom, sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina) ; atau tercampurnya cairan sperma dengan darah, yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus

Lewat Air Susu Ibu :Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV positif, dan melahirkan lewat vagina; kemudian menyusui bayinya dengan ASI.Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini berkisar hingga 30%, artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV positif kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV positif.Bila tidak ada kontak dengan darah (misalnya pertemuan luka dengan luka) dan tidak ada pertukaran cairan vagina/mani maka risiko untuk tertularnya HIV tidak ada. Tentu saja HIV tidak menular kepada orang yang merawat penderita HIV.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

12 Jun 2018, 12:20 WIB