Hasil HbeAg pada Penderita Hepatitis

Dok mau nanya... Pernah baca disalah satu artikel hepatitis b di kaskus, katanya jika nilai HbeAg (+) ada kemungkinan utk serekonversi secara spontan? Hasil Lab saya menunjukan : HbeAg (+) AntiHbe (+) Hbv DNA (tdk terdeteksi) USG (Normal) Melihat hasil lab sy apakah sy bisa serekonversi dok? Mengingat sy tidak pernah menjalani pengobatan antiviral sebelumnya dan sy sdh mengetahui bahwa sy terinfeksi sejak 2010. Mohon pencerahannya dok. Terimakasih

Lihat Selengkapnya
pria, 28 Tahun18 Jun 2018, 08:46 WIB

dr. Anita Amalia Sari

Dijawab oleh:

dr. Anita Amalia Sari

Terima kasih telah bertanya menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. 

HBsAg merupakan bagian dari permukaan virus. Bila HBsAg negatif dan antibodi muncul (anti-HBs), maka dianggap sembuh. Dalam masa penyembuhan hepatitis B akut, saat kadar HBeAg (antigen HBe virus) menurun dan menjadi tak terdeteksi, anti-HBe muncul pada darah. Anti-HBe merupakan antibodi tubuh untuk melawan antigen HBe virus, umumnya tetap terdeteksi selama beberapa tahun setelah fase penyembuhan infeksi akut. 

Pada karier HBV dan pasien hepatitis B kronik, HBeAg positif umumnya menandakan adanya replikasi aktif virus dan potensi penularan yang tinggi. Sementara HBeAg negatif menandakan replikasi virus yang sangat minimal atau awal infeksi akut sebelum puncak replikasi virus. 

Anti-HBe positif umumnya menandakan hepatitis B kronik, penyembuhan dari infeksi akut, menandakan virus inaktif dan potensi penularan virus sangat rendah. Sementara anti-HBe positif disertai terdeteksinya HBV DNA dalam darah menandakan replikasi aktif virus di dalam tubuh pasien. 

Sebagai rangkuman, apabila hasil yang didapat seperti ini :

  • HBeAg reaktif/positif dan anti HBe non reaktif/negatif artinya Hepatitis B masih infeksius
  • HBeAg non reaktif/negatif dan anti HBe reaktif/positif artinya menderita Hepatitis B tapi potensi penularan virus sangat rendah, disebut dengan Hepatitis B carrier

Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darahHubungan seksual yang tidak aman
  • Penggunaan jarum suntik tidak steril
  • Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
  • Pada saat kehamilan, penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Penggunaan pisau cukur bersama
  • Tranfusi darah

Virus juga dapat ditemukan di cairan tubuh penderita (air liur, air seni), meski cara penularan yang terakhir ini jarang terjadi. Namun untuk mengetahui status penyakit dan kesembuhan Anda yang lebih tepat, sebaiknya Anda berdiskusi langsung dengan dokter yang merawat Anda dan mengetahui riwayat medis serta hasil pemeriksaan lengkap lainnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Pemeriksaan Laboratorium Darah Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Andika Widyatama

Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Pertanyaan Seputar Hepatitis B pada Ibu Hamil

Dijawab oleh:dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc

Anak Terlambat Imunisasi Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Sepriani Timurtini Limbong

Pengobatan Penyakit Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Theresia Rina Yunita

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk