Petting Sebabkan Kehamilan?

Info Penanya, pria 17 Tahun

Dok, saya pada tanggal 31Mei petting dengan pasangan saya (saya memakai baju, boxer, cd dan pasangan saya baju, legging, cd) dengan gaya WomenOnTop. Lalu pada tanggal 4Juni saya kembali petting dengan pasangan (saya memakai baju, boxer, cd dan pasangan saya baju, legging, cd) tetap dengan gaya WomenOnTop. Lalu pada tanggal 11Juni saya petting lagi dengan pasangan (saya memakai jeans, boxer, cd dan pasangan celana bahan, legging, cd) bedanya yang ini adalah dengan gaya berdiri. Setiap saya petting itu saya selalu ejakulasi di dalam celana dalam saya tapi tidak sampai menembus ke celana pasangan saya. Besok adalah siklus ke 35hari haid wanita normal. tapi pasangan saya memang siklus haidnya tidak teratur dok. Yang pasangan saya belakangan ini rasakan adalah muncul jerawat, bersendawa, sering buang gas. Apakah itu ciri2 pacar saya akan haid? Dan apakah yang saya lakukan tsb dapat menyebabkan hamil dok? Terima kasih dok. Mohon dijawab

21 Jun 2018, 11:48 WIB
dr. Sepriani Timurtini Limbong
dijawab oleh: dr. Sepriani Timurtini Limbong

Terima kasih telah bertanya menggunakan layanan Tanya Dokter.

Mengenai pertanyaan Anda, perlu kembali diukur sejauh apa petting yang dimaksud telah dilakukan. Jika telah terjadi penetrasi penis ke dalam vagina dan terjadi ejakulasi, sangat terdapat kemungkinan untuk terjadi kehamilan. Dalam kasus ini, aktivitas perangsangan seksual seperti petting, jika tidak terjadi penetrasi maka tidak terdapat kemungkinan terjadinya kehamilan. Bila ejakulasi terjadi di luar liang vagina, maka kemungkinan terjadinya kehamilan sangat kecil.

Jika memang telah terjadi ejakulasi di dalam liang vagina dari penis, maka untuk memastikan hamil atau tidaknya diperlukan pemeriksaan dengan test pack atau tes urine beta HCG. Untuk memastikannya, kami menganjurkan agar Anda dapat memeriksakan Anda dan pasangan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung untuk memastikan kondisi yang ada.

Sek yang SehatHubungan seksual di luar nikah bukan hanya dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan. Hubungan seksual di luar nikah juga bukan hanya tidak baik secara medis, namun juga kerap berdampak pada lingkungan sosial dan pertanggungjawaban agama. Jika demikian usahakanlah menegakan aktivitas seksual yang bertanggung jawab, yakni tidak di luar ikatan pernikahan yang sah.

Kami sarankan agar Anda dan pasangan untuk melakukan kegiatan yang positif dan menghindari tempat yang kurang ramai sehingga dapat mengalihkan pikiran dari kehendak ingin melakukan hubungan intim dan menghindari perbuatan yang akan Anda dan kekasih Anda sesali.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

21 Jun 2018, 11:48 WIB