Demam dan Nyeri Pinggang

Info Penanya, wanita 19 Tahun

Dok saya umur 19 tahun, 4hari terakhir ini saya sakit. 2 hari pertama demam tinggi pusing mual dan pinggang sampai kaki saya nyeri. Lalu saya pergi ke dokter dikasih obat dan pusingnya masih ada tetapi demam tidak terlalu parah. Keluhan lainnya adalah vagina saya sakit terasa gatal dan perih jika berjalan terasa mengganjal dan sakit apakah ada hubungannya dengab demam tinggi yg saya alami atau kenapa dok? Saya takut kenapa napa pdhl saya baru 19 thn

25 Jun 2018, 14:04 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terimakasih telah mengajukan pertanyaan mengenai nyeri pinggang disertai demam melalui fitur Tanya Dokter. 

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sakit pinggang dapat disebabkan oleh beberapa hal (otot, ginjal, saraf, tulang belakang). Bila menyebar hingga kaki dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf. Nyeri pinggang juga dapat disebabkan oleh nyeri alih, misal pada batu ginjal atau dismenorea.

Pada nyeri kolik karena batu ginjal, keluhan berupa nyeri tajam, seperti diremas, tiba-tiba, yang terjadi pada bagian pinggang belakang atau pada perut bagian bawah. Nyeri ini dapat menjalar ke daerah selangkangan dan nyeri terjadi terus menerus

Low back pain (LBP ) dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, faktor kegemukan, pekerjaan, dan aktivitas/olahraga. Di antara penyebab LBP yang lain adalah proses degeneratif (spondilosis, HNP, osteoartritis), penyakit peradangan, osteoporotik, kelainan bentuk tulang belakang (skoliosis), gangguan sirkulasi, tumor, infeksi, masalah psikoneurotik, dsb.

Nyeri pinggang yang disertai demam dan keluhan mual dapat merupakan pertanda adanya infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kencing (ISK) menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kencing dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  • ISK atas: gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.
  • ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

Namun, infeksi saluran kemih juga dapat timbul tanpa gejala dan baru terdeteksi dari hasil urinalisis. Hasil ini pun tergantung cara penampungan sampel urin. Untuk memastikan masih adanya infeksi saluran kemih, dapat dilakukan pemeriksaan kultur urin.

Tindakan yang dapat dilakukan pertama kali adalah meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari dan tidak menahan BAK. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih. Jangan pernah menahan kencing, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK.

Untuk sementara, sebagai pengurang rasa nyeri Anda dapat mengonsumsi obat-obatan analgetik seperti paracetamol atau asam mefenamat yang dijual bebas.

Gatal pada vagina dapat disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi jamur, ataupun iritasi, paling sering karena terlalu banyak penggunaan sabun. Pada infeksi jamur, gejala yang dialami dapat berupa keluar gumpalan-gumpalan putih susu kental, konsistensi seperti tepung, yang dirasakan sangat gatal, dan bisa terjadi kemerahan di kulit sekitar bibir kemaluan. Pada iritasi karena sabun, dapat timbul kemerahan, gatal, sampai kadang dapat terasa perih.

Kami juga menyarankan agar Anda dapat memeriksakan diri secara langsung dengan dokter guna penanganan yang tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

25 Jun 2018, 14:04 WIB