Tertusuk jarum HIV

Info Penanya, wanita 25 Tahun

Selamat malam, Dok saya ingin bertanya, saya seorang perawat dan kemarin saya tidak sengaja tertusuk jarum (bekas injeksi obat melalui selang infus set) pasien yg terdiagnosa B.20. Saat itu Saya langsung mencuci dengan sabun antiseptik dan air mengalir area yg tertusuk karena mengeluarkan sedikit darah, kemudian saya tempeli alcohol swab dan saya balut dg hepavik. Meskipun beberapa rekan mengatakan resikonya rendah karena tidak langsung kontak darah dengan darah tapi saya khawatir dok, apakah yang sebaiknya saya lakukan selanjutnya? Terimakasih

29 Jun 2018, 01:01 WIB
dr. Dyan Mega Inderawati
dijawab oleh: dr. Dyan Mega Inderawati

Terima kasih telah bertanya tentang Tertusuk jarum HIV melalui fitur Tanya Dokter

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Infeksi HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang mengandung virus HIV (seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI). Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, berganti jarum suntik, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Berdasarkan penelitian yang dilansir oleh centers for disease control and prevention (CDC), terdapat 4 faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda tertular HIV melalui jarum suntik: kedalaman cedera (jarum yang menusuk), darah yang terlihat atau terdapat di dalam jarum, jarum yang menusuk pada pembuluh darah vena atau arteri dan banyaknya darah yang masuk. CDC menyebutkan bahwa risiko seseorang dapat terinfeksi HIV (jika tak sengaja tertusuk jarum) adalah sebesar 0.3% (1 dari 300). Jadi sebetulnya 99.7% kasus tidak menyebabkan infeksi HIV. Sedangkan risiko setelah terpapar darah yang terinfeksi HIV (jika tidak ada luka di kulit) adalah kurang dari 0.1%. Bahkan terpapar sejumlah kecil darah tidak berisiko sama sekali kecuali jika terdapat luka terbuka di kulit Anda.

Virus HIV tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia (host), terkecuali jika terdapat media seperti darah. Virus HIV juga sangat sensitif terhadap perubahan pH. pH yang terlalu asam (di bawah 7) atau terlalu basa (di atas 8) akan merusak virus HIV. Berdasarkan Journal of Medical Virology, virus HIV bisa bertahan dalam darah yang mengering di suhu ruangan selama 5 – 6 hari dan pada suhu 40C bisa bertahan hingga 1 minggu (namun dengan pH optimum yang terjaga). Dari penelitian juga disebutkan bahwa virus HIV bisa mati dengan suhu yang panas (dibutuhkan suhu lebih dari 600C untuk membunuh virus HIV). Jadi sebetulnya meski risikonya kecil (kurang dari 0.3%), Anda bisa tertular HIV dari tusukan jarum yang tak sengaja, tentu Anda juga perlu tetap waspada dan berhati – hati. Jika Anda tak sengaja tertusuk jarum, segeralah cuci area tubuh yang tertusuk dengan sabun dan air mengalir (jika ada dengan cairan disinfektan seperti chlorhexidine gluconate). Selain itu biasanya Anda akan diberikan obat ARV selama 1 bulan, silahkan mengunjungi dokter untuk mendapatkan obat tersebut. 

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan terkait Tertusuk jarum HIV. Semoga bermanfaat.

29 Jun 2018, 01:01 WIB