Cara Mengatasi Keputihan

Info Penanya, wanita 23 Tahun

Assalamualaikum dok.. Saya dewi.. mau bertanya.. Ibu saya sering mengalami keputihan dok.. tp blm hilang hilang smpai sekarang.. terkadang keputihannya sangat menggangu aktifitas.. apakah dokter ada saran, atau obat yang dianjurkan dok.. Terims..

01 Jul 2018, 03:42 WIB
dr. Kartika Mayasari
dijawab oleh: dr. Kartika Mayasari

Terimakasih telah bertanya seputar keputihan melalui fitur Tanya Dokter.

Keputihan adalah salah satu mekanisme "pembersihan" dalam sistem reproduksi wanita. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim ini membawa keluar sel-sel mati dan bakteri sehingga vagina tetap bersih dan bebas infeksi.

Seringkali, keputihan merupakan hal yang normal. Keputihan yang normal berwarna bening hingga putih keruh dan/atau kekuningan jika menempel pada pakaian dalam, tidak berbau dan tidak menimbulkan keluhan seperti gatal atau rasa tidak nyaman. 

Perubahan pada keputihan yang normal ini dapat disebabkan oleh siklus menstruasi, stres psikologis/emosional, status gizi, kehamilan, dan penggunaan obat-obatan (termasuk pil KB).

Bila terdapat perubahan pada warna dan jumlah cairan keputihan, mungkin itu merupakan tanda infeksi jamur/bakteri/parasit di dalam vagina. Gejalanya ialah:

·       Keputihan disertai gatal-gatal, kemerahan, rasa perih/nyeri

·       Volume keputihan banyak dan makin bertambah jumlahnya

·       Rasa terbakar/panas/perih saat BAK

·       Keputihan berwarna putih susu dan sangat kental

·       Warna cairan keabu-abuan/kuning kehijauan dengan bau yang menyengat (asam atau amis)

Jika keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam, yang bukan tidak mungkin menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan. 

Yang Anda alami adalah keputihan yang sangat banyak, berwarna seperti susu dan berbau amis. Jika tidak kasar dan berbiji kemungkinan ini merupakan keputihan yang disebabkan oleh bakteri. Yang dibutuhkan adalah pengobatan dengan antibiotik dan pembersih vagina dengan pH sama dengan vagina, yaitu sekitar 3.5. Pencucian vagina dengan bahan-bahan seperti daun sirih dan lainnya tidak dianjurkan karena akan mengubah pH dan bisa membuat keputihan bertambah parah atau mudah kambuh.

Jika keputihan yang dialami kasar dan berbiji dan berbau asam, sepertinya merupakan akibat infeksi Candida albicans. Secara normal, jamur ini memang ada di dalam vagina, tetapi kalau derajat keasaman vagina berubah (bisa karena faktor hormonal atau stress), pertumbuhannya berlebihan sehingga menimbulkan keputihan. Ciri lain adalah rasa gatal yang cukup mengganggu hingga rasa panas/perih di vagina.

Keputihan ini harus diobati dengan obat antijamur yang biasanya dimasukkan ke dalam vagina (sediaan ovula). Sebaiknya, Anda mendatangi dokter kulit atau dokter kandungan untuk mendapatkan obat yang tepat. Dengan melihat langsung saja, keputihan bisa dibedakan mana yang disebabkan karena jamur dan mana yang oleh bakteri.

Berikut adalah tambahan gaya hidup yang baik untuk mencegah timbulnya keputihan abnormal:

·       Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

·       Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

·       Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu

·       Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

·       Bila penyebab keputihan adalah bakteri, maka obat yang tepat adalah antibiotik. Namun jenis antibiotik yang digunakan akan sangat tergantung jenis infeksi yang berlangsung.

Demikian informasi ini kami sampaikan seputar keputihan, semoga bermanfaat.

Salam, Tim Redaksi Klikdokter

 

01 Jul 2018, 03:42 WIB