Penanganan Hepatitis B

Dok bagaimna istri saya bisa positif hepatitis b,padahal saya tidak ad riwayat penyakit tersebut

Lihat Selengkapnya
pria, 23021994 Tahun09 Jul 2018, 05:41 WIB

dr. Dyan Mega Inderawati

Dijawab oleh:

dr. Dyan Mega Inderawati

Terima kasih telah bertanya tentang Penanganan Hepatitis B melalui fitur Tanya Dokter

Hepatitis (radang pada hati) B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam, padahal virus ini lebih infeksius 100 kali daripada HIV.

Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah
  • Hubungan seksual yang tidak aman
  • Penggunaan jarum suntik tidak steril
  • Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
  • Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Penggunaan pisau cukur bersama
  • Tranfusi darah

Sekitar sepertiga kasus dari penderita hepatitis B dapat tidak mengalami gejala sama sekali. Sisanya, penderita hepatitis B dapat mengalami beberapa gejala seperti penyakit flu, disertai dengan badan leas dan nyeri, sakit kepala, demam, nafsu makan menurun, diare, badan terlihat kuning (ikterik), mual dan muntah.

Bila benar istri anda dinyatakan hepatitis B maka yang perlu diperiksa adalah apakah hepatitis B yang derita masih menularkan ke orang lain atau tidak . Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu melakukan pemeriksaan HBeAg dan Anti HBe. Apabila hasil yang didapat seperti ini :

  1. HBe Ag reactive/ positif dan Anti HBe non reaktiv/negatif artinya Hepatitis B masih infeksius
  2. HBe Ag non reactive/negatif dan anti HBe reaktiv/positif artinya Menderita Hepatitis B tapi sudah tidak menular lagi , disebut dengan Hepatitis B carrier .

Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) merupakan salah satu pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat infeksi hepatitis B akut dan kronik. Apabila hasilnya positif, maka pada umumnya orang tersebut menderita hepatitis B kronik, dimana nilai HBsAg akan tetap positif setelah jangka waktu beberapa bulan pada 5-10% pasien yang mengalami infeksi hepatitis B.

Pengobatan untuk hepatitis B kronik mencakup pemberian antiviral seperti lamivudine dan interferon alpha. Namun, sebelum diberikan pengobatan, diperlukan pemeriksaan serologi hepatitis B yang lengkap, misalnya kadar HBV-DNA serta fungsi hati (SGPT dan SPOT). Hal tersebut bertujuan untuk menilai apakah istri Anda memiliki indikasi untuk diberikan terapi antiviral, dan untuk memantau perkembangan penyakit setelah diberikan obat. Jadi mungkin memang pemberian obat anti-viral belum indikasi untuk istri Anda, mungkin dari hasil lab istriAnda.

istri Anda juga harus berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis ilmu penyakit dalam divisi hepatologi karena pengobatan untuk hepatitis B tidak sederhana. Sekitar 10% dewasa yang terinfeksi hepatitis B akan 'membawa' atau menyimpan virus tersebut selama hidupnya, yang kemudian disebut hepatitis B carriers. Hepatitis B memiliki 4 fase untuk menjadi Hepatitis B kronik yaitu:

Fase toleransi imunitas (immune tolerance phase)Fase pembersihan imunitas (immune clearance phase)Fase kontrol imunitas (immune control phase)Fase penurunan imunitas (immune escape phase)Selama fase satu dan tiga, umumnya pasien tidak memiliki keluhan dan disebut dengan 'inactive carriers'. Bagaimanapun juga, orang tersebut umumnya tidak dapat bertahan selamanya di dalam fase ini, mereka akan berpindah fase dan selalu memiliki risiko untuk terjadinya kerusakan hati progresif dan pembentukan sirosis hati (pengecilan hati).

Pasien pada fase 1 dan 3 umumnya tidak diberikan terapi karena berdasarkan penelitian, pemberian antivirus tidak ada bedanya dengan plasebo. Pasien dengan fase 2 dan 4 akan diberikan terapi antivirus. Yang diperlukan pada pasien carrier tanpa gejala adalah follow-up atau kunjungan ke dokter secara reguler untuk memastikan fase yang terjadi dan perlu tidaknya terapi. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

Menjaga kesehatan carriersMengunjungi dokter teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah dan pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b.Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati.Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hatiTidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain.Vaksinasi hepatitis A.Menjaga diri carriers dari menginfeksi orang lainOrang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi carriers, bahwa tidak masalah untuk berbagi makanan bersama.Carrier yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama kelahiran).Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksualTidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dsb.Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau spermaUntuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan carriers.Memeriksakan diri ke dokter untuk tes hepatitis BVaksinasi hepatitis BTidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dsbTutup semua luka dengan bandageCuci tangan, terutama setelah menyentuh darahBersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatits B.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar Penanganan Hepatitis B. Semoga bermanfaat.

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Nadia Octavia

Pengobatan Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Hasil HbeAg pada Penderita Hepatitis

Dijawab oleh:dr. Anita Amalia Sari

Pemeriksaan Laboratorium Darah Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Andika Widyatama

Hepatitis B

Dijawab oleh:dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk