Gigi Berlubang Apakah Harus Dicabut?

Info Penanya, wanita 18 Tahun

Dok, gigi saya geraham atas kanan berlubang dan kata drgnya harus di crown. Saya jg ada keinginan untuk pasang behel. Apakah gigi gerahamnya saya cabut saja dok? Karena crown gigi tidak murah dan saya takut mubazir karena nantinya gigi geraham tsb juga akan dicabut jika pasang behel. Menurut dokter bagaimana? Trims.

11 Jul 2018, 10:08 WIB
drg. Wiena Manggala Putri
dijawab oleh: drg. Wiena Manggala Putri

Terima kasih sudah bertanya dengan menggunakan fitur Tanya Dokter.

Gigi Anda yang berlubang besar kemungkinan masih dapat dirawat oleh dokter gigi. Jenis perawatan tergantung dari kondisi gigi dan seberapa banyak mahkota gigi yang tersisa. Bila masih memungkinkan dapat ditambal biasa, namun bila gigi sudah non-vital (syaraf gigi sudah mati) maka harus dirawat saluran akar terlebih dulu.

Sebaiknya gigi berlubang tidak dibiarkan lama tanpa perawatan, karena kerusakan dapat bertambah parah dan hal yang paling dikhawatirkan adalah dimana kerusakan pada gigi sudah tidak dapat diatasi lagi dengan perawatan dan gigi harus dicabut serta dapat menimbulkan infeksi dan membahayakan kesehatan. Jadi pencabutan gigi akan dilakukan bilamana keadaan gigi sudah tidak dapat dipertahankan lagi dalam rongga mulut dengan perawatan tertentu baik penambalan atau perawatan lainnya.

Semua prosedur dari tahapan perawatan orthodontik (behel) ada standar operasionalnya. Ada beberapa cara untuk mendapatkan ruangan yang dibutuhkan untuk menggeser gigi-gigi yang posisinya perlu diperbaiki, diantaranya adalah pencabutan gigi. Jadi tidak semua kasus harus ada gigi yang dicabut, bergantung pada seberapa besar kebutuhan ruang dan tentunya dicabut/tidaknya gigi baru dapat diputuskan setelah dokter gigi melakukan serangkaian pemeriksaan.

Seluruh gigi-geligi pasien diperiksa secara seksama, jika ada yang perlu mendapatkan perawatan (misalnya penambalan atau pembersihan karang gigi) maka harus dirawat terlebih dulu sebelum dilakukan pemasangan kawat. Lalu gigi pasien harus dicetak agar dapat dilakukan model/duplikat gigi. Duplikat ini diperlukan untuk menganalisa kebutuhan ruang dan melakukan rencana perawatan. Selain itu perlu dilakukan foto rontgen (ada dua foto, yaitu panoramik dan cephalometri). Foto ini penting, untuk membantu analisa kebutuhan ruang dan menilai posisi gigi terhadap tulang rahang sehingga dapat menunjang rencana perawatan.

Kami sarankan untuk konsultasi dengan dokter gigi yang berkompetensi bidang orthodonti atau dokter gigi spesialis orthodonti, untuk mendapatkan gambaran mengenai perawatan yang tepat untuk kasus gigi anda. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan, Semoga Bermanfaat.

11 Jul 2018, 10:08 WIB