Keguguran dan Plasenta Tertinggal

Info Penanya, pria 25 Tahun

Dok, saya mau nanya, istri saya kan hamil, usia kandungan nya 4 bulan, trus musibah datang, istri saya keguguran, janin nya keluar tapi tali pusat nya masih di dalam, wktu itu saya panik dan langsung menggunting tali pusat janin nya,gimana itu dok, tali pusat yang di dalam vagina nya itu gimana, akan kluar atau gimana

12 Jul 2018, 17:47 WIB
dr. Astrid Wulan Kusumoastuti
dijawab oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih telah bertanya seputar keguguran melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keguguran adalah kematian janin dalam kandungan sebelum usia 20 minggu kehamilan. Hal ini merupakan masalah dalam kehamilan yang sering menjadi momok bagi wanita yang sedang hamil. Bagaimana Anda mengetahui bahwa istri Anda keguguran bila tanpa pemeriksaan? Bagaimana darah yang keluar pada keguguran tersebut?

Keguguran dapat dibagi menjadi beberapa jenis dan diperlukan pemeriksaan dokter untuk memastikan keguguran apa yang dialami oleh istri Anda. Penangan yang akan dilakukan pun akan berbeda sesuai dengan jenis keguguran yang mungkin terjadi.

Gejala dari keguguran dapat berupa:

  • Kram dan nyeri perut pada perut bagian bawah
  • Keluar cairan dari vagina
  • Keluar jaringan dari vagina
  • Tidak lagi mengalami gejala-gejala kehamilan, seperti mual

Dalam dunia medis, dokter menggunakan istilah berikut untuk mendeskripsikan jenis-jenis keguguran:

Threatened miscarriage

Ini adalah kondisi di mana wanita hamil mengalami keluar darah dari vagina, tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala keguguran yang lain. Serviks masih tertutup dan ukuran rahim sesuai dengan usia kehamilan. Apabila usia kehamilan sudah cukup minggu, detak jantung janin sudah bisa terdeteksi.

Pada banyak wanita yang mengalami keguguran jenis ini, darah akan berangsur-angsur berhenti keluar. Kehamilan pun dapat diteruskan sampai waktu melahirkan. Namun, perdarahan dapat terjadi lebih hebat dan memicu keguguran.

Inevitable miscarriage

Ini adalah keguguran yang tidak dapat dihindari karena serviks sudah terbuka, perdarahan bertambah banyak, dan pasien juga mengalami kram perut.

Incomplete miscarriage

Keguguran tidak lengkap berarti pasien sudah mengeluarkan jaringan janin dari rahim, tetapi masih ada jaringan yang tersisa di dalam rahim. Biasanya, yang luruh adalah janin. Sedangkan bagian yang tersisa di dalam rahim adalah bagian dari plasenta. Serviks tetap terbuka dan perdarahan yang terjadi cukup banyak.

Complete miscarriage

Apabila seluruh jaringan kehamilan seperti janin dan plasenta sudah luruh, inilah yang disebut sebagai keguguran komplet. Keguguran ini umum terjadi pada kehamilan dengan usia di bawah 12 minggu.

Setelah keguguran terjadi, pasien akan tetap mengeluarkan darah dan merasakan kram perut, tetapi kedua hal ini akan membaik dengan sendirinya. Pada saat pemeriksaan USG, akan terlihat serviks sudah menutup kembali dan tidak terlihat adanya kantung kehamilan.

Pengobatan

Sayangnya, tidak ada metode medis apa pun yang dapat menghentikan proses terjadinya keguguran. Saat proses tersebut dimulai, ada beberapa opsi yang dapat dilakukan tergantung pada tingkat proses keguguran, kondisi pasien, dan faktor lainnya.

Opsi-opsi tersebut adalah:

Observasi

Penanganan untuk wanita yang mengalami keguguran pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu, memiliki tekanan darah yang normal, dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi umumnya tidak membutuhkan pengobatan atau tindakan kuret.

Dengan berjalannya waktu, seluruh jaringan akan keluar secara alami dari rahim. Proses ini bisa memakan waktu sekitar 3-4 minggu. Saat proses selesai, dokter akan melakukan USG untuk memastikan rahim sudah bersih.

1. Obat-obatan

Pada beberapa kasus, obat-obatan dapat diberikan untuk menstimulasi rahim mengeluarkan sisa jaringan kehamilan. Obat-obatan ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau obat yang dimasukkan ke vagina. Umumnya, obat akan efektif dalam waktu 24 jam.

2. Operasi

Metode operasi yang dimaksud adalah prosedur kuret. Metode ini dilakukan dengan melebarkan serviks dan menggunakan alat untuk mengeluarkan sisa jaringan dari dalam rahim. Prosedur kuret perlu dilakukan secepatnya pada pasien yang mengalami perdarahan parah atau terdapat gejala infeksi. Risiko dari prosedur ini adalah jaringan serviks dan dinding rahim dapat terluka.

Jika ada sisa jaringan maupun plasenta di dalam rahim memang harus dilakukan kuretase, jika tidak akan terjadi perdarahan yang tidak berhenti-berhenti. Kami sarankan Anda agar segera membawa Istri Anda ke Rumah Sakit atau Rumah Bersalin segera untuk dapat penangan lebih lanjut.

Demikian informasi seputar keguguran yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

12 Jul 2018, 17:47 WIB