Insomnia dan Sesak Nafas

Info Penanya, wanita 17 Tahun

Maaf dok,untuk insomnia dan kepala sering pusing dan kadang kadang sesak nafas untuk gejala seperti itu biasanya gejala penyakit apa ya dok? Terimakasih,.

16 Jul 2018, 22:16 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah bertanya tentang Mengatasi Insomnia melalui fitur Tanya Dokter

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Insomnia adalah kesukaran dalam memulai atau mempertahankan tidur. Insomnia adalah sebagian dari gangguan tidur, tetapi keluhan ini adalah keluhan yang paling sering dari gangguan tidur.

Sebelumnya harus Anda ketahui bahwa terdapat beberapa faktor penyebab gangguan tidur, seperti faktor predisposisi psikologis dan biologis, penggunaan obat-obatan dan alkohol, faktor lingkungan dan kebiasaan buruk. Faktor-faktor tersebut jarang berdiri sendiri. Sebagai contoh adalah faktor fisis tertentu yang dapat memicu timbulnya masalah psikologis, begitupun sebaliknya. Faktor psikologis juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat  sehingga membuat kondisi fisis senantiasa siaga seperti saat cemas, tegang, atau stres.

Mengingat banyaknya faktor yang dapat menyebabkan gangguan tidur, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya, termasuk menggali berbagai kemungkinan adanya kondisi medis yang mendasari. Bila ditemukan kondisi medis / penyakit yang mendasari, tentunya diperlukan terapi fisis tertentu. Namun bila kemungkinan tersebut sudah dapat disingkirkan, terdapat beberapa tips yang dapat Anda terapkan:

  • Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein saat sore hingga malam hari
  • Biasakan diri untuk berolahraga teratur, tidak merokok, hindari konsumsi alkohol,narkotik, dsb.
  • Cobalah mengatur pola tidur
  • Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan ketika hari libur.
  • Buatlah suasana yang efektif dan efisien untuk tidur.
  • Buat diri senyaman mungkin untuk tidur, seperti dengan penggunaan lampu tidur, penutup mata, menghindari suara bising, televisi, dsb. Tidur di ruangan gelap lebih baik daripada ruangan terang.
  • Hindari penggunaan obat tidur, terutama tanpa anjuran dokter.
  • Obat tidur hanya efektif untuk sementara dan penggunaan yang berlebihan justru akan membuat penurunan efektivitas obat tersebut. Terapi terbaik adalah dengan mengatasi penyebabnya, bukan gejala. Selama penyebab yang mendasari masih ada, Anda akan terus mengalami gangguan tidur. Sebaiknya anda hentikan penggunaan obat yang biasa anda konsumsi, karena kandungan dari obat tersebut dapat menyebabkan ngantuk.
  • Relaksasi. Buat diri serileks mungkin, seperti dengan meditasi atau yoga.
  • Berpikir positif.
  • Jika memiliki masalah psikologis, cobalah untuk menerima dan menghadapinya.

Dengan menerapkan beberapa tips di atas, diharapkan sudah dapat mengatasi gangguan tidur Anda. Tetapi tidak ada salahnya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah ada masalah pada fisik yang mendasari penyebab dari susah tidur pada Anda.

Sesak napas dapat menjadi salah satu gejala dari berbagai macam penyakit. Dibutuhkan pemeriksaan lengkap secara langsung oleh Dokter. Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru), gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung) atau gangguan sistem pencernaan (lambung)

Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

  • Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)
  • Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari
  • Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi.

Penyebab kegawatdaruratan karena sesak napas dapat berupa :

  • Asma : batuk, mengi
  • Infeksi paru (pneumonia) : batuk, panas, sesak napas
  • Alergi (pembengkakan pada tenggorok yang menyebabkan terjadinya sumbatan) : riwayat makan makanan yang menyebabkan alergi (seafood, kacang, telur, dan lain sebagainya)
  • Sakit jantung (disertai nyeri dada)
  • Trauma dada (kecelakaan yang mengenai dada) : riwayat benturan keras di daerah dada, sesak napas, nyeri dada, ada kerusakan pada dada (patah tulang), pendarahan
  • Selain dari kelainan organik juga perlu dicari ada tidaknya gangguan psikologis, karena sesak napas juga dapat disebabkan oleh rasa cemas, panik, stres, depresi dan berbagai emosi negatif lainnya. Jika memang tidak ada masalah organik maka masalah psikologis harus dipikirkan, dan bukan tidak mungkin jika sesak napas merupakan akibat dari kombinasi keduanya.

Penanganan sesak nafas dilakukan berdasarkan penyebab dasar terjadinya sesak nafas tersebut. Oleh karena itu sebaiknya Anda tetap berkonsultasi langsung dengan Dokter agar dilakukan pemeriksaan langsung dan wawancara medis lebih mendalam untuk mendiagnosis keluhan yang Anda alami.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

16 Jul 2018, 22:16 WIB