Kehamilan dan Keguguran

Info Penanya, wanita 38 Tahun

Dok.. Saya mau tanya. Bulan ini saya telat mens 12 hari. Karena penasaran akhirnya saya test, dan hasil dari testpack menunjukkan 2 garis, meskipun satu garis agak samar. Test saya lakukan sampai 3 kali, dan hasilnya sama. Namun ternyata pada hari berikutnya, saya mengalami kram perut (seperti nyeri pra menstruasi) dan keluar darah, saya kira itu adalah menstruasi saya yang mundur, tapi memang tidak seperti biasanya. Karena biasanya saat saya mens, darah yg keluar pada hari pertama sangat banyak. Tapi kali ini tak seberapa banyak. Lalu keluar darah menggumpal berwarna coklat keputihan. Yang ingin saya tanyakan : a. Apakah saya positif hamil? Karena saya mengalami tanda² payudara yang membesar dan sakit, telat mens 12 hari, tapi tidak mual.. b. Darah apakah yang keluar itu? Darah menstruasi atau keguguran? c. Jika memang saya keguguran, apakah saya perlu melakukan kuret? Terima Kasih atas penjelasan dari dokter.

25 Jul 2018, 11:41 WIB
dr. Astrid Wulan Kusumoastuti
dijawab oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih telah bertanya seputar kehamilan dan keguguran  menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Tanda kehamilan yang pertama adalah telatnya menstruasi. Tanda-tanda kehamilan lainnya terdiri atas tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti. Tanda-tanda kehamilan tidak pasti yang dialami dapat bervariasi setiap individunya, antara lain adalah:

  • sering berkemih
  • pembesaran dan nyeri payudara
  • mual
  • perasaan lelah
  • daerah sekitar puting susu menghitam
  • peningkatan suhu tubuh
  • flek perdarahan karena perlekatan hasil pembuahan ke dinding Rahim, dsb
  • Keluarnya perdarahan kecil atau flek-flek kecoklatan dalam waktu singkat karena proses penempelan calon bayi pada dinding rahim biasanya hanya terjadi dalam 1 hari saja.

Sedangkan tanda pasti kehamilan (obyektif) adalah:

  1. terasa bagian janin serta gerak janin pada perabaan
  2. terdengar bunyi jantung janin pada auskultasi
  3. terlihat gambaran janin pada USG atau scanning

Di awal kehamilan, benjolan pada perut memang sulit diraba mengingat ukurannya yang masih sangat kecil. Akantetapi lewat USG umumnya kantung janin sudah dapat terlihat di minggu ke 5 kehamilan.

Test pack dapat mendeteksi kehamilan dengan tingkat keakuratan mencapai 99%. Bahkan garis tipis saja sudah menunjukkan hasil yang positif. Adapun obat maag yang sebelumnya Anda minum umumnya tidak mempengaruhi kasih testpack tersebut. Untuk selanjutnya saya anjurkan Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan agar kehamilan Anda dapat dievaluasi secara menyeluruh.

 

Keguguran adalah kematian janin dalam kandungan sebelum usia 20 minggu kehamilan. Hal ini merupakan masalah dalam kehamilan yang sering menjadi momok bagi wanita yang sedang hamil. Bagaimana Anda mengetahui bahwa ibu Anda keguguran bila tanpa pemeriksaan? Bagaimana darah yang keluar pada keguguran tersebut?

Keguguran dapat dibagi menjadi beberapa jenis dan diperlukan pemeriksaan dokter untuk memastikan keguguran apa yang dialami oleh ibu Anda. Penangan yang akan dilakukan pun akan berbeda sesuai dengan jenis keguguran yang mungkin terjadi.

Gejala dari keguguran dapat berupa:

Kram dan nyeri perut pada perut bagian bawahKeluar cairan dari vaginaKeluar jaringan dari vaginaTidak lagi mengalami gejala-gejala kehamilan, seperti mualDalam dunia medis, dokter menggunakan istilah berikut untuk mendeskripsikan jenis-jenis keguguran:

Threatened miscarriage

Ini adalah kondisi di mana wanita hamil mengalami keluar darah dari vagina, tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala keguguran yang lain. Serviks masih tertutup dan ukuran rahim sesuai dengan usia kehamilan. Apabila usia kehamilan sudah cukup minggu, detak jantung janin sudah bisa terdeteksi.

Pada banyak wanita yang mengalami keguguran jenis ini, darah akan berangsur-angsur berhenti keluar. Kehamilan pun dapat diteruskan sampai waktu melahirkan. Namun, perdarahan dapat terjadi lebih hebat dan memicu keguguran.

Inevitable miscarriageIni

adalah keguguran yang tidak dapat dihindari karena serviks sudah terbuka, perdarahan bertambah banyak, dan pasien juga mengalami kram perut.

Incomplete miscarriage

Keguguran tidak lengkap berarti pasien sudah mengeluarkan jaringan janin dari rahim, tetapi masih ada jaringan yang tersisa di dalam rahim. Biasanya, yang luruh adalah janin. Sedangkan bagian yang tersisa di dalam rahim adalah bagian dari plasenta. Serviks tetap terbuka dan perdarahan yang terjadi cukup banyak.

Complete miscarriage

Apabila seluruh jaringan kehamilan seperti janin dan plasenta sudah luruh, inilah yang disebut sebagai keguguran komplet. Keguguran ini umum terjadi pada kehamilan dengan usia di bawah 12 minggu.

Setelah keguguran terjadi, pasien akan tetap mengeluarkan darah dan merasakan kram perut, tetapi kedua hal ini akan membaik dengan sendirinya. Pada saat pemeriksaan USG, akan terlihat serviks sudah menutup kembali dan tidak terlihat adanya kantung kehamilan.

Pengobatan

Sayangnya, tidak ada metode medis apa pun yang dapat menghentikan proses terjadinya keguguran. Saat proses tersebut dimulai, ada beberapa opsi yang dapat dilakukan tergantung pada tingkat proses keguguran, kondisi pasien, dan faktor lainnya.

Opsi-opsi tersebut adalah:

Observasi

Penanganan untuk wanita yang mengalami keguguran pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu, memiliki tekanan darah yang normal, dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi umumnya tidak membutuhkan pengobatan atau tindakan kuret.

Dengan berjalannya waktu, seluruh jaringan akan keluar secara alami dari rahim. Proses ini bisa memakan waktu sekitar 3-4 minggu. Saat proses selesai, dokter akan melakukan USG untuk memastikan rahim sudah bersih.

1. Obat-obatan

Pada beberapa kasus, obat-obatan dapat diberikan untuk menstimulasi rahim mengeluarkan sisa jaringan kehamilan. Obat-obatan ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau obat yang dimasukkan ke vagina. Umumnya, obat akan efektif dalam waktu 24 jam.

2. Operasi

Metode operasi yang dimaksud adalah prosedur kuret. Metode ini dilakukan dengan melebarkan serviks dan menggunakan alat untuk mengeluarkan sisa jaringan dari dalam rahim. Prosedur kuret perlu dilakukan secepatnya pada pasien yang mengalami perdarahan parah atau terdapat gejala infeksi. Risiko dari prosedur ini adalah jaringan serviks dan dinding rahim dapat terluka.

 

Demikian informasi seputar kehamilan dan keguguran yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

Salam,

25 Jul 2018, 11:41 WIB