Pilihan KB

Info Penanya, wanita 17 Tahun

apa KB yang aman dipakai buat usia 17 tahun dok??

28 Jul 2018, 14:13 WIB
dr. Adeline Jaclyn
dijawab oleh: dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.  

Penggunaan kontrasepsi yang paling baik tergantung dari keadaan setiap pasien. Apabila Anda bertanya apakah jenis kontrasepsi yang tidak berefek terhadap tubuh umumnya adalah kontrasepsi mekanik, seperti IUD dan kondom. IUD digunakan dengan memasukkan alat ke dalam kandungan Anda.

Jika kontrasepsi hormonal, umumnya memiliki efek samping berupa perdarahan bercak, dan pengaruh terhadap penyakit metabolik seperti tekanan darah.

Pertama izinkan juga kami menjelaskan tentang berbagai macam KB yang tersedia di Indonesia dan efek sampingnya. Pemilihan KB tidak dapat disamaratakan karena tergantung karakter dan keperluan individu tersebut. KB yang pertama adalah KB hormonal suntik, umumnya dapat berupa satu atau tiga bulan sekali suntik. Salah satu efek samping dari KB suntik yang tergolong sebagai KB hormonal adalah perdarahan yang tidak teratur, mulai dari perdarahan bercak atau flek hingga perdarahan yang berkepanjangan, bahkan 70% pengguna KB suntik tidak mengalami siklus mens. Setiap individu memiliki efek respon yang berbeda-beda dalam penerimaan hormon ini. 

Penggunaan KB suntik yang tidak teratur juga memang dapat menyebabkan gangguan pada siklus haid. Bila Anda tidak nyaman dengan penggunaan KB yang saat ini digunakan maka Anda dapat mengganti metode kontrasepsinya. Pergantian kontrasepsi tentu saja dapat dilakukan jika memang diperlukan, misalkan karena efek samping yang kurang dapat diatasi. Hal ini sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.

Kontrasepsi yang paling ideal sejauh ini adalah kondom. Selain dapat mengurangi resiko terpaparnya penyakit menular seksual, efek samping yang dialami oleh baik wanita atau pria hampir tidak ada. Pada wanita penggunaan kondom juga tidak akan mengganggu siklus haid. Namun meskipun baik, kondom juga memilki resiko kegagalan misalnya saat terjadi robekan pada kondom yang dapat berpotensi meningkatkan kehamilan dan faktor kegagalan ini cukup besar.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

28 Jul 2018, 14:13 WIB