Memilih Metode KB

Info Penanya, wanita 24 Tahun

Selamat siang dok, sy mau tanya apa resiko gonta ganti kb karena ingin haid... Pas habis melahirkan sy pakai kb suntik yg 3 bulan tpi krn kulit sy jdi kring dan kusam, stelah pemakaian satu bulan sy ganti kb yg kb suntik 1 bulan karena ingin haid, tpi stelah pemakaian satu bulan sy blm haid. Jdi sy rencana mau ganti kb pil supaya haid...

29 Jul 2018, 08:53 WIB
dr. Astrid Wulan Kusumoastuti
dijawab oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih atas pertanyaan Anda seputar memilih metode kb.

Banyak sekali jenis KB yang dapat digunakan. KB yang digunakan tergantung dari usia Anda, Ingin memiliki Anak lagi atau tidak, dan sebagainya. Kalau saya pribadi menyarankan penggunakan IUD. KB jenis ini tidak permanen, dan tidak menggangu hormonal Anda.

Jenis KB spiral atau IUD sebenarnya bermacam-macam sehingga waktu pemakaiannya pun tergantung jenis yang Anda pakai. Secara umum, pemakaian KB spiral atau IUD biasanya dianjurkan diganti antara 5-10 tahun, tergantung jenis alatnya. Sehingga berdasarkan cerita Anda, mungkin ada baiknya Anda kontrol KB ke dokter kandungan atau bidan pada tahun ini untuk memastikan penggantian KB Anda.

Adapun KB spiral tidak memiliki efek mengurangi kesuburan, sehingga segera setelah dilepaskan tingkat kesuburan Anda akan kembali normal, sehingga kemungkinan hamil lagi pun akan sangat besar.

Mengingat hal ini, maka untuk menunda kehamilan sebaiknya Anda melanjutkan dengan KB sesudah melepaskan KB spiral yang saat ini Anda gunakan. Mengenai jenis KB yang sebaiknya Anda gunakan, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan atau bidan di sekitar Anda. Hal ini karena pemilihan KB merupakan sesuatu yang harus dipertimbangkan dengan baik, lengkap dengan kondisi kesehatan Anda saat ini.

Penting untuk diperhatikan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal memperlihatkan adanya peningkatan risiko kanker payudara, dibandingkan mereka yang tidak menggunakan. Namun kejadian kanker tidak hanya semata-mata disebabkan oleh penggunaan KB. Banyak faktor lainnya yang berpengaruh- obesitas, usia menstruasi yang terlalu dini, riwayat kelainan pada payudara, riwayat kanker payudara dalam keluarga, tidak aktif secara fisik.

Jika Anda memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga, sebaiknya ganti jenis KB dengan yang tidak mengandung hormonal, seperti misalnya AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) dengan kandungan tembaga.  Meskipun begitu, risiko harus selalu ditimbang terhadap keuntungan dari kontrasepsi, dimana juga dapat terjadi penurunan risiko kanker ovarium dan endometrium. Sebaiknya Anda lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin, atau mammografi (atas indikasi) dan bila saat usia Anda sudah mencapai 35 tahun, lakukan mammografi setiap tahun selama 5 tahun pertama dan selanjutnya setiap 2 tahun kemudian 3 tahun sekali. Selalu diskusikan untung dan rugi dengan dokter Anda selama penggunaan KB.

Demikian informasi yang bisa disampaikan seputar memilih metode kb, Semoga bermanfaat.

29 Jul 2018, 08:53 WIB