Susah BAB

Info Penanya, wanita 20 Tahun

Halo dok,saya sudah mengalami susah BAB sekitar 4 hari.obat kampung yg biasanya mempan utk mengatasi susah BAB saya memang membuat saya mencret namun setelah setiap makan sakit perut saya balik lagi,kadang keluar sedikit dan kadang tdk keluar sama sekali padahal saya sudah sakit perut berat,apa yg terjadi pda saya dok dan bagaimana cara mengatasinya?

29 Jul 2018, 11:10 WIB
dr. Adeline Jaclyn
dijawab oleh: dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.   

Susah buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu. Jika frekuensi buang air besar anda < 3x/minggu baru dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama
  • Kurang olah raga
  • Kurang asupakan makanan berserat
  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan
  • Kebiasaan menunda buang air besar.
  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium
  • Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.
  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.
  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.
  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.
  • Adanya luka pada kulit anus
  • Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Salah satu penelitian terbaru menunjukkan bahwa asupan cairan per hari yang tinggi dapat mencegah terjadinya konstipasi. Selain asupan cairan yang tinggi, berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya konstipasi:

1.Asupan cairan yang tinggi. Rata-rata dibutuhkan sekitar 8 gelas air putih per hari, namun sebenarnya kebutuhan cairan seseorang sangat tergantung pada jenis kelamin, usia, aktivitas dan kondisi kesehatan. Semakin tinggi aktivitas maka semakin banyak cairan yang diperlukan. Pria dan Ibu hamil dan menyusui membutuhkan kebutuhan cairan yang lebih.

2.Hindari minuman yang mengandung kafein karena dapat memperparah konstipasi.

3.Perbanyak konsumsi makanan dengan serat tinggi seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan gandum-ganduman.

4.Hindari makanan-makanan yang dapat memperparah konstipasi, yaitu makanan rendah serat seperti keju, es krim, dan junk food (makanan siap saji).

5.Berolahraga teratur, misal berjalan kaki, berenang, bersepeda. Olah raga yang teratur sebanyak 150 menit seminggu dapat meningkatkan aktivitas saluran cerna.

6.Jangan pernah menunda bila rangsangan untuk buang air besar datang. Menunda buang air besar akan menyebabkan kotoran menjadi lebih keras karena lebih banyak cairan yang terserap selama kotoran berada dalam usus besar.

7.Berhati-hati dalam menggunakan obat pencahar, suplemen serat atau pelunak kotoran. Penggunaannya harus dalam pengawasan dokter karena dapat menyebabkan efek samping yang kurang menyenangkan seperti ketergantungan obat pada saluran cerna dan malah dapat memperparah konstipasi.

 

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat. 

29 Jul 2018, 11:10 WIB