Mata Perih Saat Bekerja di Depan Komputer

Info Penanya, pria 20 Tahun

salam maaf dok mau nanya.. saya bekerja di depan komputer, mata saya kadang sakit terus terasa perih.. terus saya pernah menggunakan propolis murni di teteskan ke mata... seteah itu mendingan, dan sekarang kambuh lagi. apakah boleh propolis di tetes ke mata langsung? dana apakah mata saya ini efek dari penggunaan propolis? maaf yang kolom golongan darah saya asal. soalnya gak tau golongan darah saya apa

03 Aug 2018, 23:36 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kehawatiran yang Anda rasakan. Melihat komputer terus menerus benar dapat menyebabkan mata lelah sehingga sulit fokus/pandangan kabur, pedih, silau dan dapat juga mengalami pusing atau sakit kepala. Penglihatan merupakan sistem yang penting dan harus dijaga kesehatannya. Jika mata terlalu lelah digunakan untuk membaca dekat maka dapat menurunkan fungsi penglihatan lebih cepat. Untuk itu gunakan mata untuk melihat komputer secara terbatas, yaitu 2 jam saja. Kemudian istirahatkan selama 20 menit dengan melihat jauh sehingga mata dan otot-otot mata tidak terlalu lelah dalam bekerja untuk melihat dekat. Anda tidak perlu menggunakan obat tetes mata. 

Perlu diingat pada prinsipnya setiap pengobatan yang diberikan harus dibuktikan melalui proses uji klinis.

Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan cara kerja yang efektif dengan menggunakan metode ilmiah serta informasi sains global yang modern.

Begitupun dengan obat tradisional. Agar setara dengan obat modern, obat tradisional harus melalui berbagai tingkatan uji klinis.

Tingkat herbal yang saat ini telah diakui oleh ilmu kedokteran modern adalah yang telah melalui tiga uji penting, yaitu uji praklinik (uji khasiat dan toksisitas), uji teknologi farmasi untuk menentukan identitas atau bahan berkhasiat secara seksama hingga dapat dibuat produk yang terstandardisasi, serta uji klinis kepada pasien.

Agar setara dengan obat modern, obat tradisional harus melewati berbagai proses tersebut.

Apabila telah lulus uji klinis, obat herbal tersebut kemudian disebut fitofarmaka yang layak diresepkan oleh dokter dan dapat beredar di pusat pelayanan kesehatan. Bagaimana dengan produk yang anda maksud?

Apakah produk tersebut telah melalui semua tahapan tersebut? dan apakah khasiat yang diklaim oleh produk tersebut adalah hasil penelitian dan langkah-langkah diatas ataukah hanya sekedar pengakuan/testimoni pemakai/penjual tanpa dapat menunjukan produk tersebut telah melalui rangkaian proses (uji pra-klinis, uji teknologi farmasi, uji klinis) yang kami jelaskan diatas? dsb.

Kami tidak menyarankan anda menggunakan produk yang belum terbukti manfaat dan keamanannya. Kami sarakan agar anda memeriksakan diri ke dokter spesialis mata jika keluhan masih berlanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

03 Aug 2018, 23:36 WIB