Pertanyaan - #256402

Info Penanya, pria 20 Tahun

Apakah munculnya benjolan kelenjar getah bening pada hiv disertai demam atau gejala lain dok? Terima kasih

09 Aug 2018, 09:32 WIB
dr. Melyarna Putri
dijawab oleh: dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah bertanya mengenai pembesaran kelenjar pada HIV,

Pembesaran kelenjar getah bening pada HIV bisa disertai dengan demam bisa juga tidak, bisa disertai dengan gejala lain bisa juga tidak disertai gejala yang menonjol dirasakan. Pada dasarnya pembesaran kelenjar getah bening disebabkan adanya infeksi atau peradangan di sebuah organ. Apabila terjadi infeksi akut biasanya terjadi demam, sedangkan apabila infeksi kronik (sudah lama) biasanya tidak terjadi demam. Gejala lain yang mungkin timbul bersamaan dengan pembesaran kelenjar getah bening bergantung pada jenis kuman penyebab, dilatarbelakangi kondisi HIV yang memiliki sistem imun rendah, maka mudah sekali mengalami infeksi oleh kuman. 

Anda perlu tahu bahwa pada infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

Tahap Pertama Infeksi HIV-AIDS

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala awal dari infeksi HIV adalah: 

Gejala Awal dari infeksi HIV-AIDS adalah:

Nyeri kepalaDiareMual dan MuntahLelahNyeri ototNyeri menelanLesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dadaDemamHubungi dokter segera bila Anda merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

Berikut ini adalah tahap kedua dari gejala awal HIV-AIDS:

Tahap Kedua Gejala HIV-AIDS

Setelah tahap serkonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis.

Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun.

Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

Berikut ini adalah tahap ketiga dari gejala awal HIV-AIDS:

Tahap Ketiga Infeksi HIV-AIDS

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala :

Lelah setiap saat

Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan

Demam > 10 hari

Keringat malam

Berat badan menurun drastic

Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang

Sulit bernafasDiare yang berkepanjangan

Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina

Mudah berdarah atau memar

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

09 Aug 2018, 09:32 WIB