Tidak Kontrol IUD dan Muncul Keputihan Berbau

Info Penanya, wanita 20 Tahun

Dok saya boleh tanya nggak, saya pasang KB IUD berbebtuk T sudah 4 tahun yang saya khawatir kan ialah saya tidak ada kontrol, saya juga suka keluar cairan yang berbau. Dan berapa lama jangka sebenar nya dari KB IUD berbentuk T itu

11 Aug 2018, 13:59 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Metode kontrasepsi IUD (Spiral) adalah kontrasepsi dengan memasukkan alat IUD ke dalam rahim wanita. IUD memang dapat memberikan efek samping berupa rasa nyeri, perdarahan,penyesuaian siklus haid selama beberapa bulan pertama seperti yang Anda alami dan peningkatan jumlah darah menstruasi.  Efek samping yang terjadi bervariasi terjadinya, dan sangat individual, ada yang berat dan ada yang ringan. Pemakaian KB IUD juga memerlukan kontrol dalam waktu yang teratur yaitu 1 bulan pasca pemasangan, 3 bulan kemudian, setiap 6 bulan berikutnya dan bila terlambat haid 1 minggu.

Kontrol setelah pemasangan IUD penting dilakukan untuk melihat efek samping pemakaian dan letak IUD selama di dalam rahim apakah dudah pada tempatnya atau bergeser. Kami sarankan Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan pemeriksaan. Biasanya dokter akan melakukan USG rahim untuk melihat posisi IUD.

Setiap cairan (selain darah) yang keluar dari vagina umumnya disebut keputihan atau dalam bahasa medis disebut fluor albus. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, baik secara fisiologis/normal maupun secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti menjelang atau setelah menstruasi, stres, kehamilan, dan penggunaan kontrasepsi dalam rahim (Intrauterine Device/IUD). Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu yang umumnya disebabkan oleh infeksi parasit/jamur/bakteri.

Dengan demikian jelas bahwa keputihan merupakan salah satu efek samping yang sering ditemukan pada perempuan yang menggunakan IUD, seperti yang dialami oleh Anda saat ini. Selama cairan tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka Anda tidak perlu merasa khawatir. Namun tetap perlu diperhatikan mengenai kebersihan dan kelembaban daerah kemaluan istri Anda dengan sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab. Hindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat. Apabila ingin menggunakan panty liner hendaknya dipilih yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam. Hindari produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan kuman dalam liang vagina istri Anda. Dan apabila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk kering.

Apabila cairan yang keluar tampak berwarna, berbau, bahkan mulai menimbulkan keluhan yang mengganggu seperti gatal dan rasa terbakar pada kemaluan, segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Bagaimanapun, evaluasi sebaiknya dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan ada/tidaknya infeksi pada liang vagina Anda melalui pemeriksaan cairan keputihan menggunakan mikroskop. Terapi antikuman baru dapat diberikan dan ditentukan sesuai hasil pemeriksaan tersebut.

Adapun pada penggunaan IUD, infeksi dapat menyebar hingga saluran reproduksi bagian atas dengan risiko dua kali lebih besar. Sehingga kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungannya, sekaligus untuk mengecek posisi IUD. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

11 Aug 2018, 13:59 WIB