Sulit Tidur Setelah Operasi Glaukoma

Info Penanya, pria 31 Tahun

Dok mau nanya kenapa ibu saya setelah habis operasi primery open angle glaucoma itu susah tidur dan badannya lemas apa itu efek dari opetasi

17 Agu 2018, 21:25 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah bertanya menggunakan layanan Tanya Dokter 

Tidur merupakan kebutuhan setiap individu untuk mengembalikan energi dan gairah yang diperlukan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Jika kualitas tidur berkurang atau saat anda mengalami gangguan tidur, hari-hari terasa seperti berjalan lambat dan kurang bergairah.

Gangguan tidur ada bermacam, salah satunya adalah sulit jatuh tidur atau dalam bahasa medis disebut insomnia. Insomnia bukanlah suatu penyakit, tetapi bisa jadi merupakan rambu untuk masalah psikologis atau masalah / penyakit fisis tertentu.

Terdapat beberapa faktor penyebab gangguan tidur, seperti faktor predisposisi psikologis dan biologis, penggunaan obat-obatan dan alkohol, faktor lingkungan dan kebiasaan buruk. Faktor-faktor tersebut jarang berdiri sendiri. Sebagai contoh adalah faktor fisis tertentu yang dapat memicu timbulnya masalah psikologis, begitupun sebaliknya. Faktor psikologis juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat sehingga membuat kondisi fisis senantiasa siaga seperti saat cemas, tegang, atau stres.

Mengingat banyaknya faktor yang dapat menyebabkan gangguan tidur, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya, termasuk menggali berbagai kemungkinan adanya kondisi medis yang mendasari. Bila ditemukan kondisi medis / penyakit yang mendasari, tentunya diperlukan terapi fisis tertentu. Namun bila kemungkinan tersebut sudah dapat disingkirkan, terdapat beberapa tips yang dapat anda terapkan:

  • Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein saat sore hingga malam hari
  • Biasakan diri anda untuk berolahraga teratur, tidak merokok, hindari konsumsi alkohol, narkotik, dsb
  • Cobalah mengatur pola tidur anda. Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan ketika hari libur.
  • Buatlah suasana yang efektif dan efisien untuk anda tidur. Buat diri anda senyaman mungkin untuk tidur, seperti dengan penggunaan lampu tidur, penutup mata, menghindari suara bising, dsb.
  • Hindari penggunaan obat tidur, terutama tanpa anjuran dokter. Obat tidur hanya efektif untuk sementara dan penggunaan yang berlebihan justru akan membuat penurunan efektivitas obat tersebut. Terapi terbaik adalah dengan mengatasi penyebabnya, bukan gejala. Selama penyebab yang mendasari masih ada, anda akan terus mengalami gangguan tidur.
  • Relaksasi. Buat diri anda serileks mungkin, seperti dengan meditasi atau yoga.
  • Berpikir positif.

Jika anda memiliki masalah psikologis, cobalah untuk menerima dan menghadapinya. Setiap manusia tidak luput dari cobaan sebagai proses menuju kedewasaan. Cobalah bertukar pikiran dengan keluarga atau sahabat anda mengenai masalah yang sedang anda hadapi.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

17 Agu 2018, 21:25 WIB