Gangguan Mata pada Penderita Diabetes

Info Penanya, pria 59 Tahun

saya menderita penyakit diabetes sudah hampir 8 tahun, sekarang mata saya sakit dari diabetes itu pandangan buram, sering berair gata. saya mohon solusi nya dok, obat apa yaa yang baik untuk saya. terima kasih dok,

19 Aug 2018, 12:07 WIB
dr. Anita Amalia Sari
dijawab oleh: dr. Anita Amalia Sari

Terima kasih telah bertanya seputar Gangguan Mata pada Penderita Diabetes menggunakan fitur Tanya Dokter

Sebetulnya diabetes memiliki efek pada berbagai organ tubuh. Komplikasi pada penderita diabetes dibagi menjadi 2 : mikro-angiopati dan makro-angiopati. Mikro-angiopati atau kelainan pembuluh darah kecil menyebabkan kerusakan ginjal (nefropati), kerusakan saraf (neuropati), dan kerusakan retina (retinopati). Sedangkan makro-angiopati atau kelainan pembuluh darah besar dapat menyebabkan kelainan jantung dan otak (stroke).

Bagian mata yang terkena efek kadar gula darah yang tinggi untuk waktu lama adalah retina, badan kaca, lensa, dan saraf mata. Pada lensa dapat terjadi katarak atau kekeruhan lensa. Keluhan yang ada biasanya berupa penglihatan yang buram/kabur/berasap. Penanganan katarak adalah operasi untuk mengganti lensa mata. Operasi ini adalah operasi yang mudah, dan tidak membutuhkan pembiusan. Tekanan bola mata juga dapat meningkat, atau disebut juga Glaukoma. Penanganan hal ini adalah dengan pemberian obat tetes mata.

Efek gula darah yang tinggi pada retina adalah terhadap pembuluh-pembuluh darah kecil di sana. Pembuluh darah dapat rusak, sehingga terjadi kebocoran darah yang masuk ke dalam badan kaca. Darah yang ada akan menghalangi jalannya cahaya menuju retina. Lama kelamaan pembuluh darah yang rusak tersebut dapat menjadi jaringan ikat. Jaringan ikat yang terbentuk dapat menyebabkan retina terlepas dari bagian belakang bola mata. Keluhan yang dapat muncul adalah rasa adanya kilatan-kilatan cahaya di mata, kemudian seperti ada tirai yang menghalangi penglihatan.

Retinopati diabetikum pada stadium awal (non-proliferatif) bisa timbul tanpa gejala. Hal ini disebabkan karena pusat penglihatan belum terkena komplikasi DM. Penderita sebaiknya tak menunggu hingga muncul gejala untuk menghindari terjadinya tahap Proliferatif (stadium lanjut) yang membutuhkan penanganan pengobatan yang lebih sulit. Pengobatan untuk Retinopati Diabetikum diberikan melalui terapi laser fotokoagulasi yakni terapi dengan menggunakan sinar laser dengan frekuensi tertentu pada retina mata. Terapi ini berfungsi untuk memagari dan mengontrol DM yang telah masuk di retina mata agar tidak menyebar. Pengobatan lain yakni dengan virektomi atau tindakan operasi yang dilakukan karena adanya perdarahan di badan kaca pada stadium Proliferatif. Terapi laser dan virektomi terbukti efektif mencegah kebutaan, tetapi tidak dapat menyembyhkan Retinopati Diabetikum.

Mengontrol kadar gula darah, deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah kebutaan.

 

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu.

19 Aug 2018, 12:07 WIB