Pusing dan Mual Saat Bangun Tidur

Info Penanya, wanita 20 Tahun

dok mau bertanya. semalam saya mengonsumsi kerang hijau, lalu dini hari ketika saya bangun sahur kepala bagian belakang saya sakit sekali dan pusing. disertai perut yang terasa mual. apa itu ciri-ciri terkena kolesterol? terimakasih

22 Aug 2018, 22:39 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terimakasih karena Anda telah memilih untuk menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter. 

Kami menduga, rasa pusing yang Anda rasakan dapat diakibatkan karena perubahan posisi yang drastis (tiba - tiba) yang merupakan suatu gejala Benign Paroxysmal Positional Vertigo(BPPV). Benign Paroxysmal Positional Vertigo(BPPV) merupakan penyakit yang sering ditemukan, dimana vertigo terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 1 menit.  Perubahan posisi kepala (biasanya terjadi ketika penderita berbaring, bangun, berguling diatas tempat tidur atau menoleh ke belakang) biasanya memicu terjadinya episode vertigo ini. Penyakit ini tampaknya disebabkan oleh adanya endapan kalsium di dalam salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam. 

Vertigo jenis ini mengerikan, tetapi tidak berbahaya dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Tidak disertai hilangnya pendengaran maupun telinga berdenging.

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin. Skopolamin terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness, yang terdapat dalam bentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari. Semua obat diatas bisa menyebabkan ngantuk, terutama pada usia lanjut. Skopolamin dalam bentuk plester kulit memiliki efek mengantuk yang paling sedikit.

Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak dan di dalam otaknya sendiri. Vertigo juga bisa berhubungan dengan kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba. 

Kami menyarankan Anda untuk tidak langsung melakukan aktifitas pada saat bangun tidur, seperti memeriksa ponsel ataupun langsung berdiri setelah bangun tidur. Mudah mudahan hal sederhana ini dapat mengurangi keluhan yang Anda rasakan. 

Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 Pada dasarnya, peningkatan kadar kolesterol dalam darah seringkali tidak memberikan gejala apapun. Penanda objektif untuk kondisi kolesterol adalah pemeriksaan Trigliserida, HDL, LDL, serta Kolesterol total. Jadi selain angka kolesterol total perlu juga diketahui profil lipid mendetil (Trigliserida, HDL, LDL). Kolesterol yang tinggi disebabkan oleh konsumsi lemak yang tinggi. Selain itu terdapat faktor keturunan. Apakah Anda memiliki keturunan kolesterol di keluarga?

Hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengubah pola hidup: rajin berolah raga (disarankan minimal 5x/minggu), banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran. kurangi makanan fast food / junk food. Sebenarnya kadar kolesterol Anda tidak terlalu tinggi, karena angka normal yang diinginkan adalah < 200 mg/dL.

Untuk itu, untuk 3 bulan pertama dianjurkan untuk melakukan modifikasi gaya hidup dengan pola makan, istirahat dan olahraga yang baik. Setelah itu, dalam 3 bulan dilakukan pemeriksaan ulang untuk menentukan langkah selanjutnya apakah perlu diberikan obat. Jika kadar kolseterol lebih tinggi daripada normal memang dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung.

Makanan yang tinggi akan kolestrol terutama makanan yang mengandung saturated fat seperti makanan siap saji (seperti chicken nugget, burger, sosis) serta jenis-jenis daging, susu, mentega, roti, hati,  beberapa jenis seafood seperti udang, kepiting, oyster, cumi-cumi dan kerang. Serta tentu daging olahan seperti sosis. 

Makanan rendah kolesterol diantaranya:

  • Ikan, unggas (ayam, bebek) tanpa kulit, dan potongan daging yang tidak mengandung lemak. Makanan dimasak dengan cara dibakar, dipanggang, atau direbus lebih baik dari pada digorengHindari makanan jadi seperti sosis, bacon, salami. Batasi jenis makanan jerohan seperti hati, ginjal, otak
  • Gunakan susu, keju, yogurt rendah lemak. Gunakan margarin yang rendah lemak dibandingkan mentega.  Batasi kuning telur, putih telur dapat dimakan bebas
  • Makan sayuran dan buah potong (jangan dijus) serta bahan makanan yang terbuat dari gandum seperti oatmeal, roti gandumMakanan seperti bawang mentah, salmon, almond, minyak zaitun, alpokat dianjurkan
  • Banyak makan makanan yang mengandung vitamin C (pepaya, anggur, jeruk, brokoli) dan vitamin E (gandum, almond, kacang tanah)

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat.

22 Aug 2018, 22:39 WIB